Kemarin saya ngobrol dengan 4 ahli pengeboran dari Pertamina kesemuanya
menyalahkan Lapindo.

Penjelasannya:

Ketika Lapindo mengebor perkiraan menurut perkiraan ahli geologinya
lapisan gas/minyak baru ada pada kedalaman 2500 meter. Seharusnya
setelah mencapai kedalaman 1500 meter sumur yang terbentuk sudah
dicashing untuk menjaga jaga kalau2 lapisan lebih dangkal tetapi Lapindo
ingin menghemat casing belum dipasang. Tiba2 pada kedalaman 1750 meter
lapisan gas sudah muncul yang menyembur keluar merusak sumuran sehingga
terbentuk lubang besar. Lubang ini pernah dicoba ditutup dengan bola
beton tetapi tidak berhasil. Begitu juga dengan  sumuran miring atau
relief well.

Sekarang yang bisa dibuat menunggu semburan berhenti sendiri yang
diperkirakan 30 tahun.

Saluran langsung ke laut yang diusulkan juga tidak mungkin dilaksanakan
karena air untuk mendorong lumpur ke laut tidak ada.

Satu2nya jalan yaitu yang dilakukan skarang membuang endapan ke kali
Porong tetapi alran terbatas tergantung musim.

Lapindo belum bertindak total karena mereka harus membiayai kerusakan
selama 30 tahun itu.

Akan halnya pendapat ahli Geologi, ahli bor Pertamina mengatakan bahwa
Geolog hanya mengutak ngutik peta yang akuransinya diragukan mengingat
kedalaman ratusan meter, pengaruh gempa Bantul juga sangat kecil kalau
ada



rzain.


--- In [email protected], sohibmachmud <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>
> seperti yg saya katakan bahwa apa yg dilakukan ahli geologi
> mendiagnosa lumpur lapindo adalah sama dgn dokter yg mendiagnosa
> pasien. hasil diagnosa dapat disebut sebagai pendapat profesioanal.
> kalau kita ingin mendapatkan hasil diagnosa dari dokter lain dikenal
> dgn nama second opinion. jadi pendapat atau opini bisa di voting.
>
> terlalu berlebihan apabila proses dokter yg mendiagnosa pasien
> disebut sebagi sedang melakukan riset atau lagi membuat hipotesa
> atau hasil diagnosa sebagai kebenaran ilmiah yg tidak boleh di
> voting.
> untuk membuktikan diagnosa dokter melakukan terapi, bukan sedang
> melakukan pembuktian hipotesa atau eksperimen.
> jadi apa yg dilakukan ahli geologi adalah mendiagnosa dan belum atau
> tidak melakukan terapi.
>
> untuk agus guntotro anda jangan berlindung dibalik istilah ilmiah
> atau hipotesa. pendapat anda sebagai profesional adalah tanggung
> jawab pribadi anda sendiri yg harus anda pertanggung jawabkan
> kepada publik. kalau pendapat anda salah atau memang anda
> kepentingan lain berarti anda membunuh karakter profesional anda
> sendiri dan bukan publik yg membunuhnya.
>
> sohib

Kirim email ke