From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 24 September 1999 04:21
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kepemimpinan dan Manajemen

Nah, gitu dong mas, senang sekali kalau  sudah tergerak untuk
merespons
begini.

��: He... he... saya kan cuma ikutan.


Yap:
Sebelumnya saya ingin klarifikasi dulu mengapa saya bilang
manajemen itu
bersifat status-quo. Sekedar menyamakan visi dan meletakkan
konteksnya agar
proporsional

��: Namun saya juga ingin mengatakan bahwa di
        manajemen ada capstone contingency.


Singkatnya pada point inilah sifat status-quo manajemen itu:
Rencana kerja
dan anggaran untuk periode tertentu yang telah disusun untuk
mencapai suatu
sasaran, dilaksanakan dengan mengorganisir manusia dan peralatan
yang ada.
Untuk menjamin kebenaran alur dan kecepatan pelaksanaan dilakukan
pengendalian dan pengawasan secara berkala.

��: Apakah mungkin, kita keluar rumah tanpa pernah
        mengetahui mengapa kita harus keluar rumah?
        Mengapa kita harus sekolah? Mengapa kita harus
        mempelajari teori? Untuk diploma?


Yap:
Sasaran manajemen adalah 'getting things done'. Artinya sasaran
(things) itu
sudah ditetapkan lebih dahulu, dan skalanya relatif pendek.

��: Yang ini nggak bener.
        Agar "things" itu terjadi maka seluruh jajaran manajemen
        yang tiga layer itu memiliki jenjang perencanaan dan
        kegiatan yang berbeda. Yang paling atas lebih berkutat
        di strategic problems - jangka panjang sedang yang
        di paling bawah lebih berkutat di operational problems
        - jangka pendek. Bisnis 1 juta berbeda dengan bisnis
        100 milyar bukan?


Yap:
Karena itu dibuatlah perencanaan sesuai , yang pada hakekatnya
merupakan pilihan
terbaik dari segala alternatif yang tersedia pada saat itu. Untuk
mengakomodasi kesamaan persepsi terhadap rumusan perencanaan,
banyak orang
menyajikannya dalam bentuk kuantitatif, sehingga perbedaan
disiplin ilmu
tidak menyebabkan perbedaan penafsiran.

��: Perencanaan tidak selalu kuantitatif.
        Program yang dijabarkan menjadi anggaran memang
        kuantitatif. Bung Martin kan ngak mungkin diajak
        membahas CAD/CAM. Namun, dia bisa menganalisis
        penyebab kegagalan penualan CN235 Tetuko sing tuku
        ora tau teko, sing teko ora tau tuku.


Yap:
Dengan demikian ketaatan pada perencanaan merupakan point penting
dalam
rangka pencapaian sasaran. Karena itu tidak boleh ada
improvisasi, untuk
peningkatan kualitas sasaran sekalipun, didalam pencapaian
sasaran itu.

��: Ah engak juga. Itu paradigma lama push system barat
        yang sudah mulai ditinggalkan. Didalam pull system,
        improvisasi harian mungkin dilakukan. Dalam proses
        Pengendalian, follow up mungkin dilakukan bila kinerja
        organisasi akan menjadi lebih jelek bila diteruskan.


Yap:
Secara eksplisit bung  Aswat juga menyatakan bahwa :
Kepemimpinan dibutuhkan
agar proses manajemen itu berjalan sehingga tujuan bisa dicapai
secara
efisien dan efektif.

��: Saya butuh orang untuk meyakinkan saya bahwa
        organisasi bisa berjalan tanpa ada yang memimpin
        dimana organisasi didefinisikan sebagai kumpulan
        dua orang atau lebih yang memiliki paling sedikit
        satu tujuan umum yang sama dan saling bekerjasama
        untuk mewujudkan tujuan itu.


Yap:
Dengan demikian yang boleh improvisatif adalah proses
pelaksanaannya.

��: Didalam Strategic Planning Process ada tahap
        monitor dan review. Tangap terahadap perubahan
        lingkungan adalah kata kunci dalam strategic
        thinking process.


Yap:
Tetapi sendi sendi dasar yang telah diletakkan dalam perencanaan
harus ditaati,
sehingga sasaran  yang telah ditetapkan dalam perencanaan dapat
dicapai
secara effisien dan effektip. Ketaatan pada azas yang telah
ditetapkan
sebelumnya inilah yang saya maksud dengan status quo.

��:Kegagalan IBM tahun 60 dalam memprediksi
        perkembangan personal computer dan kegagalan
        Ford yang mempertahankan model T sehingga
        rugi 200 juta dolar dan pangsa pasarnya diambil
        alih oleh General Motor sehingga tidak pernah
        kembali lagi hingga sekarang adalah contoh
        kesalahan manajemen. Hal yang sama untuk
        kegagalan perusahaan KKN meskipun dimanajeri
        oleh segudang lulusan Harvard.


Yap:
Sangat berbeda dengan kepemimpinan, dimana bahkan sasaran itu
masih dapat
diharu biru, direvioew sepanjang perjalanan proses. Kepemimpinan
tidak
membutuhkan ketaatan pada perencanaan dan siap mengantisipasi
perobahan yang
timbul, termasuk perubahan rumusan sasaran. Karena itu
kepemimpinan dinamis
sifatnya.

��: Singkat saja:  Leader or Manager?


Yap:
Manajemen itu harus status-quo. Kata kuncinya keteraturan.
Begitu lho.

��: Bagaimana dengan Just In Time?
        Long year plan dijabarkan menjadi anual plan.
        Annual plan dijabarkan menjadi quarter plan
        Quarter plan dijabarkan menjadi monthly plan
        Monthly plan dijabarkan menjadi weakly plan
        Weakly plan dijabarkan menjadi daily plan.
        Mengapa?
        Juga bagaimana dengan penundaan proyek
        ketika resoure leveling perlu dilakukan?


Sementara ini dulu agar  message ini nggak terlalu panjang
(hemat bandwidth), insya Allah tangapan atas tanggapan Bung Yap
akan saya tulis dalam message lain saja ya.

��







______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke