Di pendapat, perasaan, penglihatan dan pendengaran rakyat awam:
Materinya jelas, para pelakunya juga jelas, prosesnya jelas.
Lalu proses pengungkapan kasus tsb, kurang jelas, penyidikan lebih kurang
jelas (dikembalikan lagi ke Polri), ke pengadilan............masih gelap
gulita
Nah lu, kalo begitu gimane kata anak Jakarte, Bang?
jsujanto
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 28 September 1999 16:51 PM
Subject: [Kuli Tinta] Skandal Bank Bali


> Kutipan berita Republika on line tentang skandal BB hari ini memberi info
> menarik:
>
> Armin atau Hartojo (Rusli mengaku lupa) mengambil sebuah naskah dari
sakunya
> dan diserahkan kepada Panda Nababan, untuk difoto-copy. Itulah naskah yang
> kelak dikenal sebagai ''Catatan Penting/Harian Rudy Ramli''.
> Meski secara substansial Rudy tak menolak, bahkan mengatakan, sekitar
90-95
> persen benar.
>
> Rudy secara terang-terangan mengatakan, bahwa dirinya merasa dimanfaatkan
> oleh para petinggi PDI-P.
>
> Rudy mengatakan  sama sekali tidak ada kesan Djoko Tjandra -- direktur PT
> EGP, mitra bisnisnya dalam transaksi cessie -- memiliki hubungan khusus
> dengan Presiden Habibie.
>
> Rudy mengaku merasa tidak berdaya menghadapi Djoko Tjandra karena ada
> backing yang kuat, yaitu Tanri Abeng dan Baramuli.
>
> + Kalau informasi diatas itu benar, berarti Baramuli dan Tanri Abeng
adalah
> petinggi PDI-P yang sengaja memanfaatkan Rudy Ramli, karena artikel ini
> akhirnya ditutup dengan :
>
> Nah, tampaknya kian jelas, siapa saja yang harus ''digantung'' untuk
> menyelesaikan skandal yang sangat memalukan ini.
>
> Untuk jelasnya, baca sendiri deh....(asa teu nyambung)
>
> Republika on line 27 September 1999:
> Pengakuan Lengkap para Aktor Bank Bali
> Meski layar panggung sudah setengah digulung -- seiring dengan selesainya
> tugas Pansus -- tapi skandal Bank Bali sebenarnya belum akan berakhir.
> Bahkan, mulai pekan ini, pentas drama yang melibatkan banyak tokoh
terkenal
> itu akan memulai episode baru, yang diyakini bakal semakin panas.
> Semua itu akan diawali dengan pemanggilan sejumlah aktor utama Bank
Bali --
> yakni Rudy Ramli, Rusli Suryadi, dan Firman Soetjahja, ketiganya mantan
> direksi Bank Bali, serta dua orang direksi PT Era Giat Prima (EGP) Setya
> Novanto dan Djoko Tjandra -- oleh Kejaksaan Agung. Diharapkan, di sana
> mereka mau berbicara secara terbuka, apa adanya, dan sesuai fakta.
> Kalau itu memang terjadi, bukan tak mungkin, akan terungkap, apa dan
> bagaimana peran para petinggi PDI-P. Manuver politik pengurus-pengurus
teras
> partai berlambang ''Banteng Gendut'' tersebut sebenarnya sudah diungkap
> sedikit oleh Rudy Ramli dan Rusli Suryadi.
> Dalam pemeriksaan di hadapan anggota Pansus, Rudy secara terang-terangan
> mengatakan, bahwa dirinya merasa dimanfaatkan oleh para petinggi PDI-P.
Kala
> itu, cerita Rudy, di tengah kegundahannya, Rusli mengatakan kepada
dirinya,
> bahwa ia mempunyai banyak ''teman merah'' (maksudnya para pengurus PDI-P),
> di antaranya adalah Theo Toemion.
> Bermula dari rekomendasi Rusli inilah kemudian Rudy ''dijebak'' oleh
> orang-orang ''Banteng Gendut''. Skenario ''penjebakan'' itu sendiri --
> berdasarkan pengakuan Rusli di hadapan anggota Pansus -- terjadi ketika
Rudy
> menerima saran Rusli agar dirinya menemui Theo, untuk meminta saran dan
> pendapat dalam mengatasi kemelut Bank Bali.
> Namun, ternyata pertemuan dengan seorang Theo tadi diperluas menjadi
> pertemuan dengan tokoh-tokoh PDI-P pada 12 Agustus 1999, bertempat di
kantor
> Dimyati Hartono. Hadir dalam pertemuan itu, Kwik Kian Gie, Armin Aryoso,
> Theo Toemion, dan Panda Nababan. Saat itu, cerita Rusli, Armin atau
Hartojo
> (Rusli mengaku lupa) mengambil sebuah naskah dari sakunya dan diserahkan
> kepada Panda Nababan, untuk difoto-copy. Itulah naskah yang kelak dikenal
> sebagai ''Catatan Penting/Harian Rudy Ramli''.
> Meski secara substansial Rudy tak menolak, bahkan mengatakan, sekitar
90-95
> persen benar, tapi ia tak pernah membubuhkan tanda-tangan atau
mencantumkan
> namanya sendiri dalam dokumen tersebut -- artinya, naskah itu memang bukan
> dia yang membuat. Bahkan, judul dokumen itu sempat ditip-ex olehnya. Rudy
> sendiri mengaku tak mempunyai kebiasaan membuat catatan harian.
> Sampai di sini, Rudy agaknya belum sadar, kalau dirinya sedang dilibatkan
> dalam sebuah permainan politik tingkat tinggi oleh para pengurus PDI-P
tadi.
> Ia baru ngeh, setelah ''Catatan Penting/Harian Rudy Ramli'' tadi
> dipresentasikan oleh Kwik Kian Gie dalam sebuah konferensi pers yang
sengaja
> digelar di markas besar partai itu di Lenteng Agung.
> ''Waktu itu Rudy sangat kaget, dan kecewa sekali. Ia sampai membatalkan
> secara sepihak surat kuasa sebagai pengacara atau penasihat hukum yang
telah
> diberikannya kepada Armin Arjoso,'' cerita Rusli, seperti diungkap dalam
> Laporan Pansus Pernyelidikan Kasus Bank Bali.
> Sampai di sini, tampaknya, persoalan harus sedikit diperluas. Bukan cuma
> mengusut indikasi keterlibatan dan permainan politik uang yang dilakukan
> sejumlah menteri dan tokoh Golkar saja, tapi juga perlu mengungkapkan
semua
> manuver politik para petinggi PDI-P, yang secara etika dapat dianggap
berada
> di luar kadar kepatutan.
> Pengusutan itu juga menjadi semakin penting, karena Rudy mengatakan sama
> sekali tidak ada kesan Djoko Tjandra -- direktur PT EGP, mitra bisnisnya
> dalam transaksi cessie -- memiliki hubungan khusus dengan Presiden
Habibie,
> orang yang selama ini diopinikan oleh banyak media massa sebagai ''dalang
> yang sesungguhnya'' dalam skandal ini.
> Tapi, ''Rudy mengaku merasa tidak berdaya menghadapi Djoko Tjandra karena
> ada backing yang kuat, yaitu Tanri Abeng dan Baramuli,'' tulis laporan
> pengakuan Rudy Ramli di hadapan anggota Pansus.
> Nah, tampaknya kian jelas, siapa saja yang harus ''digantung'' untuk
> menyelesaikan skandal yang sangat memalukan ini.
>
> 25399.htm - top
>
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke