Lho memangnya pada belom tau ya kalau Tanri Abeng, Baramuli,  itu khan
orangnya PDI-P makanya .....!

Hidup Wartawan REPUBLIKA yang cerdas .....!     Hidup koran REPUBLIKA......!
hidup Baramuli .......!


Paijo GombalTeles (yang bingung sama berita republika ini, mau nuduh kok
mbingungi .....!  bingun aku binguuun...!)

> -----Original Message-----
> From: Yap C. Young [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Subject:      [Kuli Tinta] Skandal Bank Bali
> 
> Kutipan berita Republika on line tentang skandal BB hari ini memberi info 
> menarik:
> 
> Armin atau Hartojo (Rusli mengaku lupa) mengambil sebuah naskah dari
> sakunya 
> dan diserahkan kepada Panda Nababan, untuk difoto-copy. Itulah naskah yang
> 
> kelak dikenal sebagai ''Catatan Penting/Harian Rudy Ramli''.
> Meski secara substansial Rudy tak menolak, bahkan mengatakan, sekitar
> 90-95 
> persen benar.
> 
> Rudy secara terang-terangan mengatakan, bahwa dirinya merasa dimanfaatkan 
> oleh para petinggi PDI-P.
> 
> Rudy mengatakan  sama sekali tidak ada kesan Djoko Tjandra -- direktur PT 
> EGP, mitra bisnisnya dalam transaksi cessie -- memiliki hubungan khusus 
> dengan Presiden Habibie.
> 
> Rudy mengaku merasa tidak berdaya menghadapi Djoko Tjandra karena ada 
> backing yang kuat, yaitu Tanri Abeng dan Baramuli.
> 
> + Kalau informasi diatas itu benar, berarti Baramuli dan Tanri Abeng
> adalah 
> petinggi PDI-P yang sengaja memanfaatkan Rudy Ramli, karena artikel ini 
> akhirnya ditutup dengan :
> 
> Nah, tampaknya kian jelas, siapa saja yang harus ''digantung'' untuk 
> menyelesaikan skandal yang sangat memalukan ini.
> 
> Untuk jelasnya, baca sendiri deh....(asa teu nyambung)
> 
> Republika on line 27 September 1999:
> Pengakuan Lengkap para Aktor Bank Bali
> Meski layar panggung sudah setengah digulung -- seiring dengan selesainya 
> tugas Pansus -- tapi skandal Bank Bali sebenarnya belum akan berakhir. 
> Bahkan, mulai pekan ini, pentas drama yang melibatkan banyak tokoh
> terkenal 
> itu akan memulai episode baru, yang diyakini bakal semakin panas.
> Semua itu akan diawali dengan pemanggilan sejumlah aktor utama Bank Bali
> -- 
> yakni Rudy Ramli, Rusli Suryadi, dan Firman Soetjahja, ketiganya mantan 
> direksi Bank Bali, serta dua orang direksi PT Era Giat Prima (EGP) Setya 
> Novanto dan Djoko Tjandra -- oleh Kejaksaan Agung. Diharapkan, di sana 
> mereka mau berbicara secara terbuka, apa adanya, dan sesuai fakta.
> Kalau itu memang terjadi, bukan tak mungkin, akan terungkap, apa dan 
> bagaimana peran para petinggi PDI-P. Manuver politik pengurus-pengurus
> teras 
> partai berlambang ''Banteng Gendut'' tersebut sebenarnya sudah diungkap 
> sedikit oleh Rudy Ramli dan Rusli Suryadi.
> Dalam pemeriksaan di hadapan anggota Pansus, Rudy secara terang-terangan 
> mengatakan, bahwa dirinya merasa dimanfaatkan oleh para petinggi PDI-P.
> Kala 
> itu, cerita Rudy, di tengah kegundahannya, Rusli mengatakan kepada
> dirinya, 
> bahwa ia mempunyai banyak ''teman merah'' (maksudnya para pengurus PDI-P),
> 
> di antaranya adalah Theo Toemion.
> Bermula dari rekomendasi Rusli inilah kemudian Rudy ''dijebak'' oleh 
> orang-orang ''Banteng Gendut''. Skenario ''penjebakan'' itu sendiri -- 
> berdasarkan pengakuan Rusli di hadapan anggota Pansus -- terjadi ketika
> Rudy 
> menerima saran Rusli agar dirinya menemui Theo, untuk meminta saran dan 
> pendapat dalam mengatasi kemelut Bank Bali.
> Namun, ternyata pertemuan dengan seorang Theo tadi diperluas menjadi 
> pertemuan dengan tokoh-tokoh PDI-P pada 12 Agustus 1999, bertempat di
> kantor 
> Dimyati Hartono. Hadir dalam pertemuan itu, Kwik Kian Gie, Armin Aryoso, 
> Theo Toemion, dan Panda Nababan. Saat itu, cerita Rusli, Armin atau
> Hartojo 
> (Rusli mengaku lupa) mengambil sebuah naskah dari sakunya dan diserahkan 
> kepada Panda Nababan, untuk difoto-copy. Itulah naskah yang kelak dikenal 
> sebagai ''Catatan Penting/Harian Rudy Ramli''.
> Meski secara substansial Rudy tak menolak, bahkan mengatakan, sekitar
> 90-95 
> persen benar, tapi ia tak pernah membubuhkan tanda-tangan atau
> mencantumkan 
> namanya sendiri dalam dokumen tersebut -- artinya, naskah itu memang bukan
> 
> dia yang membuat. Bahkan, judul dokumen itu sempat ditip-ex olehnya. Rudy 
> sendiri mengaku tak mempunyai kebiasaan membuat catatan harian.
> Sampai di sini, Rudy agaknya belum sadar, kalau dirinya sedang dilibatkan 
> dalam sebuah permainan politik tingkat tinggi oleh para pengurus PDI-P
> tadi. 
> Ia baru ngeh, setelah ''Catatan Penting/Harian Rudy Ramli'' tadi 
> dipresentasikan oleh Kwik Kian Gie dalam sebuah konferensi pers yang
> sengaja 
> digelar di markas besar partai itu di Lenteng Agung.
> ''Waktu itu Rudy sangat kaget, dan kecewa sekali. Ia sampai membatalkan 
> secara sepihak surat kuasa sebagai pengacara atau penasihat hukum yang
> telah 
> diberikannya kepada Armin Arjoso,'' cerita Rusli, seperti diungkap dalam 
> Laporan Pansus Pernyelidikan Kasus Bank Bali.
> Sampai di sini, tampaknya, persoalan harus sedikit diperluas. Bukan cuma 
> mengusut indikasi keterlibatan dan permainan politik uang yang dilakukan 
> sejumlah menteri dan tokoh Golkar saja, tapi juga perlu mengungkapkan
> semua 
> manuver politik para petinggi PDI-P, yang secara etika dapat dianggap
> berada 
> di luar kadar kepatutan.
> Pengusutan itu juga menjadi semakin penting, karena Rudy mengatakan sama 
> sekali tidak ada kesan Djoko Tjandra -- direktur PT EGP, mitra bisnisnya 
> dalam transaksi cessie -- memiliki hubungan khusus dengan Presiden
> Habibie, 
> orang yang selama ini diopinikan oleh banyak media massa sebagai ''dalang 
> yang sesungguhnya'' dalam skandal ini.
> Tapi, ''Rudy mengaku merasa tidak berdaya menghadapi Djoko Tjandra karena 
> ada backing yang kuat, yaitu Tanri Abeng dan Baramuli,'' tulis laporan 
> pengakuan Rudy Ramli di hadapan anggota Pansus.
> Nah, tampaknya kian jelas, siapa saja yang harus ''digantung'' untuk 
> menyelesaikan skandal yang sangat memalukan ini.
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke