Cerita Pak RZAIN ini tidak ngilmiah atau tidak ngepropesional, bahkan dapat disebut sebaga isu atau gosip. Tentu tidak akan didengar oleh yang terkait. Lha pendapat sebagian besar kalangan profesional dari AAPG saja tidak dianggap kok. (Oh ya, AAPG itu asosiasi profesional atau asosiasi saintis murni ya? Beda lho antara saintis dengan profesi itu!) Salam/WK
----- Original Message ----- From: rzain To: [email protected] Sent: Sunday, November 09, 2008 10:02 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Pembunuhan Karakter Ahli Lapindo? Kemarin saya ngobrol dengan 4 ahli pengeboran dari Pertamina kesemuanya menyalahkan Lapindo. Penjelasannya: Ketika Lapindo mengebor perkiraan menurut perkiraan ahli geologinya lapisan gas/minyak baru ada pada kedalaman 2500 meter. Seharusnya setelah mencapai kedalaman 1500 meter sumur yang terbentuk sudah dicashing untuk menjaga jaga kalau2 lapisan lebih dangkal tetapi Lapindo ingin menghemat casing belum dipasang. Tiba2 pada kedalaman 1750 meter lapisan gas sudah muncul yang menyembur keluar merusak sumuran sehingga terbentuk lubang besar. Lubang ini pernah dicoba ditutup dengan bola beton tetapi tidak berhasil. Begitu juga dengan sumuran miring atau relief well. Sekarang yang bisa dibuat menunggu semburan berhenti sendiri yang diperkirakan 30 tahun. Saluran langsung ke laut yang diusulkan juga tidak mungkin dilaksanakan karena air untuk mendorong lumpur ke laut tidak ada. Satu2nya jalan yaitu yang dilakukan skarang membuang endapan ke kali Porong tetapi alran terbatas tergantung musim. Lapindo belum bertindak total karena mereka harus membiayai kerusakan selama 30 tahun itu. Akan halnya pendapat ahli Geologi, ahli bor Pertamina mengatakan bahwa Geolog hanya mengutak ngutik peta yang akuransinya diragukan mengingat kedalaman ratusan meter, pengaruh gempa Bantul juga sangat kecil kalau ada rzain. . [Non-text portions of this message have been removed]
