Doakan aja mas, saya merencanakan nikah di bulan oktober tahun ini.
Mudah-mudahan jodoh dengan calon saya ini sehingga rencana nikah oktober
benar-benar terlaksana, mohon doanya ya mas, dan teman-teman.

Akan tetapi saya tidak akan undang-undang selayaknya orang kebanyakan mas,
saya juga tidak setuju dengan pesta nikah yang dimeriahkan apalagi
berlebih-lebihan dan apalagi mengharapkan amplop, walimahan kok menerima
amplop, lucu. Kita harus berani menghentikan kebiasaaan buruk ini mas.

Doakan juga nanti di usia saya di atas 40 atau sebelumnya saya bisa membuat
sekolahan yang berkualitas mas. amin.

Saya setuju mas Ery, Pak Kun.. mahasiswa sebaiknya fokus pada bidangnya, yg
dipelajarinya.
dan sebaiknya ketika merasa salah jurusan dan merasa tidak nyaman ya mending
keluar, daftar ulang ke jurusan yg diminati. LULUS dari kampus bukan
segala-galanya. Belajar itulah yg utama.
Saya pun belajar tanpa dapat ijasah memakan waktu 1 tahun per bulan 200.000,
dan ada hasilnya. Ijasah bukan segala-gelanya. INi pun pinign belajar lagi
tanpa ijasah juga.
Ayo semangat belajar ah.... jangan semangat ngejar ijazah.

Banyak contohnya yg fokus di bidangnya dan berhasil diantaranya mas Anton di
perikanan dan mas Ery di Energy.... Mas Ery dan rekan2nya sekarang punya apa
tuh.... yg bikin briket.

ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : [email protected]
Email : [email protected]
Blog : www.asrofi.web.id
Office : www.sentraproperty.com


2010/6/30 ery wijaya <[email protected]>

>
>
> "Saya harap ketika nanti saya punya anak saya akan banyak waktu utk didik
> anak saya"
>
> Kapan mas Asrofi bagi2 ulem2nya ditunggu lho ya sama warga KOL hehe
>
>
> Salam,
>
>
> Ery Wijaya
> http://erywijaya.wordpress.com/
> http://energyplanning.wordpress.com
> <http://energyplanning.wordpress.com%20>
>
> <http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id>
>  <http://kamase.org>
>
>
> ------------------------------
> *From:* ASROFI <[email protected]>
>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wed, 30 June, 2010 10:57:39
>
> *Subject:* Re: [kendal-online] Masalah MENTAL pada lulusan terkini
>
>
>
> Pak Pur,
>
>
> Saat ini saya berfikir mengusahakan mendidik sendiri lebih banyak daripada
> membiarkan dia di sekolah. Saya harap ketika nanti saya punya anak saya akan
> banyak waktu utk didik anak saya. Mudah2an nanti ketika anak saya udah di
> usia sekolah kualitas guru ga seperti kebanyakan guru sekarang.
>
> Tulisan saya di atas sama sekali bukan "menjelekkan profesi guru" sama
> sekali bukan, karena saya sendiri masih memegang cita-cita orang tua saya
> agar nanti bisa membuat sekolahan sendiri yg berkualitas, bapak saya juga
> seorang guru pak.
>
> Kita tidak boleh diam, apalagi pura-pura tidak tahu, memulai berfikir dan
> bicara itu akan merubah segalanya pak. think becomes things.
>
> Saya yakin kampanye pendidikan saya ini akan ada hasilnya, walau sekedari
> dimulai dari temen-temen, tetangga dan milis ini, saya yakin, dan saya akan
> terus mengatakannya di beberapa kesempatan.
>
> Banyak yang harus di rubah di Indonesia dalam hal pendidikan, tidak
> terkecuali pendidikan agama. Saya heran kok banyak pondok pesantren yang
> lebih memilih menjauh dari masyarakat seperti shaolin saja.
>
> ASROFI
>
> Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
> Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
> Selatan
> Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
>
> Mobile  : +6281 311 661 479
> Yahoo : asrofism
> G-Talk : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
> Email : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
> Blog : www.asrofi.web. id <http://www.asrofi.web.id>
> Office : www.sentraproperty. com <http://www.sentraproperty.com>
>
>
> 2010/6/30 PakPur <pak...@gmail. com <[email protected]>>
>
>>
>>
>> Pak Kun, mohon izin untuk *share* postingan panjenengan ini di milis
>> pendidikan ya Pak.
>>
>> Kagem Mas Asrofi, kalau nanti panjenengan sudah kagungan putra, dan ingin
>> menyekolahkan anak, bagaimana njenengan bisa memilih guru ? Problem
>> kompetensi guru ini sudah sangat "mewabah". Masyarakat seperti tak punya
>> daya untuk hal ini. Saya sendiri akhirnya terpaksa harus menengok ke
>> perguruan tinggi para calon guru. Dengan analisa Pak Kun yg seperti itu,
>> padahal beliau jelas ada di dalam "sistem perti", menjadi agak jelas kiranya
>> *asbabun-nuzul*-nya Indonesia menjadi seperti sekarang ini.
>>
>> Salam
>>
>> PakPur
>>
>>
>>
>>
>
>  
>

Kirim email ke