Bung Jo,
Ada yang kelewatan.
1. Memang tidak ada tempat kalau semua orang bawa kopper besar.
2. Seumur saya tidak kuat, atau lambat sekali naik kereta api sambil
    ngangkat kopper sendiri, dan kopper istri.
Jadi sudah betul, koppwer2 dititipkan , di tempat penitipan hotel.
Waktu kami naik HST dari Huang Shan ke Shanghai, seluruh kopper2
dan Handbag groep, kami minta dibawa dengan minivan ke hotel Shanghai.
Kami bayar vervoernya.
Salam,
KH


2018-04-22 2:50 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

> Bung Djie, ceritanya menarik dan berguna bagi kami.yg. akan ke Xiamen
> bulan Oktober ini dan juga mau naik bullet train..
>
> Kami pernah naik "maglev" bullet train dari kota Shanghai ke airport-nya
> sebelum Beijing Olympic, jadi tidak begitu jauh.jaraknya dan teknologinya
> lain..
>
> Kami akan mengikuti Reunion dari mantan ITB dari seluruh dunia, kira2 200
> orang, di kota Xiamen. Sebetulnya saya dan istri bukan mantan ITB (tetapi
> mantan dari universitas Jerman), tetapi kami bisa mendapat sponsor/ijin
> utk. mengikuti Reunion ini. Peserta sudah dikasih nasihat/tahu kalau naik
> bullet train, jangan bawa koper terlalu besar (tidak ada tempat utk.
> menaruhnya? Apa betul, bung Djie?) dan mesti cepat naik ke- dan turun dari
> bullet train karena di setiap stasiun bullet train cuma berherti 2 menit,
> katanya. Jadi koper besar kami, mau saya titipkan di hotel di Xiamen dan
> cuma bawa carry-on luggage utk. naik bullet train. Seperti info dari bung
> Djie, kami mesti tunggu sampai semua penumpang turun, kemudian baru naik
> bullet train. Dan kalau sampai ketinggalan kami bisa mengambil/naik "next"
> bullet train.
>
> Salam,
> BH Jo
>
>

Kirim email ke