Pak Pur,

Saat ini saya berfikir mengusahakan mendidik sendiri lebih banyak daripada
membiarkan dia di sekolah. Saya harap ketika nanti saya punya anak saya akan
banyak waktu utk didik anak saya. Mudah2an nanti ketika anak saya udah di
usia sekolah kualitas guru ga seperti kebanyakan guru sekarang.

Tulisan saya di atas sama sekali bukan "menjelekkan profesi guru" sama
sekali bukan, karena saya sendiri masih memegang cita-cita orang tua saya
agar nanti bisa membuat sekolahan sendiri yg berkualitas, bapak saya juga
seorang guru pak.

Kita tidak boleh diam, apalagi pura-pura tidak tahu, memulai berfikir dan
bicara itu akan merubah segalanya pak. think becomes things.

Saya yakin kampanye pendidikan saya ini akan ada hasilnya, walau sekedari
dimulai dari temen-temen, tetangga dan milis ini, saya yakin, dan saya akan
terus mengatakannya di beberapa kesempatan.

Banyak yang harus di rubah di Indonesia dalam hal pendidikan, tidak
terkecuali pendidikan agama. Saya heran kok banyak pondok pesantren yang
lebih memilih menjauh dari masyarakat seperti shaolin saja.

ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : [email protected]
Email : [email protected]
Blog : www.asrofi.web.id
Office : www.sentraproperty.com


2010/6/30 PakPur <[email protected]>

>
>
> Pak Kun, mohon izin untuk *share* postingan panjenengan ini di milis
> pendidikan ya Pak.
>
> Kagem Mas Asrofi, kalau nanti panjenengan sudah kagungan putra, dan ingin
> menyekolahkan anak, bagaimana njenengan bisa memilih guru ? Problem
> kompetensi guru ini sudah sangat "mewabah". Masyarakat seperti tak punya
> daya untuk hal ini. Saya sendiri akhirnya terpaksa harus menengok ke
> perguruan tinggi para calon guru. Dengan analisa Pak Kun yg seperti itu,
> padahal beliau jelas ada di dalam "sistem perti", menjadi agak jelas kiranya
> *asbabun-nuzul*-nya Indonesia menjadi seperti sekarang ini.
>
> Salam
>
> PakPur
>
>
>
>  
>

Kirim email ke