Itu namanya kabar ngilmiah Pak. Apa yg dikabarkan Pak Rzain itu ada benarnya, spt yg saya dengar dari para ahli ex pertamina, bicara langsung, bukan katanya si anu si itu. Hanya, Lapindo itu tanggung jawabnya dibatasi utk masalah sosial dlm peta 22 Maret 2007 (dg jual beli tanah dan rumah tenggelam) dan penanggulangan lumpur, tanggul utama sampai ke sungai Porong. Di luar itu, biaya sosial, penanganan infrastruktur, termasuk utk penanganan luapan lumpur ditanggung APBN. Artinya rakyat Indonesia diminta kedermawanannya utk membantu Grup Bakrie sampai 30 hingga 50 tahun. Maklum Pak, Grup Bakrie agar terus kaya, siapa lagi kalau bukan rakyat Indonesia yg menyumbang. Presiden SBY memang bijaksana dan adil. Anda pasti akan memilihnya lagi. Kita ini rakyat dibikinnya jadi banyak pahala membantu Grup Bakrie. Para ahli pendukungnya juga cukup jeli melihat peluang memperbanyak pahala. Sabar juga banyak pahala, spt korban lapindo yg terus dibohongi juga bersabar pahalanya menumpuk. Salam berderma Pak.
w.kasman wrote: > Cerita Pak RZAIN ini tidak ngilmiah atau tidak ngepropesional, > bahkan dapat disebut sebaga isu atau gosip. Tentu tidak akan didengar oleh > yang terkait. Lha pendapat sebagian besar kalangan profesional dari AAPG saja > tidak dianggap kok. (Oh ya, AAPG itu asosiasi profesional atau asosiasi > saintis murni ya? Beda lho antara saintis dengan profesi itu!) > Salam/WK
