Itulah gunanya manajemen, memperbaiki hal-hal seperti ini. Kalo manajemen 
sendiri gak tahu pegawainya harus ngapain, trus manajemen juga gak tahu potensi 
apa aja yang ada dikantor, kok bisa jadi Manajer ya???
   
  Usul:
  Sebelum ngangkat pejabat (manajer), baiknya selain tes integritas, dites juga 
kemampuan manajerial nya, jadi selalu punya pemikiran yang fresh dan up to date 
untuk memajukan organisasi dan sumber daya yang ada khususnya sumber daya 
manusia.
   
  Just for better future:)

adekustiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Sampai sekarang saya tidak habis pikir, kenapa pembentukan KPPN Prima/
Percontohan tidak menyertakan alternatif solusi bagi pegawai yang 
tidak tertampung pada KPPN Prima. Saya bukan tidak mendukung KPPN 
Prima, saya sangat..sangat mendukung tetapi menurut hemat saya 
pembentukannya KPPN ini harus diikuti kebijakan lain yang sejalan 
antara lain pengaturan pegawai. 
Melihat nasib temen-teman kita sebagai "Laskar yang Tergusur" dan 
terdampar di Kanwil, hati kita jadi miris & sedih. Timbul pertanyaan 
dalam hati saya "Akankah Ditjen Perbendaharaan mempertahankan pegawai 
yang bejibun ini, sementara kerjaanya hanya "luntang-lantung"? Saya 
setuju Betul SOP / Urjab yang sederet itu hanya akal-akalan biar 
terkesan banyak kerja... kenyataannya....? Bidang PA saat ini banyak 
bengongnya, Bidang AKLAP cukup beberapa gelitir orang saja..lainnya 
dagang anggur...alias nganggur, Bidang PPBn sama saja walau agak 
mendingan karena tiap hari dapat kiriman paket dari PT TASPEN.... 
Bagian Umum tiap hari memang selalu saja ada kegiatan tapi karena 
pegawai banyak, sekali kedip kerjaan beres...
Sebelum ada pelimpahan saja orang Kanwil banyak "dagang anggur" 
apalagi setelah ada pelimpahan... Wow.. pegawai kanwil lebih dari 200 
orang !!! ngapain aja ya? 
Gak kebayang deh kalau dapat tunjangan baru, dengan start grading 
terendah, apa pertimbangannya untuk menaikan grade bila kondisinya 
seperti ini?? Padahal semua pegawai pasti mengharapkan gradenya naik, 
adapun dia luntang-lantung ya memang konsisinya seperti itu, luntang-
lantung bukan karena tidak mau kerja, juga bukan karena tidak 
produktif. Mereka mau bekerja, kerjanya bagus, semangat...tapi wong 
kerjaanya gak ada, mau apalagi, masak harus bantu2 ngepel di 
kantor.... Lalu..?? di oper ke daerah...? seperti kata ibu 
Veronica... ah kasian....mereka sudah berumur...banyak ibu-ibu.. dan 
kebanyakan dari mereka pemalu bila bertemu dengan komputer.... Nah 
lho...jadi gimana....? GAJI BUTA, UANG MAKAN BUTA, LEMBUR BUTA, 
TUNJANGAN BUTA...MUDAH-MUDAHAN TIDAK MEMBUTAKAN MATA, HATI DAN 
PERASAAN...

--- In [email protected], "Den 
Loesi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya hanya pengen nanggapi(ato pertanyaan) yang satu ini,..
> B. KITA HARUS MENCIPTAKAN PEKERJAAN (TERUTAMA UNTUK DI KANWIL)
> Pegawai yang "digusur" oleh pola Percontohan dan ditempatkan di
> Kanwil tidak perlu berkecil hati, jangan merasa sebagai "laskar tak
> Berguna". Banyak pekerjaan yang harus "digali" di Kanwil. Dan juga
> masih banyak kesempatan, tak lulus prima bukan berarti dunia
> runtuh..keep learning. Beliau mencontohkan tentang kegagalannya 
dalam
> beasiswa ke luar negeri di masa lalu.
> 
> Tanggapan:


                         

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke