On Tue, 17 Nov 1998, B. 'Avatar' Avianto wrote:

> Sekarang tantangan bagi komunitas *nix : apakah mereka mau membagi
> eksklusivitas tersebut dengan kalangan awam? atau justru kalangan awam
> memang tidak mau tahu lebih dari sekedar promosi dan iklan?

Betul.. seperti yang saya tulis di paper saya (pada awalnya UNIX hanya
menjadi milik golongan terbatas di Indonesia..bla..bla silahkan baca
sendiri).  Jadi pada saat itu exclusisme UNIX memang memerikan previledge
bagi kelompok tertentu, dan menguntungkan daripada disebarkan pada
masyarakat.  Tetapi jangka pangjangnya, ternyata membuat UNIX mati langkah
kalah populer dengan Windows dan DOS.

Untuntnya dengan LINUX dan FreeBSD hal ini makin berkurang (mudah mudahan
hilang)

> Word-nya. Untuk dia 'there is no such logical thing why he must "click" an
> icon to run a program' ... dia lebih prefer 'type something' to run a
> program... apakah berarti dia salah? back to the forum. 

Betul.. Thimbleby dalan User Interface Design menjelaskan hal ini, karena
image akan menimbulkan ambiguity dalam mengintepretasikan, sehinga
mengurangi konsep What You See is What You Get.  Sebagai contoh user Eropa
dulu tidak mengerti icon MailBox.  Untuk jelasnya baca 

Borges-Waldegg, Paula, Stephen A. R. Scrivener (1998). Meaning, the
     central issue in cross-cultural HCI design. Interacting
     with Computers, 9, pp. 287-309. 

> dengan skripsinya yaitu 'Menghubungkan komputer berbasis windows 95 dengan
> server berbasis Netware'. Kasus ini membuat saya berpikir sebenarnya
> standard apa sih yang berlaku dalam dunia IT?

   Sebetulnya bukan itu standard di TI (untuk draft bisa diliat di
   homepage saya standard ini sudah akan disebarkan)..
  
   Itu hanyalah kesalahan "mitos"..he.he.he

> Berarti memang perlu sebuah lembaga *formal* untuk komunitas Linux? Disini
> saya menaruh harapan besar terhadap KPLI-KPLI yang mudah-mudahan dapat
> berkembang kearah sana.

   Salah satu cara adalah "menekan pemerintah he..he kayak politik aja",
   agar proyek pemerintah memanfaatkan LINUX atau OpenSoure produk..(pasti
   banyak yang maki maki saya) karena

- Menekan biaya yang harus dikeluarkan
- Memberikan sistem yang lebih baik, dan dengan skalabilitas,
  ekspandibilitas, reliabilitas, dan tas tas lainnya yang lebih baik
- Tidak melanggar "hak cipta" ini membuat citra baik di mata internasional
- Memberikan kesempatan lapangan pekerjaan bagi TI lokal baik untuk,
  development, technical support, maupun training.

Gimana....perlu bikin deklarasi ????

IMW

===========================================================================
I Made Wiryana (0521-106 5328)            Universitas Gunadarma - Indonesia
Rechnernetze und Verteilte Systeme  http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made
Universitaet Bielelfeld                                   Check my e-zine :
[EMAIL PROTECTED]    http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/majalah
===========================================================================


----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Netiket autoresponder: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke