Jangan gitu ah....  ane juga pake.
Namun yang pasti saya bukan murni orang manajemen dan saya sanat
senang arena akhirna kita bertemu di aliran contingency - tidak
ada teori manajemen yang berlaku umum.

Saya rasa, sistem yang sedang Bung Yap kembangkan dalam bisnis
telah berada di track yang benar (futuristik). Kata kuncinya
memang   t r u s t  !  Jidoka memang dilandasi oleh trust. Dan
konsep itu kini telah menyebar luas karena ternyata bisa
menurunkan cost of management (less coordination and
controlling). Electronic Data Interchange  dalam Market Supply
Chain  retail besar seperti Wall Mart akhirnya juga bertumpu pada
asumsi  t r u s t  [Information Technology for Management, Turban
et.al., Wiley 1999]

Seandainya konsep itu di terapkan dalam bisnis media penerbitan
maka kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa dihemat?

Mengenai JIT itu, maaf saya agak terpengaruh oleh penilaian saya
terhadap pendapat teman-teman saya yang sudah Master maupun PhD
dan menjadi pengajar di PT. Mereka secara sederhana
mendefinisikan JIT sebagai zero defect dan zero inventory serta
menganggap konsep lain menjadi usang dan tidak bisa lagi dipakai.
Waduuh... kasihan kan mahasiswanya.  Jadi, sekali lagi mohon maaf
kalau Bung Yap agak terimbas.

However, you the tough netter. :-)



----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 28 September 1999 03:52
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kepemimpinan dan Manajemen


Terima kasih mas atas pencerahannya. Saya malah nggak tahu
sedetail itu.
Secara garis besar saya paham yang mas maksudkan, termasuk
peranan
kepemimpinan dalam melaksanakan management-concept.
Kalau mas merasa risih dengan istilah pengesahan, saya paham
juga.
Sekali lagi tidak ada maksud menjelekkan atau merendahkan
manajemen dengan
menempelkan stigma status-quo disitu. Status-quo itu perlu untuk
menjamin
stabilitas dan keteraturan, sehingga memungkinkan pelaksanaan
kontrol dan
pertanggung jawaban. Tetapi ada juga saat dimana perubahan (chang
e)
diperlukan, dalam menjamin sustainabilitas, termasuk pembentukan
kurva S
berikutnya.

Saya merasa pengayaan wawasan yang mas sampaikan mengutuhkan
pemahaman saya
pada topik yang sedang didiskusikan.

Tentang japri JIT, saya berterima kasih sekali kalau itu
terlaksana, karena
sudah agak lama saya nggak mendapat referensi baru. Tentang
control within
process dalam JIT juga kebetulan sudah saya laksanakan dalam
rangka
meminimalisasi deffect. Ada emergency stop button yang siap
dipencet oleh
operator yang mengetahui terjadinya kelainan pada unitnya.

Semangat keteraturan dan ketaatan pada sasaran pada sasaran
itulah yang
tadinya saya sebut Status-quo. Dan itu tidak jelek, karena memang
diperlukan.

Saya berharap ketidak sukaan pada istilah status-quo menimbulkan
trauma pada
siapapun. Karena pada situasi yang tepat, status-quo memang
perlu.

Yap




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke