Matur nuwun Boss.
Apakah saya terlalu menyederhanakan masalah? Sorry. Maklumlah orang
lapangan, suka main straight saja.
By the way, semakin banyak berjalan, semakin banyak dilihat, dan rasanya
semakin pengen diam.
Tapi apa iya yang vulgar begini didiamkan, sementara yang diluar sana
ngetawain kebodohan kita habis habisan....
Yap
(lebih suka dinegeri sendiri, walaupun harus hujan batu)
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] SKANDAL BANK BALI
>Date: Fri, 13 Aug 1999 19:58:43 +0700
>
>He.. he.. , welcome home the young man,
>
>Persoalannya juga sudah jelas bahwa debat, diskusi, dan dialog apapun
>mengenai situasi saat ini yang ditayangkan di TV atau di gelar di
>hotel-hotel itu bermuara pada satu cara untuk memperbaiki keadaan, yaitu
>kekuatan pro SQ harus disingkirkan!
>
>Analogi Boss lebih baik memilih karung dalam kucing karena kucing yang
>diluar karung jelas tidak mungkin dipilih adalah sangat tepat. Dilanjutkan
>kemungkinan gagal kurang dari 50% namun kalau diganti kemungkinan gagal dan
>berhasil sama.
>
>Kulit lama memang tidak mungkin dijahit dengan kulit yang baru!
>
>
>----- Original Message -----
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 13 August 1999 13:42
>Subject: [Kuli Tinta] SKANDAL BANK BALI
>
>
>Satu topik lagi yang jadi arena belajar ngomong bagi politisi Indonesia.
>Segala macam tesis dan anti tesis keluar untuk menunjukkan yang satu lebih
>pintar dari lainnya. Tapi persoalannya sendiri, dan para pelakunya tenang
>saja tak terusik, salah satunya dengan alasan menunggu proses hukum, yang
>berdasarkan pengalaman sebelumnya tidak pernah tuntas.
>
>Padahal kalau ada iktikad menyelesaikan, atau istilah mas Amien : punya
>sense of crises, cara yang perlu ditempuh sangat mudah.
>
>Pejabat yang berkuasa di Depkeu, BPPN dan BI, hampir senada bahwa kerjasama
>BB dengan EGP tidak benar, dengan segala argumentasinya.
>
>Ya batalkan saja. Uangnya dikembalikan ketempat semula. Baru pelakunya
>diusut secara hukum.
>
>Dengan keputusan pengembalian uang itu, maka akan ketahuan, siapa
>sebenarnya
>yang menerima atau menikmati uang itu. Nggak usah repot mencari akan muncul
>sendiri, karena mereka (para maling itu) akan bertengkar sendiri.
>
>Yang ideal BPPN yang memerintahkan pembatalan perjanjian dan pengembalian
>uang ini. Kalau BB menolak, ancam dengan likuidasi.
>
>Apa benar Pemerintah takut sama Rudi Ramli? Apa benar Pemerintah takut sama
>Setya Novanto? Atau Djoko Tjandra? Jangan jangan mereka hanya kucing kurap
>yang disuruh bossnya dengan sedikit upah. Jadi, apakah Pemerintah takut
>sama
>boss yang menyuruh itu? Siapa sih dia? Jangan jangan dirinya sendiri.
>
>SKANDAL BANK BALI hanya setetes noktah dilautan dunia korupsi Indonesia.
>Kalau nggak berani menindak HMS itu masih masuk akal. Kalau nggak berani
>menindak Andi Galib, bolehlah. Tetapi kalau nggak berani menindak Setya
>Novanto? Nggak masuk akal kan? Kecuali kalau takut ditelanjangi oleh Setya
>Novanto cs.
>
>Yap
>Sejak semula tahu : Golkar bauuuu
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!