----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, April 15, 2000 2:02 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] guru!


WAM:
Karena dapet lebih banyak dari ngasong kan, mbah?
Lha di kantor saya berlaku aturan, yang udah dipilih nggak boleh
nolak.
Agak fasis juga sih. Tapi, nek kabeh nolak dipilih, terus sopo sing
mimpin?
------------
yang mimpin ya yang terpaksa kepilih. alias.. jadi atasan adalah
korban pemilihan.. (tapi itu duluuu). soal ngasong mengasong,
lha itu udah gejala umum kok. lha ngasongnya jadi menteri.....
-----------
WAM:
Nek dipimpin guru, nanti cuma teori aja yang dipikir, mbah.
ITB? Kan yang lalu selalu dipimpin orang ITB. Wajar lah sekarang
dipimpin
orang UGM. Pokoknya masih kelompok Skalu lah. (Sori mbah, IPB masuk
Skalu
nggak ya?):)
-----------------
ah masak?
justru dengan memikirkan teori itu biasanya sasaran kemudian lebih
tepat
lho. buktinya sekarang di sini ini yang mingping ya propesor botak
yang
sehari-hari ngendon di lab-nya. mereka faham teori sampai prediksi
kedepan untuk 20 tahunan lah.

lha sekarang PT-PT jepang kan rajin mendatangkan mahasiswa dari
asing, termasuk negara-negara bekas musuh-2 nya dulu (rusia mis.)
juga para dosen-dosen dan guru-guru yang datang hanya sebagai
peserta pelatihan. (sampai ada kok yang latihan bahasa inggris,
kok di jepang.. pas diajar, bukan bahasa inggris yang dipakai bahasa
pengantar.... melainkan tetep aja bahasa jepun).

khalayak awam sih mulai protes dengan banjirnya mahasiswa dan
tamu-tamu intelektual mentah dari asing itu. alasannya sebagaian
bayaran pajak mereka menjadi sumber biaya tetamu itu.
tapi apa kacamata prof.-2 botak sini? kira-kira begini lah hasil
ngobrol iseng dengan prof. lab lain:

"Dulu kami bangsa jepang harus ke cina untuk meningkatkan
mutu kebudayaan dan tata-sosial. Sekarang banyak sekali
orang Cina ke sini buat belajar kemajuan bangsa jepang.

Pada jaman meiji, bangsa jepang dikirim ke eropa buat "meniru"
technology mereka. setiap mahasiswa yang pulang dari eropa
wajib menyetorkan "blue-print" hasil meniru mereka yang disetel
untuk bangsa jepang. kalau tidak mendingan "seipuku".
Sekarang tak sedikit mahasiswa eropa berdatangan ke sini.
Juga sekarang ini kami sengaja banyak mengundang tamu-tamu asing,
agar kalau nanti jaman berbalik lagi, kami bisa leluasa belajar
ke negeri-negeri yang sekarang mengirimkan utusan-utusannya.
Kami merasa 10-20 tahun mendatang, hal itu sangat mungkin
terjadi, karena perkembangan kaum muda kami yang banyak
meninggalkan budaya JEPANG!"

gitu lho mas WAM.. salah satu positifnya yang menguasai teori.
yaaa memang terlihat pandir. wong duit rakyat kok buat kasih
makan orang lain....?

eh, iya... IPB itu nggak masuk SKALU kok... cumak dulu pakai PP-II
untuk 80% mahasiswanya, dan PP-I untuk sisanya....  kemudian diubah
menjadi SIPENMARU (sing penak mangan ambek turu) itu hehehe....
terus pada UMPeTaN semua... gitu kok.

-----------------------------------------------------
Soelojo
moderator ML JOWO WOJOSETO
[EMAIL PROTECTED]
http://io.spaceports.com/~wojoseto/index.html



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke