Pak Kun, mohon izin untuk *share* postingan panjenengan ini di milis pendidikan ya Pak.
Kagem Mas Asrofi, kalau nanti panjenengan sudah kagungan putra, dan ingin menyekolahkan anak, bagaimana njenengan bisa memilih guru ? Problem kompetensi guru ini sudah sangat "mewabah". Masyarakat seperti tak punya daya untuk hal ini. Saya sendiri akhirnya terpaksa harus menengok ke perguruan tinggi para calon guru. Dengan analisa Pak Kun yg seperti itu, padahal beliau jelas ada di dalam "sistem perti", menjadi agak jelas kiranya *asbabun-nuzul*-nya Indonesia menjadi seperti sekarang ini. Salam PakPur

