Bung WAM, beruntunglah Anda bekerja dilingkungan yang begitu kondusif.
Semoga lebih banyak Departemen/BUMN yang ketularan iklim kerja seperti itu.
Selamat, dan terima kasih kesediaannya berbagi wawasan.

yap
----------------------
Success is neither magical nor mysterious.
Success is the natural consequence of consistently applying basic
fundamentals.

----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, 20 April 2000 10:30 WIB
Subject: Re: [Kuli Tinta] guru!


> Tiap calon direktur, sebelum dipilih, harus presentasi, mau dibawa kemana
> ini direktorat. Tolok ukurnya ada. Jadi, dengan _janji_ itu pula dia
> dinilai. Kalau janji dan faktanya nggak sesuai, ya berarti dia gagal.

> Di tempat saya, DP3 cuma formalitas. Atasan tidak akan main-main dengan
> memberi nilai jelek. Apalagi jika dasarnya hanya masalah pribadi.
> Pokoknya, nggak ada atasan nekan anak buah di BPPT. Beda banget dengan
> depertemen/BUMN yang kadar feodalismenya kuat sekali. Hidup-matinya
> bawahan seperti ditentukan atasan. Dengan akibat, anak buahnya ABS.
> Tukang ngolor.

> Yang jelas, itu membuat karyawan tidak tergantung pada atasan untuk
> menterjemahkan policy. Lihat di departemen. Begitu atasan nggak ada,
> bingung semua bawahannya. Mau ngapain? Kayaknya bawahan cuma robot yang
> mengerjakan perintah atasan. Yang jelas, orang terbiasa bekerja tanpa
> harus diawasi. Hasil konkrit (semisal hasil finansial), jelas ada. Itu
> gunanya calon direktur harus presentasi. Bisa nggak, dia menjanjikan
> tambahan amplop gaji (tanpa korupsi!). Sebagai konsultan, kerja BPPT kan
> nggak dibatasi di lingkungan pemerintah. Dan memang misi BPPT tidak
> terbatas pada lembaga pemerintah. Idealnya, BPPT lebih banyak menerima
> order (dan penghasilan) dari swasta. Seperti lembaga serupa di luar
> negeri.
>
> Jelas, untuk jadi direktur tidak hanya berbekal kemauan. Tapi juga
> kemampuan untuk meningkatkan performance direktorat.



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke