I am totally pissed, Mbak. Ini yang dihadapi adalah manusia-manusia tak tahu malu, arogan, dan jelas tak punya pikiran panjang. Mereka bukan orang-orang yang peduli pada perbaikan. Mereka cuma peduli pada kepentingan mereka sendiri. Apa yang Anda sampaikan mengenai kekacauan kebijakan ngocol ini sudah disampaikan pula oleh banyak anggota milis ini dari dulu sampai sekarang, tapi semuanya membentur telinga-telinga budeg yang visinya cethek. Makanya nggak masuk di otak mereka. Misalnya, mau menerapkan jalur sepeda tanpa ada langkah konkrit untuk membuat orang mau naik sepeda dan meninggalkan mobil ber-AC-nya yang nyaman di rumah, opo yo waras? Mau bikin jalur sepeda itu di sebelah mananya jalan? Lha wong satu ruas aja udah diambil busway? Di trotoar? Tapi coba Anda perhatikan, si Mister Harya ini cuma lempar-lempar ide (konon sudah ada dalam "RENCANA MAKRO") tapi sengaja tak kasih detilnya. Kenapa? Supaya kita cuma bisa bengong. Ngritik tak bisa, kasih komen tak bisa, sebab infonya pelit (itupun kalo bukan karangan sendiri, padahal di master plan kaga ada). Ini kan supaya kalo kita ngritik, maka dia sambil ketawa penuh kemenangan bisa bilang: "Lho, elo kok nggak berpihak sama sepeda? Katanya memihak yang lemah?" Jadi, jangan kemakan sama tipu murahan sang penasihat gubernur DKI urusan lalu-lintas ini. manneke
--- On Thu, 12/18/08, jajang c noer <[email protected]> wrote: From: jajang c noer <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kalau PNS masuk jam 06.30 wib To: [email protected] Received: Thursday, December 18, 2008, 12:15 PM wah, pak manneke sounds pissed :). tapi lepas dari sikap dari the person yang pak manneke maksudkan (saya takut salah tunjuk), saya pun salah satu dari mereka2 yang menganggap anak sekolah masuk jam 6.30, is a stupid idea. yang jelas, anak sekolah sangat dirugikan karena mereka akan kehilangan setengah jam dari hak istirahat mereka. jangan lantas memaksakan mereka tidur setengah jam lebih awal dari biasanya. ini tidak fair. tentunya setengah jam yang sebelum mereka tidur itu, mereka punya kegiatan main, belajar, atau apalah. itu mau dirombak demi kemalasan atau kebuntuan berfikir dari para bapak yang tugasnya memikirkan kenyamanan dan kesejahteraan warga? tapi memang pemerintah dan pemda tidak pernah menghiraukan anak2 secara tulus dan tuntas. salah satu bukti nyata yang sangat buruk, adalah dibiarkannya mereka berkeliaran mengemis di jalan, dan sampai larut malam pula. kita lihatlah, apa betul teori asal ini akan memecahkan masalah kemacetan lalulintas pagi. busway ternyata TIDAK berguna memecahkan soal ini. three-in-one juga tidak. dia hanya meMINDAHKAN kemacetan. dan sekarang, ada another stupid idea untuk memberi jalur khusus buat sepeda? mengatur motor2 saja belum, sudah mau 'mengatur' sepeda. siapa yang naik sepeda di jakarta ini? hanya segelintir. dan itu kan orang2 yang memang kegemarannya dan kesadaran kesehatannya bersepeda. jangan diharapkan orang2 lainnya akan lalu tergerak untuk bersepeda. yogja saja (juga leiden, belanda) yang dikenal kota sepeda dulu, sudah kurang bersepada. apalagi di cuaca yang semakin panas saja. orang yang nggak biasa, bisa stroke di jalan. yang kita perlukan adalah kreta bawah tanah! dan/atau kreta diatas tanah! capek ah, gelap! sori, jadi ikut2an pissed. (padahal saya udah nggak mau ikut2an komen tadi2nya) ah.
