On Sat, 15 Apr 2000, mBah Soeloyo wrote:
> wah lain dengan kantore saya.
> penginnya atasan dipilih oleh bawahan.
> tapi begitu datang masa pemilihan
> hampir semua menolak dicalonkan
> eh.. entah sekarang ding.. setelah
> tunjangan struktural ditingkatkeun
> agar nggak sering nunjang-nunjang
WAM:
Karena dapet lebih banyak dari ngasong kan, mbah?
Lha di kantor saya berlaku aturan, yang udah dipilih nggak boleh nolak.
Agak fasis juga sih. Tapi, nek kabeh nolak dipilih, terus sopo sing
mimpin?
Di tempat saya, jabatan pimpro yang jadi bal-balan.
Padahal, di departemen, jabatan ini adalah jabatan impinan yang rela
direbut dengan biaya berapa saja ya. Jadi pimpro cuma makan ati. Duit
nggak ada, disenen-i konco dewe udah pasti.
> btw,
> inginnya bbpt itu dipingping oleh guru besar
> dari ngite-be ato ngite-es... khususul khusus buat
> ngejar ketinggalan technology yang berkenaan
> dengan dunia transportasi, telekomunikasi,
> industri dan fabrikasi.
WAM:
Nek dipimpin guru, nanti cuma teori aja yang dipikir, mbah.
ITB? Kan yang lalu selalu dipimpin orang ITB. Wajar lah sekarang dipimpin
orang UGM. Pokoknya masih kelompok Skalu lah. (Sori mbah, IPB masuk Skalu
nggak ya?):)
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!