Saya punya pengalaman demikian, tetapi bukan dalam rangka jalan-jalan atau 
berwisata.
Saya dan seorang teman ketika tamat SMA berencana melanjutkan kuliah di Jakarta.
Di Jakarta ini kami berdua ditipu oleh sopir bajaj, dicuekin oleh orang yg kami 
tanyai mengenai bus yg harus ditumpangi, ditipu oleh kondektur metromini/kopaja 
mengenai jurusan yg kami naiki, bus yang kami tumpangi tiba-tiba berhenti di 
tengah jalan dan memindahkan penumpang seenaknya.
Ini semua terjadi dalam satu hari ketika kami bermaksud pulang ke daerah 
Cengkareng ke Sunter (yg kali nya membuat kami mabok).
Dari situ saya langsung membuat keputusan untuk membatalkan kuliah di Jakarta 
dan memilih Bandung sebagai gantinya.
Dan memang ketika di Bandung temanku terkesan sekali dengan keramahan 
penduduknya. Turun dari angkutan umum membawa koper besar, dia dibantu penduduk 
setempat yang membawakan barangnya ketika menanyakan alamat.
Nah.. Waktu itu saya mengalami gegar budaya di Jakarta sehingga di kepala saya 
terbersit tidak ingin kuliah bahkan bekerja di Jakarta. Saya bahkan bertekad 
tidak akan mau naik bajaj lagi. Hehehe..!
Ketika suatu hari saya memutuskan berhenti kerja di Bandung dan mencari 
pekerjaan di Jakarta, orang tua saya sangat heran. Tetapi saya bilang saya 
sudah siap mental.
Dan setelah 7 tahun tinggal di Jakarta ternyata tidak seburuk anggapan saya 
dolo. Mungkin memang karena ekspektasi saya dulu itu penduduk Jakarta sama 
ramahnya dengan di daerah dan ternyata mereka cukup sibuk untuk itu.

-nirwana-

Sent from my Blueberry CheezeĀ® smartphone

-----Original Message-----
From: Ambar Briastuti <[email protected]>
Date: Wed, 3 Feb 2010 10:57:54 
To: Indobackpacker Groups 
[email protected]<[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Paris sindrom: karena kejutan budaya?

Dear kawan-kawan IBP,


Alkisah sindrom ini terjadi pada turis Jepang yang melancong ke  
Paris, Perancis. Ini adalah gejala psikologis ketika si turis merasa  
kejutan budaya terlalu besar untuk diterima. Ia akan merasa tersisih,  
agitasi dan terkadang mengalami gejala fisik seperti pusing,  
berkeringat dingin dan capek secara ekstrem. Sindrom ini menjadi  
terkenal sebagai contoh ketidakmampuan traveller menghadapi  
ekspektasi yang terlalu tinggi pada destinasi. Tempat yang akan kita  
datangi digambarkan sempurna, penuh keindahan dan kebaikan. Tetapi  
kemudian menghadapi kenyataan: penduduk Paris yang tidak bersahabat,  
tidak mau berbahasa inggris, perbedaan kultur yang terlalu besar,  
ataupun terlalu capek untuk menhisap aura sebuah kota. Membuat  
pengunjung Jepang harus dipulangkan sebelum saatnya, karena tidak  
tahan dengan kondisi ini.

Well, walau belum pernah kejadian begini saya tertarik untuk mencari  
tahu ketika seorang kawan bercerita sehabis mengunjungi sebuah kota  
yang membuatnya kecewa berat. Kotor, jijik, makanan ngga enak etc  
membuat saya tertarik pengen mendengar pengalaman teman-teman.  
Pernahkah mengunjungi tempat dan merasakan sindrom ini? Tidak musti  
Paris, London, Singapura. Tetapi bisa jadi Jakarta, Surabaya,  
Jayapura ataupun tempat yang kita tidak familiar.

Benarkah ekspektasi yang terlalu besar membuat kita tidak nyaman?  
apakah ini menghentikan kita untuk 'menjelajahi' kota? apakah  
'culture shock' atau kejut budaya adalah sumbernya?


Pendapat dan sharing ditunggu.



More about
Paris Syndrome: http://en.wikipedia.org/wiki/Paris_syndrome
Culture Shock: http://en.wikipedia.org/wiki/Culture_shock



Salam,
ambar




[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Indonesian Backpacker Community 
visit our website at http://www.indobackpacker.com 

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja. 

Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi 
mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file. 

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

Mengirim email ke grup : [email protected] (moderasi penuh)
Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected]
Satu email perhari: [email protected]
No-email/web only: [email protected]
Berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke