coba dialog dgn pemerintahdaerah dee.

di FPK sini kira kira kekuatan pro dan kontra hampir sama.


mungkin anda bisa yakinkan pemda .


kalau saya

pembagian beban jalan masuk akal bisa kontribusi kurangi kemacetan

pemda harus juga melaksanakan hal lain,, misal
road pricing, menghukum yg parkir
sembarangan,   melarang angkutan umum ngetem sembarangan


memperbanyak bus utk busway

tapi itu semua belum sepenuhnya dilakukan.. kan
gak berarti bhw    membagi load dari jalan adalah salah.

Umumnya penolak mengira bhw inilah satu satunya
yg dikerjakan oleh Pmeda.. danitu dianggap  mengorbankan anak kecil

dua itu saya gak setuju..., bhw hanya itu  yg
dikerjakan pemda.., dan bhw anak di korbankan..


ya  tapi memang sih jer basuki mawa bea..


ada satu point lagi..dalam soal daging sBrazil
dan      carre4.., saya lakukan usulan langsung
ke pemrintah... , gak cuma nulis  di FPK, bahkan
kehadiran saya di FPK awalnya sejatinya adalah
utk tempat saya menyuarakan protes saya pada
KOmpas yg menyiarkan berita tidak seimbang..


maka saya usul anda anda yg menolak coba dee
temui wakil anda di dprd  .. utk perjuangkan..

percaya dee debat disini saja  akan kurang efektip

saya sering percaya bhw pemerintah sering lakukan
salah kebijakan krn  orang yg pintaryg punya  ide
gak mau ataug ak tahu cara menyampaikannya pada pemerintah


Silahkan kok terus berjuang.



saya sih  gak ikut penentang ide  memajukan  jam sekolah ini.

tapi juga gak mau terlalu berdebat ..soalnya
terus terang saya gak terlalu paham soal ini

Penolak  yang paham banget  ya majulah yakinkan   pemda..


Kita disini tampaknya sudah kehabisan argumen baru  jadi muter  muter aja..


bagi saya ini waktu utk berhenti mendiskusikannya


Semua juga setuju  bhw hanya memajukan jam
masuk      tidak bisa menyelesaikan seluruh masalah..

lha debat nya dsitu aja.

pertanyaannya semua setuju gak ya bhw itu bisa
jadi salah satu pemecahan masalah ??

kalau jujur seharusnya jawabnya iya...

ayo perbaiki negara ini bersama..  gak bisa menang menangan sendiri kok.


yakinkan dgn argumen dan data baik.. kpd  pemda
bhw teori anda ..memajukan sekolah itu sangat
membuat menderita warga Jakarta.. adalah benar


pastinya rencana itu di batalkan..




masalahnya   pemda sampai saat ini gak
berpendapat bgt , bgt juga banyak  warga FPK yg
gak berpikir segitu sengsaranya..


saya sendiri merasa kok ada kemajuan dlm
penanganan macet .di Jakarta . utamanya dgn
pengerahan  polisi di jam sibuk di tempat
kemacetan, melarang   parkir sembarangan yg
berakibat memacetkan.. , tapi tentu masihbanyak kemacetan ...


saya juga tahu soal road pricing sedang di jajagi.soal teknisnya

eh Pak Lisman Manurung kemana ya ..kan anggota
DTK mungkin lebih bisa kasih komen bermutu.


Anak saya ngantor nya di Gajah Mada, berangkat
naik kereta dr stasiun Pondok Kopi jam 6
pagi,  sampai di kota sebelum   jam 7 lalu naik
busway ke gajah Mada.., (ongkos busway sebelum
jam 7 lebih murah ) , dan sampai kantor jam 7,
padahal jam kerja nya mulai jam 8.Satuj am
istirahat di kantor.   Kenapa dia mau  berangkat
jam 6, padahal jam masuknya jam 8 ?

lha kalau berangkat jam 6.30  keretanya udah
lebih penuh desak desakannya.. bisa bisa gak bisa masuk .

dgn geser 30  menit  ..    ternyata bisa banyak
kenyamanan.. , nah anak sekolah juga bisa tidur
siang lebih cepat kok krn pulang lebih cepat..


dan ortu nya bisa bisa... punya waktu lebih juga
bersama keluarga .. krnr jalan berkurang kemacetannya..


saya sendiri kantor nya aku bikin sendiri aja jam
10... juga biar gak kena macet..lha kantor kantorku sendiri ..smile..




intinya pembebanan /load yg  dibagi bagi memang
bisa menolong.. tapi ... ya sekali lagi harus ada
tindakan lain..saya salahkan pemda yg kurang
sosialisasi  .., tapi nggak lalu saya harus nolak suatu gagasan yg masuk akal.


kadang kadang kita yg harus aktip cari info..

Usul saya bagus kalau ada cara utk
menyimpulkanhasil diskusi lalu kirim kan ke dprd
dan   pemda..,  kalau di cuekin ya ..namanya juga udah usaha..

laliu kita pindah ke diskusi lain..  , atau jika
nasib baik kita dapat jawaban.. dr pemda atau
dprd.. ya kita bahas lagi jawabannya..

Buat yg merasa ini soal yg sangat prinsip .. ya
berjuang aja kasarnya sampai titik darah
penghabisan..saya pribadi akan abstain...

Lha urusanCarre4 aja .. bikin aturan sudah 3
tahun berjuang juga belum beres.. insya Allah
Sabtu ini ada peraturan baru yg lebih
menyegarkan  akan di terbitkan oleh Departemen Perdagangan..

Urusan daging sapi pun sudah 3 tahun.. baru ada
berita minggu lalu Presiden SBY dukung impor dr
Brazil.., dan diharapkan peraturannya sgra keluar...

memang capai kok urusan  dengan pemerintah di negara ini..


niatkan aja  buat  berusaha ... kalau gak
berhasil juga gak papa.. lha kebenaran gak harus
milik kita kok... .miungkin itu memang milik lawan  kita..




HS



At 01:10 PM 17-12-08, you wrote:
>Maksudnya bukan mempertentangkan dengan aturan
>pemerintah. Pak Haniwar kan gigih sekali
>memprotes pelarangan impor sapi Brasil. Dan saya
>berdiri di pihak Anda. Saya dapat menangkap
>esensi dan argumen yang disampaikan.
>
>Tapi dalam aturan pemprov DKI ini, kami para
>penolak yang gigih karena solusi yang diberikan
>tidak kena ke akar masalah. Saya pribadi tidak
>terkena dampaknya karena belum punya anak. Tapi
>saya bisa merasakan beratnya kehidupan pagi
>tetangga saya yang anaknya mesti sekolah di
>tempat lumayan jauh karena mengejar kualitas.
>Dan tidak sedikit yang seperti ini. Kenapa
>mereka yang harus dikorbankan sedangkan kesalahan manajemen apa pada pemprov?
>
>riyanto
>
>
>Sent from my BlackBerry�
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kirim email ke