sekedar urun rembug, bagaimana dengan *modified jaw thrust*? mungkin para suhu senior bisa berbagi ilmu buat kami2 ini :)
thanks 2009/2/15 Agit Seno <[email protected]> > Terima kasih atas tanggapan dari rekans semua.. > Mohon pencerahan dari rekans.. > > Bila ada sebuah kasus, seorang pengendara sepeda motor kecelakaan tunggal, > dan saya adalah seorang petugas medis seorang diri. Kemudian didapatkan > bahwa korban mengalami henti nafas dan jantung. Sementara juga DICURIGAI > cedera servical (diagnosis PASTI hanya dari rontgen). Apa yang harus saya > lakukan? mengingat bahwa tidak mungkin menggunakan jawthrust sambil > melakukan mouth to mouth, sedangkan saya hanya menolong korban sendirian. > Sedangkan bila dikatakan KONTRAINDIKASI, maka saya tidak boleh menggunakan > head tilt chin lift pada pasien ini.(dengan head tilt chin lift, saya bisa > membuka jalan nafas dan memberikan mouth to mouth pada pasien ini yang jelas > mengalami henti nafas). Sedang bila saya lbh mempertimbangkan KEMUNGKINAN > cedera lehernya, mungkin saya akan membuatnya tidak terselamatkan (karena > dia jelas2 tidak bernafas). > oiya, dalam ATLS, kalo tidak salah, saya tidak menemukan kata2 bahwa head > tilt chin lift KONTRAINDIKASI pada korban cedera cervical. Hanya dikatakan > bahwa jawtrust digunakan untuk membuka jalan nafas pada korban cedera > cervical. Atau mungkin karena kekurangtelitian saya dalam membaca, mungkin > rekans bs membantu untuk mengutipkan bahasan dari handbook ATLS tentang ini? > > Terima kasih... > > --- On *Fri, 2/13/09, pro emergency <[email protected]>* wrote: > > From: pro emergency <[email protected]> > Subject: Re: Bls: [indofirstaid.org]: TEKNIK-TEKNIK MEMPERTAHANKAN AIRWAY > ?? > To: [email protected] > Date: Friday, February 13, 2009, 3:27 PM > > > Dear all, > > Kami setuju dengan Sdr. Buchari, > > > 1. Pada penderita trauma dengan curiga fraktur servical memang > diprioritaskan menggunakan teknik jaw thrust, karena tindakan ini dilakukan > sambil menjaga / imobilisasi servikal agar tetap in line. > 2. NPA memang tidak boleh digunakan apabila penderita dicurigai fraktur > basis cranii yang ditandai dengan keluarnya darah / cairan dari mulut, > hidung dan telinga atau pembengkakan pada mata (racoon eyes). > 3. Sebagai rujukan dalam bahasa indonesia silahkan buka buku ATLS yang > dikeluarkan oleh Ikatan Ahli Bedah Indonesia yang mengadop American College > Of Surgeon. > > > PRO EMERGENCY > proemergency@ yahoo.co. id > http://proemergency -ems.blogspot. com > > --- Pada *Kam, 12/2/09, SC <an6...@yahoo. com>* menulis: > > Dari: SC <an6...@yahoo. com> > Topik: Re: Bls: [indofirstaid. org]: TEKNIK-TEKNIK MEMPERTAHANKAN AIRWAY ?? > Kepada: indofirstaid@ yahoogroups. com > Tanggal: Kamis, 12 Februari, 2009, 12:51 AM > > Rekan-rekan sekalian, > > > > Saya ingin berbagi pengalaman pengetahuan sebagai tanggapan dari pokok > pembicaraan ini dari sdr. Jajat Sudrajat. Dengan garis bawah, prosedur tetap > yang saya gunakan dari AHA dan New York State EMS. Dengan tidak mengurangi > rasa hormat: > > 1. Pembukaan jalan nafas pada pasien yg dicurigai menderita luka trauma > di sekitar cervical lordosis, hanya menggunakan teknik JAW THRUST MANEUVER, > *bukan* CHIN LIFT. Mungkin yg dimaksud oleh sdr. Jajat adalah chin lift > sebagai implikasi gerakan jaw thrust. > 2. Penggunaan NPA (Nasopharyngeal Airway) tidak boleh dilakukan pada > pasien yg dicurigai menderita luka trauma di sekitar cervical column. > Treatment ini dilakukan sebagai skenario terburuk dalam pre-hospital > setting. Alasan utama adalah untuk mencegah menembusnya NPA ke tulang > Sphenoid yang terletak diantara perbatasan sisi hidung bagian dalam dan > otak > bagian bawah (orbital part, olfactory trigone) sebagai luka sekunder. Jadi > dalam hal ini, OPA (Oropharyngeal Airway) lebih dianjurkan. Treatment yg > dilakukan EMS selalu berasumsi pada skenario terburuk pada luka trauma > cervical lordosis pada level BLS dan ALS. > 3. Panduan Teknik resustasi (CPR) pada pasien penderita trauma tertulis > pada panduan prosedur tetap AHA, memang tidak dibahas secara detail > teknisnya, krn AHA menyerahkan sepenuhnya kebijakan setiap negara bagian di > US atau negara-negara lain utk mengatur teknis pelaksanaannya. Silahkan > baca 2005 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary > Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care *Part 10.7: Cardiac > Arrest Associated With Trauma* pada link berikut di bawah ini http://circ. > ahajournals. org/cgi/content/ full/112/ 24_suppl/ > IV-146<http://circ.ahajournals.org/cgi/content/full/112/24_suppl/IV-146> > > Stay Safe and Stay Health ! > > Sincerely, > > > > EMT. A. Buchari > *Disaster Health Services* > *American Red Cross* in Greater New York > 520 W 49th St. > New York, NY 10019 > Ph. 1-877-*REDCROSS* > > > > ------------------------------ > *From:* Jajat Sudrajat <zazat_sudrazat@ yahoo.co. id> > *To:* indofirstaid@ yahoogroups. com > *Sent:* Wednesday, February 11, 2009 3:52:33 AM > *Subject:* Bls: [indofirstaid. org]: TEKNIK-TEKNIK MEMPERTAHANKAN AIRWAY > ?? > > Dear, > Agit Seno > > Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan : > > 1. Tindakan head-tilt-chin- lift adalah kontraindikasi pada penderita > yang dicurigai mengalami cedera leher (Fraktur servikal). Hal ini karena > head tilt chin lift adalah tindakan pembebasan jalan napas yang > mengakibatkan kepala pendeita menengadah (Ekstensi/Hiperekst ensi). > 2. Semua tindakan (buka jalan napas atau yang lainnya) pada penderita > trauma yang dicurigai fraktur servikal harus selalu menjaga agar posisi > penderita tetap lurus / in line position. Jadi tindakan head tilt chin > lift tidak dibenarkan dilakukan pada penderita dengan kecurigaan fraktur > servikal. Coba anda buka hand book of Advance Trauma Life Support dari > American College Of Surgeon. > 3. Tindakan pembukaan jalan napas pada sumbatan karena pangkal lidah > (dengan curiga fraktur servikal/patah tulang leher) dilakukan dengan > manuver > chin lift dan jaw thrust. > 4. Tindakan jaw thrust dan chin lift adalah tindakan yang diperuntukan > bagi orang awam yang tidak memiliki alat untuk pembebasan jalan napas > karena > sumbatan pangkal lidah pada penderita yang tidak sadar. sedangkan petugas > profesional dalam membebaskan jalan napas karena sumbatan pangkal lidah > menggunakan alat yang namanya oropharyngeal airway (OPA) atau Naso > Pharyngeal airway (NPA) jadi siapa bilang orang awam tidak boleh > melakukan tindakan ini. > 5. Tindakan head tilt chin lift atau menengadahkan kepala penderita > yang di curigai cedera leher justru akan berakibat fatal, semakin banyak > menggerakan leher semakin besar kemungkinan akan terjadi cedera sekunder. > karena di leher banyak sekali dilewati persyarafan, bukan tidak mungkin > dengan menengadahkan kepala penderita, penderita akan mengalami henti napas > dan henti jantung atau kelumpuhan yang permanen. > 6. Pada penderita dengan kecurigaan cedera tulang leher, didlam menjaga > jalan napasnya harus selalu menjaga agar selalu dalam posisi segaris > (cervical control), jadi sangat dianjurkan untuk selalu memakai neck collar > atau fiksasi secara manual. > 7. Sekali lagi head tilt chin lift tidak boleh dilakukan pada penderita > dengan curiga cedera tulang leher, tindakan manual yang dianjurkan adalah > chin lift dan jaw trust. > 8. AHA adalan Asosiasi Ahli Jantung Di Amerika, kalau anda cek pada > guideline itu tidak dibahas detail tentang tindakan resusitasi pada > penderita trauma, mereka hanya menekankan pada penderita yang mengalami > henti napas dan henti jantung saja dengan irama asistole, VT atau VF. > Sedangkan untuk rujukan penanganan penderita trauma silahkan anda buka hand > book ATLS atau BTLS. > > Terimakasih atas perhatiannya. > > Wassalam, > Jajat Sudrajat > > --- Pada *Sen, 9/2/09, Agit Seno <agitx2...@yahoo. com>* menulis: > > Dari: Agit Seno <agitx2...@yahoo. com> > Topik: [indofirstaid. org]: TEKNIK-TEKNIK MEMPERTAHANKAN AIRWAY ?? > Kepada: indofirstaid@ yahoogroups. com > Tanggal: Senin, 9 Februari, 2009, 2:11 AM > > Tindakan Head Tilt Chin Lift BUKAN KONTRA INDIKASI pada pasien dengan > cedera leher. Sejak tahun 2005, guideline yang dikeluarkan oleh AHA, ILCOR > maupun ERC menyatakan bahwa pada pasien dengan cedera leher, prioritas > pertama adalah mempertahankan/ membuka jalan nafas. > Syarat jawtrust adalah : > 1. Harus dilakukan oleh tenaga medis profesional > 2. Dilakukan oleh minimal 2 orang tenaga medis profesional > Kenapa harus oleh tenaga medis profesional? Dari penelitian dinyatakan > bahwa tenaga medis profesional- pun mengalami kesulitan dalam membuka jalan > nafas yang adekuat dengan jawtrust. Karena itu, protap jawtrust hanya > diajarkan kepada tenaga medis. Seorang relawan kesehatan tidak diajarkan > manuver ini, karena pada keadaan pasien gawat, yang terjadi adalah gagal > dalam membuka jalan nafas. Selain itu, bila pelatihan mengajarkan bahwa Head > tilt chin lift tidak boleh dilakukan pada pasien curiga cedera leher, maka > hal itu akan menyebabkan banyak korban tidak tertolong dengan angka > keberhasilan membuka jalan nafas yang rendah. > Penggunaan colar neck pada pembukaan jalan nafasjuga tidak dianjurkan, > karena akan menghambat jalan nafas terbuka. Penggunaan colar neck hanya > dianjurkan pada pasien dengan jalan nafas yang stabil. > > Kesimpulan : > Sesuai dengan guideline yang berlaku international, maka ketika ada korban > curiga cedera leher, yang dilakukan pertama kali adalah : Head Tilt Chin > Lift, baru kemudian Jawtrust (dengan syarat penolong diatas). Bila yang > menolong hanya ada seorang tenaga medis-pun, maka Head tilt chin lift tetap > merupakan prioritas pertama. > > AHA adalah American Heart Association, protap RJP yang digunakan di > indonesia kebanyakan mengacu pada organisasi ini. Tetapi masih banyak protap > RJP di indonesia yang tidak sesuai dengan protap aslinya. ILCOR adalah > gabungan organisasi kegawatdaruratan dunia, dimana guidelinenya merupakan > kesepakatan organisasi besar dunia dalam melakukan RJP, termasuk didalamnya > adalah AHA dan ERC. > > > ------------------------------ > Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download > Yahoo! Toolbar sekarang . > <http://sg.rd.yahoo.com/id/search/toolbar/mail/signature/*http://id.toolbar.yahoo.com/> > > > ------------------------------ > Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! > <http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/pingbox/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/> > Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! > > > >

