Ikutan sharing ya.... Kalau saya 'alergi stadium 4' dengan Bandung, bukan soal gegar budaya, tapi lebih ke gegar sikon. Saya suka bertanya-tanya, mengapa ya orang ramai-ramai liburan ke Bandung? Mungkin karena saya tidak hobby belanja ya. Buat saya liburan ke Bandung itu mendatangkan stress, bukan sebaliknya. Disana macet, semua FO penuh dengan orang2 rebutan baju, begitu juga resto2 ramai sekali, jalanannya biking pusing - one way disana-sini, kemudian lagi2 ke Kampung Daun, Kartika Sari, Warung Lela (Wale), cafe Halaman, Amanda, Paris van Java......Klimak nya beberapa tahun yang lalu karena macet di sepanjang tol....Ibunya Ipar saya yang sudah tua kena stroke (panik sekali...baru sekali ini menghadapi orang yang terkena stroke), dibawa ke Boromeus....masuk ICU...malam berikutnya dengan ambulan dibawa ke RS Cipto, Jakarta dan meninggal seminggu kemudian. Jadi itu cerita saya tentang Bandung. Sekarang ke Bandung kalau super urgent saja.....
Salam, Sophie -----Original Message----- From: Ambar Briastuti <[email protected]> Date: Wed, 3 Feb 2010 10:57:54 To: Indobackpacker Groups [email protected]<[email protected]> Subject: [indobackpacker] Paris sindrom: karena kejutan budaya? Dear kawan-kawan IBP, Alkisah sindrom ini terjadi pada turis Jepang yang melancong ke Paris, Perancis. Ini adalah gejala psikologis ketika si turis merasa kejutan budaya terlalu besar untuk diterima. Ia akan merasa tersisih, agitasi dan terkadang mengalami gejala fisik seperti pusing, berkeringat dingin dan capek secara ekstrem. Sindrom ini menjadi terkenal sebagai contoh ketidakmampuan traveller menghadapi ekspektasi yang terlalu tinggi pada destinasi. Tempat yang akan kita datangi digambarkan sempurna, penuh keindahan dan kebaikan. Tetapi kemudian menghadapi kenyataan: penduduk Paris yang tidak bersahabat, tidak mau berbahasa inggris, perbedaan kultur yang terlalu besar, ataupun terlalu capek untuk menhisap aura sebuah kota. Membuat pengunjung Jepang harus dipulangkan sebelum saatnya, karena tidak tahan dengan kondisi ini. Well, walau belum pernah kejadian begini saya tertarik untuk mencari tahu ketika seorang kawan bercerita sehabis mengunjungi sebuah kota yang membuatnya kecewa berat. Kotor, jijik, makanan ngga enak etc membuat saya tertarik pengen mendengar pengalaman teman-teman. Pernahkah mengunjungi tempat dan merasakan sindrom ini? Tidak musti Paris, London, Singapura. Tetapi bisa jadi Jakarta, Surabaya, Jayapura ataupun tempat yang kita tidak familiar. Benarkah ekspektasi yang terlalu besar membuat kita tidak nyaman? apakah ini menghentikan kita untuk 'menjelajahi' kota? apakah 'culture shock' atau kejut budaya adalah sumbernya? Pendapat dan sharing ditunggu. More about Paris Syndrome: http://en.wikipedia.org/wiki/Paris_syndrome Culture Shock: http://en.wikipedia.org/wiki/Culture_shock Salam, ambar ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja. Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : Mengirim email ke grup : [email protected] (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected] Satu email perhari: [email protected] No-email/web only: [email protected] Berhenti dari milist kirim email kosong : [email protected] Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : [email protected] Yahoo! Groups Links
