Saya sering membaca buku tentang organisasi intelijen dan kegiatannya, mereka 
dalam merekrut seorang calon mata-mata sering memanfaatkan program belajar 
dengan iming-iming beasiswa dan tentunya yang diberikan  kepada mahasiswa yang 
berprestasi. ketika mereka para mahasiswa tersebut sudah  belajar di negara 
tujuan, para agen intelijen mulai melakukan aksinya dengan mendekati mahasiswa 
tersebut dengan iming-iming berbagai macam  fasilitas. setelah mahasiswa  
menempuh study dan akan menulis disertasinya, mereka diarahkan untuk membuat 
penelitian di negara asal mahasiswa  tersebut. Kalau deplu memberi peringataan 
sekarang, sebenarnya sudah terlambat karena kalau tidak salah saya juga pernah 
dengar dari teman saya bahwa setiap mahasiswa yang menulis disertasinya harus 
melakukan peneltian di negaranya sendiri dan ini dilakukan oleh PT di 
Austarlia. Kita sendiri sudah tahu bagaimana Australia memandang negara 
kita. Kalau kita mau cermati banyak mahasiswa
 lulusan dari luar negeri yang sudah menjadi antek atau mendukung kegiatan 
pencarian informasi tentang situasi dan politik negara kita. Saya hanya 
mengingatkan hati-hati dengan intervensi asing melalui politik, ekonomi, 
sosial, budaya dengan bantuan orang-orang kita yang ingin menjual negara ini 
demi satu dollar dengan menjadi agen mata-mata.  Wassalm Priatna 




--- Pada Sab, 13/6/09, Harya Setyaka <[email protected]> menulis:

Dari: Harya Setyaka <[email protected]>
Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Deplu Minta Waspadai Intelijen Pendidikan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 13 Juni, 2009, 10:06 AM







      Parno amat siih..

Memang salah satu alasan memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing

adalah comparative advantage yg dibawa oleh mahasiswa asing tsb...



Bukankah pemerintah, termasuk DepLu, juga menikmati beasiswa, karena

banyak beasiswa yg memberi kesempatan mengutamakan dosen &PNS..

Dan bukankah para pejabat2 tinggi juga alumnus program Beasiswa..



kan banyak juga staff DepLu yg mendapat beasiswa..



Wong penyandang beasiswa juga atas persetujuan negara..



Kalau mau canggih beneran, perbaiki saja sistem pendidikan.. .



Salam,

-K-

Kirim email ke