----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
Yap:
Kalau dalam capstone contingency dimana sih letak tidak
status-quo-nya?
��: Contingency adalah capstone bagi evolusi
teori-teori manajemen dan merupakan
aliran yang menolak generalisasi teori-
teori manajemen. Contoh-contoh teori
yang Bung Yap sampaikan dihasilkan
oleh tokoh-tokoh di aliran ini. Teori-teori
di aliran ini terus berkembang, salah
satunya yang menarik adalah temuan
Hick & Silva mengenai Syncrhonized
Management dimana Power, Pivot, dan
Perspective Management adalah pilarnya.
Intinya, keunikan individu harus diberi
ruang yang luas. Saya tidak melihat
relevansi pertanyaan status quo terhadap
capstone itu.
Yap:
Tentu tidak. Wajarnya ya dirumuskan dulu secara SMART (specific,
measurable,
achievable, realitic and time bound), entah tertulis atau sekedar
sambil
lalu, tergantung konteksnya. Sekolah dan mempelajari teori tentu
bukan
sekedar urusan diploma. Kita berharap mengetahui konsepnya, dari
yang paling
dasar sampai advance. Tetapi apakah konsep itu untuk disakralkan?
Boleh
nggak mempertanyakan validitas konsep itu setelah mendapat
kejelasannya?
Entp?
��: Nah disinilah tampaknya kunci itu.
Meskipun kita sama pada posisi praktisi,
namun Bung Yap menggunakan pendekatan
Induktif sedang saya menggunakan
sebaliknya deduktif. Baik dari arah teori
maupun dari arah praktis, konsep tidak
bisa disakralkan arena itu merupakan
hakekat ilmu pengetahuan itu sendiri.
akademik
--------------------------->
Teori -> Prinsip/Konsep -> Praktis
<--------------------------------
Profesional
Yap:
Belum jelas mas, dimana nggak benernya. Apakah perencanaan pada
level lebih
bawah boleh menyimpang dari yang lebih tinggi sehingga punya
perilaku
independent atau eksklusif? Atau pada dasarnya hanyalah elaborasi
dari
rencana yang lebih atas tingkatannya? Kalau hanya elaborasi kan
hanya
menambah content teknikalitinya, tanpa merubah esensi.
��: Piramida manajemen itu sudah
mencerminkan penjabaran arah di
berbagai level manajemen yang
tidak boleh menyimpang dari
kebijaksanaan umum organisasi.
Bagaimana kalau wartawan
Republika atau Kompas bebas
menulis (independen) sehingga
Kompas menyajikan informasi
dengan warna Republika dan
demikian pula sebaliknya.
Inikah indpendensi lower layer
yang dimaksud?
Yap:
Atau mungkin tentang istilah jangka lebih pendek itu? Tergantung
pembandingnya kan? Terhadap harapan umur Perusahaan atau terhadap
tahun
fiscal.
��: Adalah periode perencanaan.
Yap:
Tentang skala bisnis, memang berpengaruh pada kelengkapan
perangkatnya,
tetapi prinsip dasarnya masih satu juga. Atau ada pendekatan yang
baru lagi?
��: Economics of scale dalam beberapa
kasus sudah ditinggalkan dan lebih
memperhatikan Economics of Scope
demi tuntutan fleksibilitas.
Yap:
Yap:
Benar boss, perencanaan tidak selalu kuantitatif. Apalagi kalau
sifatnya
sosial. Tetapi yang kuantitatif lebih tinggi akseptabilitasnya
bagi banyak
disiplin ilmu. Karena itu banyak diadopsi.
��: Informasi yang digunakan dalam
perencanaan kuantitatif dan kualitatif.
Yang kuantitatif terdiri dari Accounting
dan non Accounting. Karena kinerja
bisnis diukur denga moneter maka
Accounting Information lebih menonjol.
Panen gagal kan sejauh mana kerugian
dan angaran diperlukan untuk
mengetahui berapa dana dibutuhkan.
Apaah mungin kita mengetahui dan yang
akan dibutuhkan tanpa membuat
anggharan yang tidak lain adalah
perencanaan dalam bentuk moneter?
Status quo?
Yap:
Wah ini baru bagi saya. Terima kasih mas. Mohon tanya:
Apakah didalam pull system itu improvisasi boleh mengubah sasaran
tanpa
pengesahan perubahan rencana?
��: That's the reason why the annual
plan is broken down into daily plan.
Yap:
Apakah follow up dalam proses PDCA juga A boleh berbeda dari P
tanpa
disahkan lebih dahulu?
��: Ah.. Deming's Wheel Plan-Do-Check-Action.
Apakah peranan Check disana?
Bung Yap, kata pengesahan itu agak
mengganggu. Jidoka dalam Just In Time
justru memberi wewenang kepada
operator at any line untuk memberhentikan
proses. Kanban dalam JIT juga memberi
wewenang untuk memesan-membuat-
mengirim. Status quo?
Yap:
��: Saya butuh orang untuk meyakinkan saya bahwa
organisasi bisa berjalan tanpa ada yang memimpin
dimana organisasi didefinisikan sebagai kumpulan
dua orang atau lebih yang memiliki paling sedikit
satu tujuan umum yang sama dan saling bekerjasama
untuk mewujudkan tujuan itu.
Jangan dong mas, karena orang itu nggak bakalan ada.
��: Bila demikian, pemimpin diperlukan bukan?
at any kind of organization regardless formal
or noin formal organization, bisnis or government
organization, profit or non profit oriented
organization.
Yap:
Dengan demikian yang boleh improvisatif adalah proses
pelaksanaannya.
��: Ah.. kembali lagi.
Jazz didalam organisasi memberi
keleluasaan bagi pemain untuk
berimprovisasi selama masih dalam
harmoni yaitu kebijaksaaan umum
organisasi.
Yap:
Sejauh mana sih strategic plkanning mengakomodasi improvisasi
atas perobahan
sasaran? Perlu disahkan dulu nggak? Kalau harus disahkan dulu,
kan jadinya
revisi sasaran. Artinya built in dalam planning itu sendiri.
Tolong mas
bandingkan antara planning dengan inspirasi.
��: Ah.. disahkan lagi.
Kayaknya traumatik dengan kata
pengesahan ya?
Pengesahan itu administratif formal.
Yap:
Tetapi sendi sendi dasar yang telah diletakkan dalam perencanaan
harus ditaati,
sehingga sasaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan dapat
dicapai
secara effisien dan effektip. Ketaatan pada azas yang telah
ditetapkan
sebelumnya inilah yang saya maksud dengan status quo.
��: He... he... kalau mengetahui bahwa
proses akan menuju hasil negatif
maka apakah orang tetep nekad,
Manusia bukan robot kan?
Yap:
Sangat berbeda dengan kepemimpinan, dimana bahkan sasaran itu
masih dapat
diharu biru, direvioew sepanjang perjalanan proses. Kepemimpinan
tidak
membutuhkan ketaatan pada perencanaan dan siap mengantisipasi
perobahan yang
timbul, termasuk perubahan rumusan sasaran. Karena itu
kepemimpinan dinamis
sifatnya.
��: Singkat saja: Leader or Manager?
Yap:
Singkat saja: It depends.
��: He.. he... manajer bukan pemimpin
ya nggak bisa menjalankan proses
kepemimpinan dengan baik. Kasimo
dan Jacob Utomo bukan hanya
manajer tetapi juga pemimpin.
Kenapa kembali lagi?
Yap:
Kenapa dengan Just in Time? Walaupun aplikasinya bisa diperluas
kebidang
lain, sejauh ini, JIT kan hanya bagian dari Manajemen Produksi
untuk
menjamin effisiensi stock untuk menuju zero stock system. Apakah
ada
indikasi bahwa JIT bisa tidak berorientasi pada planning atau
target
sehingga bisa mengabaikan keteraturan? Maaf kalau saya belum
menangkap
esensi pertanyaannya.
��: Yang ini kita berbeda pendapat
amat sangat besar. JIT adalah filosofi Bung
disamping technical approach..
Kita japri kan saja khusus JIT ini.
Yap:
He he hee, disebut ditunda kan karena tahu kapan seharusnya
dilakukan sesuai
rencana. Ini bagian dari PDCA, monitoring atau controlling. Belum
ada yang
diluar frame. Law and order.
��: He... he... kembali lagi.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!