Harya, bagaimana kalau menyelamatkan pelajar dari kemacetan itu dengan cara 
lain, misalnya pembatasan kendaraan, penataan angkutan umum, atau distribusi 
jam masuk juga boleh, tapi bukan mereka yang harus masuk lebih pagi? anda 
bilang menyelamatkan, tapi dengan cara mengorbankan?

saya menyebut rencana tata ruang itu sebagai reaksi atas statement anda yang 
bilang bahwa DKI punya plan transportasi makro. saya kutipkan lagi di bawah:
-----------------
Posted by: "Harya Setyaka" [email protected]�� kokomarokosetyoko
Ada Boss..
DKI punya plan Transportasi Makro.. yg antara lain memuat pengembangan
angkutan umum massal..(sdh dimulai dengan busway)
dan pembatasan kendaraan. sebenarnya sih bukan rahasia... karena sy pun
sering mendapati hal tsb di media massa..
----

FYI, ini merupakan reaksi anda atas pertanyaan kenapa harus dng langkah2 
parsial, bukan rencana yang terintegrasi. menurut anda rencana yg terintegrasi 
itu bukannya tidak ada.

Makanya saya bilang rencana tata ruang juga ada, tapi tidak pernah dilaksanakan 
secara konsisten.

yang saya maksud tidak cukup dng literatur tp harus disertai intuisi itu 
pengelola kota, bukan anak sekolah. tapi kok komentar anda anak sekolah yg 
mesti pake intuisi supaya gak kena macet harus bangun jam berapa sih? kalo 
bangun harus lebih pagi itu namanya bukan intuisi, tapi kepaksa. nggak nyambung 
banget komentar anda ini.

memang tidak semua orang bisa melakukan penalaran secara non-linier. yang jelas 
anda tidak bisa melakukan penalaran secara non-linier. pengelola DKI juga tidak 
capable untuk melakukan penalaran secara non-linier, padahal mereka harusnya 
bisa. jadi untuk apa mereka dibayar oleh rakyat?

rini


Mba Rini,

Korban kemacetan = pelaku kemacetan.. siapa pun yg merasa korban kemacetan
sebenarnya adalah pelaku kemacetan.
coba berpikir yg lebih positif: pelajar bukan dikorbankan ... tapi
diselamatkan dari kemacetan..
mereka berangkat lebih pagi, tentunya akan selamat dari ulah pelaku
kemacetan lainnya.

dokumen rencana tata ruang itu baru resep... implementasi secara konsisten
terhadap dokumen tersbut yg belum dilakukan..
ibarat sudah ada resep, tapi obat belum diminum.. atau dengan dosis tidak
tepat.. ya tidak sembuh..

yes...setuju. . selain literatur, studi, dll, gunakan juga intuisi... kira-2
kalau tahu jam 7 itu sudah macet, sebaiknya bangun jam berapa ya supaya ga
kena macet? (terlepas mau beribadah atau tidak.)

Lalin adalah problem yg kompleks... perlu penalaran yg non-linier..
dan utk penalaran macam itu, memang tidak semua orang bisa.







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke