Sampai sekarang saya tidak habis pikir, kenapa pembentukan KPPN Prima/ Percontohan tidak menyertakan alternatif solusi bagi pegawai yang tidak tertampung pada KPPN Prima. Saya bukan tidak mendukung KPPN Prima, saya sangat..sangat mendukung tetapi menurut hemat saya pembentukannya KPPN ini harus diikuti kebijakan lain yang sejalan antara lain pengaturan pegawai. Melihat nasib temen-teman kita sebagai "Laskar yang Tergusur" dan terdampar di Kanwil, hati kita jadi miris & sedih. Timbul pertanyaan dalam hati saya "Akankah Ditjen Perbendaharaan mempertahankan pegawai yang bejibun ini, sementara kerjaanya hanya "luntang-lantung"? Saya setuju Betul SOP / Urjab yang sederet itu hanya akal-akalan biar terkesan banyak kerja... kenyataannya....? Bidang PA saat ini banyak bengongnya, Bidang AKLAP cukup beberapa gelitir orang saja..lainnya dagang anggur...alias nganggur, Bidang PPBn sama saja walau agak mendingan karena tiap hari dapat kiriman paket dari PT TASPEN.... Bagian Umum tiap hari memang selalu saja ada kegiatan tapi karena pegawai banyak, sekali kedip kerjaan beres... Sebelum ada pelimpahan saja orang Kanwil banyak "dagang anggur" apalagi setelah ada pelimpahan... Wow.. pegawai kanwil lebih dari 200 orang !!! ngapain aja ya? Gak kebayang deh kalau dapat tunjangan baru, dengan start grading terendah, apa pertimbangannya untuk menaikan grade bila kondisinya seperti ini?? Padahal semua pegawai pasti mengharapkan gradenya naik, adapun dia luntang-lantung ya memang konsisinya seperti itu, luntang- lantung bukan karena tidak mau kerja, juga bukan karena tidak produktif. Mereka mau bekerja, kerjanya bagus, semangat...tapi wong kerjaanya gak ada, mau apalagi, masak harus bantu2 ngepel di kantor.... Lalu..?? di oper ke daerah...? seperti kata ibu Veronica... ah kasian....mereka sudah berumur...banyak ibu-ibu.. dan kebanyakan dari mereka pemalu bila bertemu dengan komputer.... Nah lho...jadi gimana....? GAJI BUTA, UANG MAKAN BUTA, LEMBUR BUTA, TUNJANGAN BUTA...MUDAH-MUDAHAN TIDAK MEMBUTAKAN MATA, HATI DAN PERASAAN...
--- In [email protected], "Den Loesi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya hanya pengen nanggapi(ato pertanyaan) yang satu ini,.. > B. KITA HARUS MENCIPTAKAN PEKERJAAN (TERUTAMA UNTUK DI KANWIL) > Pegawai yang "digusur" oleh pola Percontohan dan ditempatkan di > Kanwil tidak perlu berkecil hati, jangan merasa sebagai "laskar tak > Berguna". Banyak pekerjaan yang harus "digali" di Kanwil. Dan juga > masih banyak kesempatan, tak lulus prima bukan berarti dunia > runtuh..keep learning. Beliau mencontohkan tentang kegagalannya dalam > beasiswa ke luar negeri di masa lalu. > > Tanggapan:
