Buat saya, kritik Pak Budiman ada benarnya juga. Saya kadang (bukan seterusnya), memang membaca gejala diskusi yang lagi-lagi kadang, kurang bagus. Artinya begini; kalau itu sebuah pendapat mestinya melalui argumentasi, tetapi kalau memang sebuah pertanyaan, pakailah nada pertanyaan sehingga tidak simpang siur.
Lepas dari itu bolehlah kita saling mengkritik, tapi tidak harus dengan cara yang reaksioner seperti� kata-kata yang hanya akan menimbulkan kemarahan pihak lain sebagaimana yang disampaikan Sdr Sohib dengan cara yang menurut saya kurang memakai landasan pluralitas berbeda pendapat. Contoh yang paling vulgar pendapat seperti ini mestinya harus dihindari;� " ok budiman, jika nanti anda sukses masuk lembaga dpr dan anda ikut arak2an dalam barisan al amin, yusuf faisal, siap2 saja anda juga akan dilempari kulit pisang juga. seperti rizal saya juga meragukan kemampuan anda, anda hanya bisa berwacana, ber teori saja seperti sby.
