Rasanya sekarang jadi kita yang mesti siap-siap, yaitu siap-siap untuk
dikibuli lagi, untuk kerjain lagi, untuk dibingungi lagi yang ujung-ujungnya
tetap saja kita ini dirampok lagi.

Analisa & komentar para ahli, yang benar-benar akli sudah seabrek, bayangkan
kasus ini sudah bergulir selama 2 minggu. Kesimpulannya......anda nilai
sendiri.

Eh...tau-taunya penyelidikannya malah  diserahkan kepada Menkeu & BI. Yah
dasar presiden kita ini !!.  Nggak logis & masuk akal langkahnya dong.
Sangat boleh jadi keduanya malah akan membuat pagar pelindung nantinya. 

Secerca harapan mungkin ada, sesuai statement politik Mega (mungkin yang
lain menyusul), Biar saja mereka berulah, tapi nanti akan ada ganjarannya.
Yang penting semua data harus tetap diupayakan & disimpan untuk bekal nanti.

Selamat berjuang.......& urut dada.  Salam,  Fw.


> -----Original Message-----
> From: Yap C. Young [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]  
> Satu topik lagi yang jadi arena belajar ngomong bagi politisi Indonesia. 
> Segala macam tesis dan anti tesis keluar untuk menunjukkan yang satu lebih
> 
> pintar dari lainnya. Tapi persoalannya sendiri, dan para pelakunya tenang 
> saja tak terusik, salah satunya dengan alasan menunggu proses hukum, yang 
> berdasarkan pengalaman sebelumnya tidak pernah tuntas.
> 
> Padahal kalau ada iktikad menyelesaikan, atau istilah mas Amien : punya 
> sense of crises, cara yang perlu ditempuh sangat mudah.
> 
> Pejabat yang berkuasa di Depkeu, BPPN dan BI, hampir senada bahwa
> kerjasama 
> BB dengan EGP tidak benar, dengan segala argumentasinya.
> 
> Ya batalkan saja. Uangnya dikembalikan ketempat semula. Baru pelakunya 
> diusut secara hukum.
> 
> Dengan keputusan pengembalian uang itu, maka akan ketahuan, siapa
> sebenarnya 
> yang menerima atau menikmati uang itu. Nggak usah repot mencari akan
> muncul 
> sendiri, karena mereka (para maling itu) akan bertengkar sendiri.
> 
> Yang ideal BPPN yang memerintahkan pembatalan perjanjian dan pengembalian 
> uang ini. Kalau BB menolak, ancam dengan likuidasi.
> 
> Apa benar Pemerintah takut sama Rudi Ramli? Apa benar Pemerintah takut
> sama 
> Setya Novanto? Atau Djoko Tjandra? Jangan jangan mereka hanya kucing kurap
> 
> yang disuruh bossnya dengan sedikit upah. Jadi, apakah Pemerintah takut
> sama 
> boss yang menyuruh itu? Siapa sih dia? Jangan jangan dirinya sendiri.
> 
> SKANDAL BANK BALI hanya setetes noktah dilautan dunia korupsi Indonesia. 
> Kalau nggak berani menindak HMS itu masih masuk akal. Kalau nggak berani 
> menindak Andi Galib, bolehlah. Tetapi kalau nggak berani menindak Setya 
> Novanto? Nggak masuk akal kan? Kecuali kalau takut ditelanjangi oleh Setya
> 
> Novanto cs.
> 
> Yap
> Sejak semula tahu : Golkar bauuuu
> 
> 
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke