Tampaknya si boss ini masih juga gak ngerti esensi persoalannya.
�
Esensi persoalannya bukan soal apakah debat ini didengar DPRD atau Pemda DKI 
atau enggak. Di sini yang jelas ada anggota-anggota dewan Transportasi yang 
punya akses langsung ke Pemda dan turut bertanggung jawab menghasilkan 
kebijakan maju jam sekolah itu.
�
Esensi persoalannya bukan soal apakah Anda sukses atau tidak memperjuangakn 
kebijakan daging dan pasar tradisional. Esensinya adalah tidak konsistennya 
sikap Anda dalam memperjuangkan suatu prinsip. Begitu isunya adalah sesuatu 
yang nyangkut dengan kepentingan Anda dan bisnis Anda secara langsung (daging 
dan pasar), maka Anda teriak-teriak bela kaum ekonomi lemah sebagai korban 
ekonomi neolib dan kebijakan ngawur pemerintah. Begitu masalahnya anak sekolah, 
Anda menggadaikan prinsip keberpihakan pada kaum lemah dan memilih berada di 
pihak pemerintah (pastinya karena kebijakan ini menguntungkan bisnis Anda 
pribadi juga--time is money, man!).
�
Saya dan kawan-kawan penentang tidak merasa diskusi muter-muter atau cape. Yang 
bikin muter-muter itu Anda dengan mengulang-ulang pernyataan yang sama yang 
sudha diperlihatkan ketidaklogisan serta keegoisannya. Jika Anda pikir 
diskusinya sudha muter-muter dan bikin cape, ngapain masih rajin ikut? Apalagi 
yang mau Anda sampaikan? udah abis kan? Nah, slakan minggir istirahat sana, 
cari topik diskusi lain. Biarin aja yang masih mau eyel-eyelan soal kebijakan 
semprul ini.
�
Saya seratus prosen yakin kehebohan di milis ini sampai juga kok ke telinga 
DPRD maupun Pemda DKI. Buktinya, beberapa hari lalu ada berita dengan judul 
"Sekolah Tak Wajib Muali Belajar Jam 6.30" untuk meredam protes masyarakat. Pak 
HS nggak baca ya sibuk ngurus bisnis daging yang sedang terancam?
�
manneke

--- On Wed, 12/17/08, Haniwar Syarif <[email protected]> wrote:

From: Haniwar Syarif <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah
To: [email protected]
Received: Wednesday, December 17, 2008, 10:10 AM






coba dialog dgn pemerintahdaerah dee.

di FPK sini kira kira kekuatan pro dan kontra hampir sama.

mungkin anda bisa yakinkan pemda .

kalau saya

pembagian beban jalan masuk akal bisa kontribusi kurangi kemacetan

pemda harus juga melaksanakan hal lain,, misal
road pricing, menghukum yg parkir
sembarangan, melarang angkutan umum ngetem sembarangan

memperbanyak bus utk busway

tapi itu semua belum sepenuhnya dilakukan.. kan
gak berarti bhw membagi load dari jalan adalah salah.

Umumnya penolak mengira bhw inilah satu satunya
yg dikerjakan oleh Pmeda.. danitu dianggap mengorbankan anak kecil

dua itu saya gak setuju..., bhw hanya itu yg
dikerjakan pemda.., dan bhw anak di korbankan..

ya tapi memang sih jer basuki mawa bea..

ada satu point lagi..dalam soal daging sBrazil
dan carre4.., saya lakukan usulan langsung
ke pemrintah... , gak cuma nulis di FPK, bahkan
kehadiran saya di FPK awalnya sejatinya adalah
utk tempat saya menyuarakan protes saya pada
KOmpas yg menyiarkan berita tidak seimbang..

maka saya usul anda anda yg menolak coba dee
temui wakil anda di dprd .. utk perjuangkan. .

percaya dee debat disini saja akan kurang efektip

saya sering percaya bhw pemerintah sering lakukan
salah kebijakan krn orang yg pintaryg punya ide
gak mau ataug ak tahu cara menyampaikannya pada pemerintah

Silahkan kok terus berjuang.

saya sih gak ikut penentang ide memajukan jam sekolah ini.

tapi juga gak mau terlalu berdebat ..soalnya
terus terang saya gak terlalu paham soal ini

Penolak yang paham banget ya majulah yakinkan pemda..

Kita disini tampaknya sudah kehabisan argumen baru jadi muter muter aja..

bagi saya ini waktu utk berhenti mendiskusikannya

Semua juga setuju bhw hanya memajukan jam
masuk tidak bisa menyelesaikan seluruh masalah..

lha debat nya dsitu aja.

pertanyaannya semua setuju gak ya bhw itu bisa
jadi salah satu pemecahan masalah ??

kalau jujur seharusnya jawabnya iya...

ayo perbaiki negara ini bersama.. gak bisa menang menangan sendiri kok.

yakinkan dgn argumen dan data baik.. kpd pemda
bhw teori anda ..memajukan sekolah itu sangat
membuat menderita warga Jakarta.. adalah benar

pastinya rencana itu di batalkan..

masalahnya pemda sampai saat ini gak
berpendapat bgt , bgt juga banyak warga FPK yg
gak berpikir segitu sengsaranya. .

saya sendiri merasa kok ada kemajuan dlm
penanganan macet .di Jakarta . utamanya dgn
pengerahan polisi di jam sibuk di tempat
kemacetan, melarang parkir sembarangan yg
berakibat memacetkan.. , tapi tentu masihbanyak kemacetan ...

saya juga tahu soal road pricing sedang di jajagi.soal teknisnya

eh Pak Lisman Manurung kemana ya ..kan anggota
DTK mungkin lebih bisa kasih komen bermutu.

Anak saya ngantor nya di Gajah Mada, berangkat
naik kereta dr stasiun Pondok Kopi jam 6
pagi, sampai di kota sebelum jam 7 lalu naik
busway ke gajah Mada.., (ongkos busway sebelum
jam 7 lebih murah ) , dan sampai kantor jam 7,
padahal jam kerja nya mulai jam 8.Satuj am
istirahat di kantor. Kenapa dia mau berangkat
jam 6, padahal jam masuknya jam 8 ?

lha kalau berangkat jam 6.30 keretanya udah
lebih penuh desak desakannya.. bisa bisa gak bisa masuk .

dgn geser 30 menit .. ternyata bisa banyak
kenyamanan.. , nah anak sekolah juga bisa tidur
siang lebih cepat kok krn pulang lebih cepat..

dan ortu nya bisa bisa... punya waktu lebih juga
bersama keluarga .. krnr jalan berkurang kemacetannya. .

saya sendiri kantor nya aku bikin sendiri aja jam
10... juga biar gak kena macet..lha kantor kantorku sendiri ..smile..

intinya pembebanan /load yg dibagi bagi memang
bisa menolong.. tapi ... ya sekali lagi harus ada
tindakan lain..saya salahkan pemda yg kurang
sosialisasi .., tapi nggak lalu saya harus nolak suatu gagasan yg masuk akal.

kadang kadang kita yg harus aktip cari info..

Usul saya bagus kalau ada cara utk
menyimpulkanhasil diskusi lalu kirim kan ke dprd
dan pemda.., kalau di cuekin ya ..namanya juga udah usaha..

laliu kita pindah ke diskusi lain.. , atau jika
nasib baik kita dapat jawaban.. dr pemda atau
dprd.. ya kita bahas lagi jawabannya..

Buat yg merasa ini soal yg sangat prinsip .. ya
berjuang aja kasarnya sampai titik darah
penghabisan. .saya pribadi akan abstain...

Lha urusanCarre4 aja .. bikin aturan sudah 3
tahun berjuang juga belum beres.. insya Allah
Sabtu ini ada peraturan baru yg lebih
menyegarkan akan di terbitkan oleh Departemen Perdagangan. .

Urusan daging sapi pun sudah 3 tahun.. baru ada
berita minggu lalu Presiden SBY dukung impor dr
Brazil.., dan diharapkan peraturannya sgra keluar...

memang capai kok urusan dengan pemerintah di negara ini..

niatkan aja buat berusaha ... kalau gak
berhasil juga gak papa.. lha kebenaran gak harus
milik kita kok... .miungkin itu memang milik lawan kita..

HS

Kirim email ke