Emangnya bisa dilarang?
Tapi maunya yang gede sekalian. Soalnya kalau kecil gampang diinjeknya.
Ya, boleh boleh, siapa lagi yang mau menghancurkan negara ini kalau bukan
kita kita. Mulailah dari dirimu sendiri (Ibda bi nafsika).

yap

----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, April 05, 2000 10:24 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Amplop"isme" dan Moralitas WartawanMENTAL


> On Wed, 5 Apr 2000, Yap wrote:
>
> > Bung, kalau amplop yang diterima wartawan paling banter isinya cepek
ceng,
> > sekedar uang transport.
> > Pernah nggak ngebayangin amplop yang diterima 'oknum' Kejaksaan dalam
kasus
> > korupsi atau surat kaleng.
>
> WAM:
> Then, korupsi boleh dong, asal nggak segede sogokannya oknum kejaksaan?
>
> Ini kan sama anehnya dengan kilah mbah Dur waktu mau menaikkan tunjangan
> pejabat: agar tidak korupsi. Kalau begitu, kami yang tidak mendapat
> tunjangan struktural boleh korupsi dong?



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke