Meski out of topic saya coba tanggapi.

Definisi budaya :
secara dinamis : usaha manusia menghadapi tantangan lingkungannya
menurut saya : Budaya adalah pencerminan praktek-praktek yang terjadi di 
masyarakat.

Pilih mana ? Atau anda punya definisi sendiri ?

Kalau bilang ORANG Jawa tidak punya prinsip, plintat-plintut, berputar-putar, 
enggak berani menerima kenyataan, beraninya main kroyok. Tiba-tiba larinya 
BUDAYA Jawa, paling jawabannya klise BUDAYA Jawa tidak seperti yang dibilang 
semua itu, semuanya bagus-bagus dan diawang-awang. Yang dibicarakan adalah 
tentang kenyataan dan praktek sehari-hari. Bukan hasil empu masa lampau. Lihat 
saja sekarang orang Jawa itu bagaimana, itulah buah budaya Jawa. Saya tidak 
bermaksud menulis secara akademik seperti yang anda harapkan karena itu 
diawang-awang, lihat saja kenyataan yang ada. Penjarahan, pengeroyokan maling 
ayam, dimana-mana ada korupsi, dll.

Stereotyping dibentuk karena pengalaman sehari-hari. Inilah pengalaman 
sehari-hari saya saat di Solo dulu, saat saya berinteraksi dengan banyak orang 
Jawa. Dan pengalaman itu sungguh tidak mengenakkan. Benar nama saya nama Jawa, 
tapi itu nama paksaan, karena kekuasaan mengharuskan begitu. Inilah buah budaya 
Jawa. Budaya yang tidak mampu memberi pengayoman. 

Panca Darana


> Jawab dulu dhong batasan itu.
> 
> Budaya itu apa sih? Dan budaya Jawa itu bagaimana? Saya
> pikir ini perlu diperjelas dulu sebelum semakin banyak
> argumentasi dan contoh yang membuat dahi berkerut.
> 
> Selanjutnya, bagaimana proses generalisasi yang
> menghasilkan kesimpulan patern unik: "Kecenderungan
> untuk menghibur diri dan berusaha menutup-nutupi fakta
> yang ada adalah khas Jawa"? Apakah di daerah lain,
> bangsa lain tidak dijumpai kecenderungan serupa?
> 
> Sultan Hamengku Buwono IX menyadari bahwa kekuasaannya
> bukan karena wahyu.
> 
> Apakah stereotyping sama dengan dominant values?
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: Pramudita Darana <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, May 10, 2000 9:56 AM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] MAWAS DIRI
> 
> 
> Selamat pagi.
> 
> Kecenderungan untuk menghibur diri dan berusaha
> menutup-nutupi fakta yang ada
> adalah khas Jawa. Memang mengibakan. Ada yang salah
> tidak segera diperbaiki dan
> dikontrol. Masih saja dibela karena dianggap ratu adil.
> Selalu memaafkan rajanya
> seperti memaafkan kelakuan diri sendiri yang enggak
> punya prinsip. Setelah dua
> kejadian masih saja tidak mau belajar. Kalau dilihat
> kesenangan GD adalah ziarah
> kubur barangkali dia menganggap kekuasaannya bukan dari
> rakyat tapi dari Wahyu
> model Jawa.
> 
> 
> > He... he... Jawa... lagi
> >
> > Batasannya yang jelas dhong....
> >
> > Orang Metropolitan, meskipun dhangkanya berasal dari
> > Wonogiri kalau mudik bilang mau pulang ke Jawa. Orang
> > Bandung yang di Jakarta kalau mudik mengatakan pulang
> > ke mana ya...? (ke Sunda barangkali? punten....).
> >
> > Jawa sebagai pulau Jawa, orang Jawa (he... he...).
> atau
> > suku Jawa (ini lebih he... he.. lagi), atau budaya
> > Jawa?
> >
> > ��
> > (Orang Jawa, lahir dan tinggal di bagian pulau Jawa,
> > berbudaya Jawa nggak jelas)
> >
> 
> 
> 
> 
> - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta
> www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
> SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke