Ya mulai dari diri sendiri to Mas.
Akhirnya kan tangan mencincang bahu memikul.
Setelah mengalami dua tahun gegap gempita reformasi ini cukuplah kita sampai
pada kesimpulah, mau gini silahkan, mau gitu persilahkan. Bebas, bas baaas.
Habis dilarang juga nggak bisa. Dikasi tahu mbantah. Dihimbau nggak ngreken.
Ya sudah biar sakmaunya, asal nggak bakar bakaran. Pada akhirnya orang kan
cuma mau mikirin dirinya sendiri. Apa masih kurang contoh omong kosong
selama ini?
yap
(tak akan kami dengki, tak akan kami iri, bila tuan sejahtera, bila tuan
bahagia)
----- Original Message -----
From: J Sujanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, April 05, 2000 10:01 AM
Subject: RE: [Kuli Tinta] Amplop"isme" dan Moralitas WartawanMENTAL
> Benar sekali, Bung Yap!!
> Kejaksaaan dan Kepolisian, yaa begitu itulah..
> lalu darimana kita mulai? Yang seyogyanya mengawasi (pers), juga begitu,
> sekalipun tidak semua.
> Mungkin menarik didiskusikan "darimana atau dengan apa dan bila memulainya
> untuk perbaikannya"?
> Ataukah Pemerintah sekarang sudah bisa dianggap memulainya?
> Mudah-mudahan tidak m,enjadi apatis!
> Janto
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!