walaah,
berprasangka baik sajalah koh.
tak perlu ngecam-ngecam kebangeten dulu ah.
anggap saja sekarang pemerintah sedang mencicil (atau mecicil?)
membuat pathokan maksimum dulu pada pegawai
yang terbiasa dapat gedhe-gedhean dengan plus-plus.
terus nanti diharapkan diikuti dengan tindakan menambah
plus-plus bagi yang terbiasa dapat minus....
gitu gimana?
lah, masalahnya kan sebenernya memang di situ.
maksude, ya yang terbiasa duduk di tempat gedhe-gedhean
plus-plus itu yang rawan penyalah gunaan "gaji" (artinya,
yang sebenernya bisa buat menggaji yang lain, dia embat
dengan segala macam akrobat pejabat... gitu lho).
dan di bagian situ itu di lapisan menengah, dalam
ujud kabag, pimpro, k-te-u dsb. lebih rawan lagi. soalnya
sering pegang duit orang... jadi terangsang untuk
nggrangsang kan?
mangkanya diberi dulu-lah kenaikan gaji super pandhir itu.
betulnya kalau itu dikenakan pada orang yang peka sosial
kan malah terus mawas dhiri.. pantas nggak sih saya
menerima segitu gedhenya gaji "resmi"? (gitu kata temenku
yang di deutch sana kemarin, waktu ngata-ngatain professor
di kampusnya banyak yang protes)
namun, masalahnya kan tetep "sial golek bala, enak tak
emplok dhewe" itu yang jadi fundamental kebanyakan.
mangkanya tak heran kan kalau ada ketimpangan segera
terasakan, kalau ada ke-enakan... diem aje....
yang jelas aku ngerasa, bahwa tak mungkin pemerintah
mak gruduk merobah segalanya dalam sekejap. atau memang
menginginkan perombakan total kaya "ngendikane" sampeyan
kemarin? nggak tahu juga ya. kalau memang ini yang diinginkan,
berarti "pemerintah" memang menghendaki kehancurannya sendiri
untuk merombak total kondisi bangsa dan negara. syukur tidak
terus jongkok di tempat.... hehehe.. terus "njranthal ngoyak" tangga
teparone.... eheheee.... imajinasi liar.... (kata mbak agustine...)
-----------------------------------------------------
Soelojo
moderator ML JOWO WOJOSETO
[EMAIL PROTECTED]
http://io.spaceports.com/~wojoseto/index.html
http://www.alladvantage.com/go.asp?refid=DTG850
----- Original Message -----
From: Press <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 13, 2000 8:35 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] guru!
Diem??? Salah bung WAM. Beberapa posting saya telah mengecam keputusan
bodoh
dalam menaikkan penghasilan pegawai negeri kali ini. Trend yang
berkembang
didunia, perbandingan antara gaji terendah dan tertinggi harus semakin
sempit, 25 kali masih tolerable, 10 kali dianggap ideal.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!