Kalo berwisata siy hampir oke saja, krn wisata yg saya sukai lebih bersifat adventure.. sehingga fasilitas dan transportasi yang minim gak jadi masalah.. dan tentu saja kebanyakan berwisata adventure itu bertemu dengan orang-orang yg ramah.. Mungkin jg pada saat itu saya masih berpikiran polos saja soale baru sekali itu melakukan perjalanan sendiri ke luar Sumatera tanpa orang tua. Sebelumnya ketika masih sekolah SMA saya sudah melakukan perjalanan wisata sendirian ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara dengan menggunakan bus yang aman-aman saja dan menyenangkan. Bagaimanapun menyenangkan atau tidak suatu perjalanan, selalu ada pelajaran yang bisa didapat.
Salam Jalan-Jalan! -nirwana- Sent from my Blueberry Cheeze® smartphone -----Original Message----- From: yulia darmawi <[email protected]> Date: Wed, 3 Feb 2010 18:15:42 To: <[email protected]> Subject: Re: [indobackpacker] Paris sindrom: karena kejutan budaya? kalo menurut saya semua tempat wisata biasa nya mempromosikan keindahan wilayah,makanan dan segala fasilitas yang ada. saya belum pernah membaca promosi pariwisata yang mengatakan penduduknya ramah (paling ada promosi akan di temani oleh tour guide yang ramah). Jadi kalo mau jalan jalan ya bayangin tempat yang akan di kunjungi aja baik pemandangannya ato kulinernya. ga usah ngarepin keramahan penduduknya biar ga kecewa n ga harus pulang sebelum jadwal --- On Thu, 4/2/10, Nirwana Saloka <[email protected]> wrote: From: Nirwana Saloka <[email protected]> Subject: Re: [indobackpacker] Paris sindrom: karena kejutan budaya? To: "Ambar Briastuti" <[email protected]>, [email protected] Date: Thursday, 4 February, 2010, 6:31 AM Saya punya pengalaman demikian, tetapi bukan dalam rangka jalan-jalan atau berwisata. Saya dan seorang teman ketika tamat SMA berencana melanjutkan kuliah di Jakarta. Di Jakarta ini kami berdua ditipu oleh sopir bajaj, dicuekin oleh orang yg kami tanyai mengenai bus yg harus ditumpangi, ditipu oleh kondektur metromini/kopaja mengenai jurusan yg kami naiki, bus yang kami tumpangi tiba-tiba berhenti di tengah jalan dan memindahkan penumpang seenaknya. Ini semua terjadi dalam satu hari ketika kami bermaksud pulang ke daerah Cengkareng ke Sunter (yg kali nya membuat kami mabok). Dari situ saya langsung membuat keputusan untuk membatalkan kuliah di Jakarta dan memilih Bandung sebagai gantinya. Dan memang ketika di Bandung temanku terkesan sekali dengan keramahan penduduknya. Turun dari angkutan umum membawa koper besar, dia dibantu penduduk setempat yang membawakan barangnya ketika menanyakan alamat. Nah.. Waktu itu saya mengalami gegar budaya di Jakarta sehingga di kepala saya terbersit tidak ingin kuliah bahkan bekerja di Jakarta. Saya bahkan bertekad tidak akan mau naik bajaj lagi. Hehehe..! Ketika suatu hari saya memutuskan berhenti kerja di Bandung dan mencari pekerjaan di Jakarta, orang tua saya sangat heran. Tetapi saya bilang saya sudah siap mental. Dan setelah 7 tahun tinggal di Jakarta ternyata tidak seburuk anggapan saya dolo. Mungkin memang karena ekspektasi saya dulu itu penduduk Jakarta sama ramahnya dengan di daerah dan ternyata mereka cukup sibuk untuk itu. -nirwana- Sent from my Blueberry Cheeze® smartphone -----Original Message----- From: Ambar Briastuti <[email protected]> Date: Wed, 3 Feb 2010 10:57:54 To: Indobackpacker Groups [email protected]<[email protected]> Subject: [indobackpacker] Paris sindrom: karena kejutan budaya? Dear kawan-kawan IBP, Alkisah sindrom ini terjadi pada turis Jepang yang melancong ke Paris, Perancis. Ini adalah gejala psikologis ketika si turis merasa kejutan budaya terlalu besar untuk diterima. Ia akan merasa tersisih, agitasi dan terkadang mengalami gejala fisik seperti pusing, berkeringat dingin dan capek secara ekstrem. Sindrom ini menjadi terkenal sebagai contoh ketidakmampuan traveller menghadapi ekspektasi yang terlalu tinggi pada destinasi. Tempat yang akan kita datangi digambarkan sempurna, penuh keindahan dan kebaikan. Tetapi kemudian menghadapi kenyataan: penduduk Paris yang tidak bersahabat, tidak mau berbahasa inggris, perbedaan kultur yang terlalu besar, ataupun terlalu capek untuk menhisap aura sebuah kota. Membuat pengunjung Jepang harus dipulangkan sebelum saatnya, karena tidak tahan dengan kondisi ini. Well, walau belum pernah kejadian begini saya tertarik untuk mencari tahu ketika seorang kawan bercerita sehabis mengunjungi sebuah kota yang membuatnya kecewa berat. Kotor, jijik, makanan ngga enak etc membuat saya tertarik pengen mendengar pengalaman teman-teman. Pernahkah mengunjungi tempat dan merasakan sindrom ini? Tidak musti Paris, London, Singapura. Tetapi bisa jadi Jakarta, Surabaya, Jayapura ataupun tempat yang kita tidak familiar. Benarkah ekspektasi yang terlalu besar membuat kita tidak nyaman? apakah ini menghentikan kita untuk 'menjelajahi' kota? apakah 'culture shock' atau kejut budaya adalah sumbernya? Pendapat dan sharing ditunggu. More about Paris Syndrome: http://en.wikipedia.org/wiki/Paris_syndrome Culture Shock: http://en.wikipedia.org/wiki/Culture_shock Salam, ambar ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja. Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : Mengirim email ke grup : [email protected] (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected] Satu email perhari: [email protected] No-email/web only: [email protected] Berhenti dari milist kirim email kosong : [email protected] Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
