Terima kasih mas atas pencerahannya. Saya malah nggak tahu sedetail itu. 
Secara garis besar saya paham yang mas maksudkan, termasuk peranan 
kepemimpinan dalam melaksanakan management-concept.
Kalau mas merasa risih dengan istilah pengesahan, saya paham juga.
Sekali lagi tidak ada maksud menjelekkan atau merendahkan manajemen dengan 
menempelkan stigma status-quo disitu. Status-quo itu perlu untuk menjamin 
stabilitas dan keteraturan, sehingga memungkinkan pelaksanaan kontrol dan 
pertanggung jawaban. Tetapi ada juga saat dimana perubahan (change) 
diperlukan, dalam menjamin sustainabilitas, termasuk pembentukan kurva S 
berikutnya.

Saya merasa pengayaan wawasan yang mas sampaikan mengutuhkan pemahaman saya 
pada topik yang sedang didiskusikan.

Tentang japri JIT, saya berterima kasih sekali kalau itu terlaksana, karena 
sudah agak lama saya nggak mendapat referensi baru. Tentang control within 
process dalam JIT juga kebetulan sudah saya laksanakan dalam rangka 
meminimalisasi deffect. Ada emergency stop button yang siap dipencet oleh 
operator yang mengetahui terjadinya kelainan pada unitnya.

Semangat keteraturan dan ketaatan pada sasaran pada sasaran itulah yang 
tadinya saya sebut Status-quo. Dan itu tidak jelek, karena memang 
diperlukan.

Saya berharap ketidak sukaan pada istilah status-quo menimbulkan trauma pada 
siapapun. Karena pada situasi yang tepat, status-quo memang perlu.

Yap

>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke