http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/06/12/15591783/Deplu.Minta.Waspadai.Intelijen.Pendidikan


JAKARTA,KOMPAS.com-Dirjen Hubungan Asia Pasific dan Afrika Departemen Luar 
Negeri, Hamzah Thayeb meminta agar dunia pendidikan mewaspadai adanya intelijen 
pendidikan dari beberapa negara penyandang dana beasiswa bagi warga Indonesia 
yang belajar di luar negeri.

Hal itu menanggapi adanya pernyataan salah seorang peserta `de-briefing` di 
kantor Deplu Jakara, Jumat (12/6), yang mengatakan banyak mahasiswa yang 
mendapatkan beasiswa dari luar negeri harus membuat tesis yang isinya tentang 
berbagai hal menyangkut Indonesia.

"Saya dengar banyak mahasiswa di luar negeri yang diwajibkan oleh kampusnya 
membuat tesis tentang Indonesia, ini kan bisa menjadi intelejen terdidik bagi 
negara penyandang dana," kata satu peserta.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Hamzah yang mengatakan, dari beberapa kali 
pertemuan dengan mahasiswa Indonesia di Australia yang dia lakukan, sering 
disampaikan bahwa mereka diwajibkan membuat tesis tentang Indonesia.

Bila para mahasiswa yang pendidikannya dibiayai negara bersangkutan membuat 
tesis tentang negara tempat dia belajar akan ditolak, sehingga hal tersebut 
bisa menghambat studinya. "Kondisi ini memang sulit, tapi harus dipikirkan juga 
tentang masa depan Indonesia ke depan," kata dia.

Menurut dia, bila seluruh informasi tentang Indonesia telah didapat oleh luar 
negeri, dikhawatirkan akan mempengaruhi perkembangan Indonesia ke depan. "Luar 
negeri memang sudah sangat canggih dalam menggali informasi, ini yang 
seharusnya kita tiru," kata dia.


ONO 
Sumber : Ant

Kirim email ke