"Saya harap ketika nanti saya punya anak saya akan banyak waktu utk didik anak 
saya"

Kapan mas Asrofi bagi2 ulem2nya  ditunggu lho ya sama warga KOL hehe

 Salam, 


Ery Wijaya
http://erywijaya.wordpress.com/
http://energyplanning.wordpress.com 







________________________________
From: ASROFI <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, 30 June, 2010 10:57:39
Subject: Re: [kendal-online] Masalah MENTAL pada lulusan terkini

  
Pak Pur,

Saat ini saya berfikir mengusahakan mendidik sendiri lebih banyak daripada 
membiarkan dia di sekolah. Saya harap ketika nanti saya punya anak saya akan 
banyak waktu utk didik anak saya. Mudah2an nanti ketika anak saya udah di usia 
sekolah kualitas guru ga seperti kebanyakan guru sekarang.

Tulisan saya di atas sama sekali bukan "menjelekkan profesi guru" sama sekali 
bukan, karena saya sendiri masih memegang cita-cita orang tua saya agar nanti 
bisa membuat sekolahan sendiri yg berkualitas, bapak saya juga seorang guru pak.

Kita tidak boleh diam, apalagi pura-pura tidak tahu, memulai berfikir dan 
bicara itu akan merubah segalanya pak. think becomes things.

Saya yakin kampanye pendidikan saya ini akan ada hasilnya, walau sekedari 
dimulai dari temen-temen, tetangga dan milis ini, saya yakin, dan saya akan 
terus mengatakannya di beberapa kesempatan.

Banyak yang harus di rubah di Indonesia dalam hal pendidikan, tidak terkecuali 
pendidikan agama. Saya heran kok banyak pondok pesantren yang lebih memilih 
menjauh dari masyarakat seperti shaolin saja.

ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : m...@asrofi. web.id
Email : m...@asrofi. web.id
Blog : www.asrofi.web. id
Office : www.sentraproperty. com



2010/6/30 PakPur <pak...@gmail. com>

>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>  >
>
>>
> 
>>      
> 
>Pak Kun, mohon izin untuk share postingan panjenengan ini di milis pendidikan 
>ya Pak.
>
>
>Kagem Mas Asrofi, kalau nanti panjenengan sudah kagungan putra, dan ingin 
>menyekolahkan anak, bagaimana njenengan bisa memilih guru ? Problem kompetensi 
>guru ini sudah sangat "mewabah". Masyarakat seperti tak punya daya untuk hal 
>ini. Saya sendiri akhirnya terpaksa harus menengok ke perguruan tinggi para 
>calon guru. Dengan analisa Pak Kun yg seperti itu, padahal beliau jelas ada di 
>dalam "sistem perti", menjadi agak jelas kiranya asbabun-nuzul-nya Indonesia 
>menjadi seperti sekarang ini.
>
>
>Salam
>
>
>PakPur
>
>
>
>
>
>

 


      

Kirim email ke