DKI memang punya rencana transportasi makro. tapi anda sendiri bilang bahwa 
rencana yg lebih manjur adalah tata ruang. FYI, DKI juga sudah berpuluh-puluh 
tahun punya rencana tata ruang. tapi menurut anda bgmn pelaksanaannya?

betul kalau dibanding 5-6 tahun lalu sudah ada kemajuan, kita sekarang sudah 
punya busway. tapi saya kira ini masalah klasik pelaksanaan rencana, 
pertumbuhan selalu lebih cepat dari rencana. saya tidak bilang busway sia2. 
mungkin kalau tidak ada busway kita akan jauh lebih macet. tapi itu tadi, 
pemerintah dki kalah cepat dari pertumbuhan. penyebabnya? krn penyelesaian 
masalah hanya tambal sulam. akibatnya kemacetan tidak pernah berkurang dari 
waktu ke waktu.

lagi2 anda melebarkan masalah ke bidang lain. kali ini ke pendidikan. tolong 
fokus di masalah utama: kenapa anak sekolah yang dikorbankan?

-rini-

Posted by:      "Harya Setyaka"      
      [email protected]      
               
        
          kokomarokosetyoko 
        
          
    
      Thu Dec 11, 2008 1:03 pm        (PST)    

    
            Ada Boss..

DKI punya plan Transportasi Makro.. yg antara lain memuat pengembangan

angkutan umum massal..(sdh dimulai dengan busway)

dan pembatasan kendaraan. sebenarnya sih bukan rahasia... karena sy pun

sering mendapati hal tsb di media massa..



Solusi transportasi memang perlu multiple measures...



sekaligus menjawab pak Emir... mengembangkan angkutan umum massal memang

tidak mudah, perlu waktu dan perlu biaya.

maka progress-nya terlihat lambat.

tapi coba bandingkan dngan 5-6 tahun lalu, ketika belum ada busway..



beban anak sekolah memang besar.. sy pun pahami itu..

kalau mau dikurangi bebannya bukan dengan jam sekolah.. tapi metode belajar

nya.. dan juga metode didaktika-nya.

mengapa perlu buku ber-kilo-kilo? ini kan juga akibat main-mata pengurus

sekolah dengan sales percetakan..



transportasi adalah hal yg kompleks.. dan pendidikan dasar pun juga tidak

kalah kompleks..



Pak Emir,... sgt jeli melihat permasalahan. .. mengapa mereka yg merumput di

Jakarta ber-rumah nun jauh di tangerang, sehingga perlu 20 KM lebih utk ke

tempat kerja..

ya, memang.. kita perlu obat yg lebih manjur.. yaitu solusi tata ruang..

tata ruang yg sehat akan menghasilkan pola transportasi yang sehatpula..



sy pun selalu memberikan catatan bahwa seharusnya sekolah itu berkualitas

baik dan merata secara spasial, sehingga OrTu menyekolahkan anaknya di

sekolah terdekat.. karena tiap kecamatan sudah ada sekolah SD,SMP,SMU..

jadi tidak perlu sampai ganti angkot 4 kali utk sekolah..

Setuju Pak Emir... ultimate solution adalah solusi tata ruang.. namun

pengalaman Vancouver utk 'urban-retrofit' butuh waktu 20 tahun dan dilakukan

dengan konsisten.. semoga saja dengan rusun-2 di dalam kota Jakarta dapat

menarik mereka yg sekarang tinggal jauh di Bodetabek..

dan semoga saja ada peluang usaha baru di Bodetabek yg sesuai dengan

preferensi kerja masyarakat setempat.



Literatur memang banyak... tapi kita tidak membuat intervensi di ruang

sos-pol yg vakum. Sehingga solusi yg optimal secara engineering belum tentu

optimal secara sos-pol..

sy pun mengakui bahwa solusi pemindahan waktu aktivitas (bukan hanya anak

sekolah) adalah solusi yg 'below the line'. tapi bukannya akan nihil kalau

jadi dilakukan.



salam,

-K-






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke