> ��:
> Apakah definsi budaya secara statis?
Silakan cari sendiri, saya sudah sodorkan definisi saya. Mana definisi anda ?
> Kalau praktek-paktek penguasa (yang belum tentu
> semuanya orang Jawa) brengsek maka bisakah kita
> menurunkan sebuah kesimpulan bahwa budaya Jawa
> brengsek?
Baca saja kelakuan para penguasa Jawa sejak jaman Sultan Agung, kelakuan para
bupati jaman Belanda. Selalu ABS, dan enggak punya prinsip. Bukan budaya Jawa ?
Terserah, boleh saja pake istilah oknum Jawa. Biasalah eufemisme gaya Jawa.
>
> Saya pikir, ada individu yang memiliki sistem nilai
> tertentu. Ada pula kelompok yang memiliki sistem nilai
> tertentu. Bila sebuah sistem nilai hidup dan berkembang
> di lingkungan itu dan menjadi sistem nilai yang dominan
> maka itu disebut budaya. Mungkin pertanyaan selanjutnya
> adalah apakah sistem nilai itu?
Silakan cari sendiri. Lihat saja perkara korupsi dan KKN. Itu dominan value atau
bukan ?
> ��:
> Budaya Jawa tidak statis Mas Pramu. budaya Jawa itu
> mempuyai kemampuan untuk menyerap unsur-unsur asing
> untuk memperkayanya tanpa harus kehilangan
> identitasnya.
Kalau dinamis mengapa selalu mengulangi kesalahan yang sama ?
> ��:
> Sayang sekali mas Pramu memperoleh pengalaman yang bruk
> dengan orang Jawa-Solo. seandainya saja, pengalaman itu
> baik mungin mas Pramu akan berpendapat lain. Namun,
> bisakah kita menggeneralisasi budaya jawa atau perilaku
> orang jawa (yang belum terdefinisikan) berdasar
> pengalaman di suatu daerah? Apakah tu bukan induksi
> yang sarat dengan unpredictable dan systematic error?
Kenapa semua harus didefinisikan ? Tidak bolehkah kita punya definisi sendiri,
terserah apakah definisi itu mempunyai systematic error atau enggak ? Kenapa
anda selalu bertanya bagaimana definisi budaya ? Kenapa tidak ditanyakan apa
arti budaya bagiku ? Karena budaya bagaimana pun juga adalah lebih pada kesan
dan sifatnya personal.
> ��:
> Nama bagi orang Jawa sarat dengan harapan baik dimasa
> yang akan datang. Saya pikir, sangat kecil kemungkinan
> seorang anak mengatakan bahwa ia dipaksa untuk diberi
> nama ketika lahir kecuali dengan maksud bercanda. Entah
> kalau nama itu karena terpaksa ganti nama karena WNA.
> Namun, KKG juga tidak ganti nama. Berbeda kan dengan
> Jusuf dan Sofyan Wanandi?
Berbahagialah KKG, karena dia telah menjadi dirinya sendiri. Apalah artinya
nama, begitu seseorang pernah bilang. Tapi di Indonesia nama menjadi sangat
penting. Bahkan sinetron telenovela diprotes fundamentalis FPI karena memakai
nama Fatima. Padahal nama itu bukan monopoli orang Arab. Segala yang ngawur dan
absurd ada di Indonesia. Nama Fatima dipersoalkan, tapi nama Muhamad Soeharto
tidak pernah dipersoalkan. Padahal Muhamad jelas lebih mantab, dan citranya wah.
Memang repot di Indonesia lebih banyak penyembah BUKU kitab suci daripada
pembaca BUKU kitab suci yang kritis. Sampai perkara nama pun dipersoalkan.
> Panca Darana
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!