Di bawah ini saya posting tulisan DR. Agus Guntoro, salah satu ahli teknik 
geologi yang diminta Lapindo menjadi ahli di seminar dan di pengadilan dalam 
menghadapi gugatan WALHI serta perkara pidana lumpur Lapindo.

Jarang mereka muncul menanggapi 'serangan' pihak kontraLapindo melalui milis. 
Tapi koran Media Indonesia secara rutin memuat artikel mereka, termasuk artikel 
ahli Bambang P Istadi yang juga dipakai Lapindo di Pengadilan dan di perkara 
pidananya. 

Barangkali ada yang menanggapinya?

Subagyo
--------------------------------------------------------------------------------------------





http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDE3MTQ=                 

 

Edisi
Cetak Pagi – Opini

Kamis,
06/11/2008 00:01 WIB

 

Lumpur Lapindo
dalam Dimensi Sosial dan Ilmiah

 

Asap itu sudah mengepul, setidaknya hampir 870 hari
sejak kejadian 29 Mei 2006. Tampaknya warna itu juga merupakan pencerminan
dalam memahami semburan lumpur Sidoarjo. 



Untuk meringankan nasib saudara-saudara kita di Sidoarjo, kita semua harus
terpanggil untuk membantu sekuat yang kami mampu tanpa berpikiran untuk
mengambil keuntungan. Sikap itu juga yang memanggil komunitas para ilmuwan
untuk berkontribusi dalam hal menanggulangi semburan lumpur panas itu, jika
memungkinkan melalui pendapat, hipotesa, dan perhitungannya. 



Salah satunya adalah melalui pembahasan Lusi mud volcano pada acara
Geological Conference 21-22 oktober 2008 di Burlington House Piccadilly,
London, dan sesi khusus Lusi mud volcano di konferensi tahunan American
Assosiation of Petroleum Geologists (AAPG) yang dilangsungkan Selasa 28 Oktober
2008, di Cape Town International Conference Center, Cape Town, Afrika Selatan. 



Yang menarik, sejak awal kejadian ada kecurigaan bahwa semburan itu berasal
akibat adanya aktivitas pengeboran di dekat lokasi tersebut. Sayangnya
kecurigaan itu kemudian menjadi sebuah pembenaran yang dipegang masyarakat
banyak. Lebih parah lagi, yang tidak sependapat dengan pembenaran itu dianggap
mempunyai kepentingan sendiri. 



Apakah kami para ilmuwan yang tidak sepaham dengan pendapat yang dianggap dapat
merugikan rakyat yang menderita melakukan ini untuk kepentingan seseorang atau
pihak tertentu? Jawabnya, jelas tidak! 



Sesungguhnya kita bersyukur itulah kebebasan berpendapat. Namun, melihat
pendapat yang beredar kita juga menjadi sedih dibuatnya karena yang terjadi
sesungguhnya adalah adanya pemaksaan kehendak. Akibatnya, ketika pendapatnya
tidak sesuai dengan pendapat pihak lain, stigma dilekatkan secara tidak elegan.
Seperti adanya pendapat dari berbagai pihak bahwa diragukan integritas ilmuwan
yang berpendapat tidak sesuai dengan pendapatnya. Adanya ilmuwan yang dibayar
untuk berpendapat yang tidak sesuai dengan pendapatnya. Sungguh etika itu perlu
diluruskan dan ditempatkan pada porsi yang sebenarnya. Dengan disadari atau
tidak, pendapat mereka itu sungguh menyakitkan hati dan melukai perasaan para
ilmuwan yang ada. 



Para ilmuwan, siapa pun dia, yang terkait
dengan bidang kebumian adalah mereka yang kita harap mampu menjawab penyebab
dari semburan lumpur Sidoarjo ini. Sebab, kita tidak sekadar mencari tahu siapa
yang harus bertanggung jawab, tetapi juga memahami proses semburan itu dan
bagaimana penanggulangannya. Tanpa memahami bagaimana proses semburan itu
terjadi, upaya penanggulangan yang berpusat di bawah permukaan bumi akan
menjadi sulit dan bahkan membahayakan manusia yang melaksanakannya. 

Ilmuwan bekerja bukan dengan dasar pengetahuan, tetapi berdasarkan ilmu
pengetahuan yang dilakukan secara sistematik dan kaidah-kaidah keilmuan yang
ada. Oleh karena itu, perbedaan pendapat yang pasti didasarkan atas fakta dan
data, harus dilihat sebagai sebuah proses pengayaan pengetahuan itu sendiri.
Bagi yang memahami proses itu secara utuh sesungguhnya saat ini yang terjadi
adalah pertarungan hipotesa dari berbagai pandangan ilmuwan. 



Hipotesa itu tidaklah mudah dipahami dan tidak bisa dilihat secara hitam dan
putih. Karena itu, alangkah sedihnya bahwa di dalam proses pemahaman dan
pengetahuan yang sangat krusial itu terjadi proses 'intimidasi' dan 'pembunuhan
karakter' dari ilmuwan yang tidak sepaham dengan hipotesa yang dimiliki atau
dipercaya dari pihak-pihak tertentu. Pendapat itu dapat melukai hati para
ilmuwan yang tidak berdosa dan bahkan menghancurkan iklim berkembangnya ilmu
pengetahuan di Indonesia.


Sejujurnya, masalah semburan lumpur Sidoarjo sebenarnya sudah terjadi 
misleading.
Kebenaran sebenarnya belum kita pahami, tetapi pendapat yang seolah sudah
merupakan sebuah kebenaran telah menjadi pendapat umum. Akibatnya, ketika ada
perbedaan pendapat dari ilmuwan yang tidak sepaham dengan pandangan tersebut
akan merupakan sebuah upaya melawan arus dan berujung pada kecurigaan. 

Satu hal yang harus dipahami, ilmuwan boleh salah tetapi tidak boleh berbohong.
Slogan ataupun jargon itu merupakan moral obligation yang kita junjung
sebagai landasan utama ketika kita berpendapat. 



Ilmu pengetahuan juga harus bebas nilai, artinya tidak terkait dengan melihat
kepentingan kepada siapa diperuntukkan pendapatnya. Bahwa kalau kemudian
pendapat beberapa ilmuwan tersebut menguntungkan pihak tertentu, itu merupakan
konsekuensi dari sebuah kebenaran. Kecuali kalau memang terbukti ilmuwan itu
merekayasa data dan hasilnya untuk kepentingan pihak tertentu dengan
mengabaikan kebenaran ilmiah. 

Dalam hal demikian siapa yang mampu melihat dan memutuskan hal itu? Jawabnya
adalah kepada para ilmuwan di bidang terkait itu sendiri. Mekanisme yang ada
melalui organisasi profesi merupakan wahana yang paling sahih, efektif, dan
tepercaya. 

Oleh karena itu, harus ada pemisahan pendapat ilmuwan dan politikus. Janganlah
ranah ilmuwan dicampuri politikus dan begitu juga sebaliknya, yang berujung
pada kepentingan cara pandang dan berakibat munculnya saling fitnah yang
merusak kehidupan intelektual, khususnya di Indonesia. Sebaliknya, para pihak
tertentu berani mengakui kebenaran ilmiah sebagai sebuah kebenaran, setidaknya
di dunia ini. Karena, kebenaran mutlak itu ada pada Tuhan. 



Marilah kita bersama saling menjaga dan menghormati sebuah proses dan pendapat
ilmiah karena itulah yang kita percaya sebagai mekanisme memamahi semburan itu
secara benar. Perbedaan pendapat dan hipotesa harus dilihat secara lebih
bijaksana dan jangan dijadikan komoditas atau bahkan saling tuding. Mari kita
pisahkan pendapat politik dan pendapat ilmiah, terutama kepada para ilmuwan.
Mari kita lebih bijaksana kalau memang pada akhirnya hipotesa kita salah, kita
harus mengakuinya sehingga perbedaan pendapat benar-benar merupakan sebuah
mekanisme pengayaan dalam mengambil sebuah keputusan yang komprehensif dan
integratif. 



Namun begitu, benar dan salahnya sebuah hipotesa harus dilakukan dengan
cara-cara ilmiah melalui prosedur yang lazim. Hipotesa yang benar adalah ketika
hipotesa tersebut dapat membuktikan adanya hubungan kausalitas antara dua
variabel atau lebih yang ditengarai saling berkaitan. Bagaimana pembuktian
dilakukan adalah melalui serangkaian tes dan eksperimen dan mendapatkan hasil
yang sama secara berulang. Atau mungkin ada mekanisme lain yang bisa dilakukan.
Namun, yang jelas tidak melalui voting. 



Istilah voting tidak dikenal dalam dunia ilmiah. Karena itu, kebenaran ilmiah
tidak dapat divoting dan juga tidak dapat dilakukan melalui musyawarah untuk
mufakat, tetapi sekali lagi hanya melalui logika ilmiah. 



Untuk menanggapi isu pembenaran hipotesa melalui voting, khususnya dalam
masalah Lusi, itu merupakan sebuah distorsi kebenaran ilmiah yang tidak
berdasar dan tidak berlogika. Pembuktian harus dilakukan melalui cara-cara
ilmiah yang elegan dan normatif. Jangan ada unsur politis dan pemaksaan
kalah–menang dalam hipotesa yang tidak mengikuti norma ilmiah karena itu akan
merusak iklim akademis yang mulia. 

Semoga semburan lumpur Sidoarjo itu segera selesai dan orang–orang Sidoarjo
dapat kembali hidup normal dan layak. 



Oleh Dr Ir Agus Guntoro Msi, Dosen Jurusan Teknik Geologi, Universitas Trisakti

 






      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke