> -----Original Message-----
> From: Syafrudin [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, November 17, 1998 5:02 PM
>
> Ini diskusi yang menarik, sayangnya nggak pernah tuntas dibicarakan di
> id-linux@ meski sudah beberapa kali disinggung. ada milis yang lebih cocok
> untuk ini nggak ya ? nggak enak kalau newbie yang sedang nyari informasi
> install gagal kok ketemu 'topik berat' seperti ini :-)

Yup, sekali-kali diskusinya jangan hal teknis aja ...

> menurut saya faktor 'mudah mendapatkan' dan 'mudah digunakan' tersebut
> perlu kita kaji lagi.

Produk Microsoft juga mudah didapatkan ... mudah digunakan karena sudah
lebih duluan orang banyak make

> kedua, apakah benar semua Unix (secara umum) itu 'tidak mudah didapatkan'
> dan 'tidak mudah digunakan' ?

Yang jelas secara umum pemakai Unix berkembang karena komunitasnya, tidak
seperti Microsoft berkembang karena promosi dan iklan

> kekurangan Unix kan dalam pandangan kebanyakan orang adalah susah
> dipelajari, lebih mudah Win yang tinggal click. Untuk ini, Pak Made
> Wiryana sudah membahas di diskusi sebelumnya bahwa ini lebih menjurus ke
> mitos, bukan ilmiah.

Ini kecenderungan pemakai komputer karena dibuai oleh GUI-nya Windows,
dulu komputer itu sesuatu yang harus dipelajari, nggak sembarangan orang
yang make, juga Mac kita nggak sembarangan gonta-ganti device, pokoknya
user tinggal click.

> Jadi pepatah _kasar_ bahwa 'dumb user' dan 'dumb sysadmin' cuma layak
> dapat NT karena Unix itu cuma buat 'smart user' dan 'smart sysadmin' ada
> benarnya. atau kalau saya lihat di signature salah satu orang RedHat, Unix
> itu user friendly, cuma dia milih - milih saja dalam mengambil friend :-)

Sekarang user biasa pun sudah mulai ngotak-ngatik lebih dalam OS yang dia
pasang, lama-lama dia tahu banyak bolongnya, ditambah informasi mengenai
Linux khususnya makin besar

> menurut saya mereka cuma perlu mendapat pengertian aspek - aspek bisnis
> dalam IT. terbukti dari perusahaan Multi Nasional misalnya, yang
> kebijakannya dari luar, mereka OS-nya beragam sesuai dengan kebutuhan,
> tidak seragam MS semua, tidak juga seragam Unix semua atau terminal semua.

Aspek bisnis berbeda dengan aspek riset/pendidikan, saya sendiri yang sedang
aktif di lingkungan pendidikan tidak berkiblat pada sebuah OS
Yang jelas lingkungan universitas di amerika menolak riset penelitian IT
untuk produk Microsoft

> kalau menurut saya kita hidup itu dengan kompromi, atau pakai istilah yang
> umum di reformasi sekarang, menghindari otoriter ataupun anarki :-) jadi
> kalau kerja di lingkunga MS semua atau campur aduk, ya nggak perlu kita
> langsung usul ganti semua, atau sebaliknya kita meninggalkan perjuangan
> untuk me-Linux-kan Indonesia :-) untuk yang pas pakai Linux, kenapa nggak
> usul diganti, kalau yang sudah optimal pakai AS/400 misalnya, kenapa tidak
> dibiarkan ?

Ini masalah bisnis ... promosi dan portfolio sudah dipegang produk terkenal
seperti IBM, contoh jaringan Siskohat yang pake AS/400 dan  NT di seluruh
Indonesia ... apa Komunitas Linux mau mengganti sistemnya?
Pemerintah biasanya hanya berbisnis dengan yang punya NPWP


Koreksi jika saya salah,

.jay.


----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Netiket autoresponder: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke