Mbah Soel yth,
Anda kelihatan mengeluh , presiden kita ( GD ) kan sudah dipilih dengan
relatif) benar dan demokratis. Kok sekarang banyak dipertanyakan dan
dikritik dengan amat keras ? Apakah memilihnya dulu memang ngawur ?
Maaf, saya kok melihat "keluhan" seperti itu agak kurang relevan. Pertama,
metode pemilihan yang benar memang belum tentu menghasilkan orang yang
benar. Walaupun perkawinan selalu didahului oleh masa pacaran yang hati-hati
dan lama, perceraian selalu saja bisa dan wajar terjadi. Karyawan yang telah
kita pilih dengan management recruitment yang OK, kadang-kadang setelah
beberapa waktu kelihatan tidak OK. Dia tidak bisa lewat masa percobaan dan
mesti dikeluarkan.
Yang kedua, manusia itu tidak seperti batu akik yang awet sama berpuluh
tahun. Manusia itu bisa berubah. Dulu baik , sekarang jelek. Dulu jelek
sekarang jadi baik. Dulu nggak doyan, sekarang jadi tidak kuat iman melihat
tumpukan duit dilingkungan kerjanya.
Jadi peradaban sadar, bahwa manusia perlu suatu pengawasan dan audit.
Manusia perlu kritik yang terus menerus. Supaya benar selalu. Supaya bisa
maju.
Ketika Clinton meresmikan kawasan pelestarian alam yang isinya ada
pohon-pohon yang berusia 600 tahun, ada yang menyangsikan. Apakah dia tulus?
Apa maksud politisnya ? Ketika Clinton mengkampanyekan pembatasan
kepemilikan senjata, dia disangsikan dan di olok-olok. Ketika dia
mengkampanyekan jaminan kesehatan yang lebih baik pada rakyat banyak, dia
disangsikan pula ketulusannya.
Kita orang Indonesia ( bukan cuma orang Jawa), belum biasa mendengar kritik
dan kontrol terhadap pemerintahannya. Walaupun kritik oleh orang yang
profesinya memang pengritik dan pengontrol pemerintah. Amin Rais misalnya.
Kontrol masih selalu dilihat sebagai merusak dan ambisi. Dan Gus Dur pun
melihat dan memakai kelemahan kita ( bukan cuma orang Jawa) ini, untuk
membela diri. Sebagian dari kita , karena kultur feodal dan lain-lain
sejenisnya, tidak tega terhadap kata-kata kontrol yang masih lunak sekalipun
: "jewer" umpamanya. Kalau Habibie lain, barangkali mungkin dianggap sebagai
bukan orang Jawa, jadi nggak apa-apa kalau dikurang-ajari. Sebagian dari
kita ( bukan cuma orang Jawa) sama sekali tidak sanggup melihat bahwa
kegalauan yang ada dihasilkan oleh Gus Dur sendiri. Menurut istilah
Dr.Syahrir, pemerintah kita sekarang ini punya kemampuan untuk menembak kaki
sendiri.
Menurut pendapat saya, Gus Dur itu kemampuannya sebetulnya lumayan.
Kelemahannya adalah dia punya bakat arogan dan tidak tahu keterbatasan
dirinya. Dia amat tidak peduli pada orang lain . Kata Nurcholis , dia tidak
bisa mendengar orang lain. Apakah ada cara lain , kecuali dengan kritik
keras, kalau kita mau menjaganya ? Rupiah kemarin sudah menyentuh 8800,-.
Dia masih berkata, dia punya cara, pemerintah itu tidak bodo ! Kata Syahrir
sambil ketawa: "Pasar lebih tidak bodo lagi !". Lha kalau masih tidak bisa
mengerti, kenapa mau kita sayang-sayang terus ? Ya di ganti, to ! Seperti
memberhentikan karyawan kita yang tidak perform diatas. Ini kan menyangkut
ratusan juta orang. Negeri ini bukan cuma milik banser-banser yang suka
ngamuk itu. Coba kita lihat peristiwa hari ini. Polisi Gus Dur, seperti
presidennya yang terlalu PD itu, membuat keributan lagi di Glodok. Ngapain
nggeropyok pedagang kecil , disaat mencari makan sedemikian sulit ? Mbok
lima-sepuluh tahun lagi ngurusi kemewahan hak cipta inteletual segala?.
Hampir saja tragedi 14 Mei terjadi lagi. Mana bisa investor masuk ke
Indonesia ?
Pemerintahan demokratis, memerlukan pers yang bebas. Jangan malahan
diintimidasi. Pers kita masih kurang sempurna. Tapi manfaatnya sudah
kelihatan. Lihat! Peristiwa kecambah KKN yang mulai tumbuh. Peristiwa
melayangnya 35 milyar uang bulog segera diendus dan disiarkan oleh pers kita
yang kurang sempurna itu. Marilah kita lihat apakah NU berani menuntut
dimuka pengadilan akan masalah itu. Kalau GD benar clean akan ada
pengadilan. Kalau pers memang ada benarnya, ancaman menuntut adalah cuma
bacot saja yang akan dicoba dilupakan. Tempo bukan majalah bodo !
istilahnya GD ). Pemerintahan demokratis memerlukan orang-orang dan oposisi
vokal seperti Amin Rais, kurang sempurna sekalipun. Pemerintahan walaupun
benar, harus selalu disangsikan oleh oposisi, seperti contoh Clinton diatas.
Jangan malahan bersikap begundal, membela ndoro kita apapun fakta yang
dilakukannya.
Wassalam
Abdullah Hasan.
-----Original Message-----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, May 13, 2000 5:23 PM
Subject: [Kuli Tinta] Re: [Indonesians' Mailing List] Ini dia Rezim Bangsat/
BADUT
saya teringat oktober 99 yang lalu, ketika terberitakan bahwa
indonesia berhasil memilih presidennya lewat sidang umum
mpr yang katanya merupakan mpr hasil pemilu paling "sip"
setelah pemilu 55.
ingat betul. karena pembimbing (professor) saya yang sebelum
nya meledek "gimana negaramu itu pemilu sudah 3 bulan ber-
langsung kok belum berhasil memilih apa-apa. lihat jepang.
kemarin pemilih, hari ini sudah punya PM". yang menyebalkan
bahwa ketika itu (pagi-pagi sedang sibuk kerja di lab),
beliau kembali menyapa dengan ejekan: "gimana lagi parlemen
indonesia itu (baca mpr), orang cacat penglihatan kok dijadikan
presiden.... hehehee... gimana mikirnya coba? any comment?"
saya hanya mampu menjawab, kan presiden saya itu telah
berpengalaman memimpin organisasi massa yang besar,
prof. apalagi wakilnya kan tokoh partai yang terbesar saat ini.
belum nanti menteri-menteri yang dipilihnya, tentunya orang-
orang pilihan untuk menopang kekurangan pada diri presiden
dan wakilnya (profesor saya juga tahu penilaian khalayak
terhadap megawati, terutama segi gender-nya....).
saya berani berkata begitu, karena menyaksikan di tv dan
membaca berita baik e-mail maupun koran gratisan, terpilihnya
GD dan MW banyak disyukuri. bahkan beberapa netters yang
sebelumnya membuat lelucon bahwa indonesia punya 3 calon
presiden yang BTB (Buta, Tuli dan Bisu) pun ada yang bersyukur.
dan ini menjadi rame di beberapa milist lokal jepang-barat. sampai
ada yang mengusulkan agar pernyataan guyon itu diralat dan
pencetusnya minta maaf!
sekarang,
presiden dan pemerintahannya bukan lagi disyukuri, tetapi
diSUKURIN. di sini saya heran lagi. lantas dulu itu bagaimana?
salah siapa sampai seorang yang cacat penglihatan dan
pernah STROKE 2 kali dipilih jadi presiden? (sementara
ini menjadi bahan guyonan saya untuk membedakan antara
mantan presiden dan presiden sekarang. kalau mantan presiden
untuk mencapai stroke dua kali perlu berkuasa 32 tahun, sebaliknya
presiden sekarang untuk naik tahta perlu stroke 2 kali... hahahaha)
sayang lelucon saya ini kurang populer. tenggelam oleh semakin
gecarnya "olok-olok" dan "sukurin actions" kepada pemerintah.
sedih memang, dengan begitu semakin banyak waktu
terbuang sia-sia. alasannya sederhana. sebagai orang yang sempat
mengoperasikan dan berkomunikasi lewat jaringan internet, sudah
dapat dipastikan bukan orang sembarangan, utamanya dalam
untelektualitas. tetapi mengapa potensi dan pemikirannya justru
terbuang boros dalam berbagai perdebatan yang kurang bermakna?
apakah tidak mungkin para netters di segala milist tentang indonesia
ini melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat, demi kelangsungan
bangsa dan negaranya? yaaa setidaknya berdoa-lah untuk bangsa
dan negara. apakah sudah dilakukan... kegiatan BERDOA bagi
negara itu?
kalau toh memiliki pemikiran baik dan membangun, apa salahnya
dikomunikasikan secara baik-baik kepada sesama netters,
kemudian diusahak di-daratkan ke indonesia. bukankah kita
memiliki "wakil" (partai atau golongan) setidaknya kolega
di indonesia sana agar usulan-usulan membangun dan menekan
(kalau ada) bisa sampai kepada yang perlu di-"usuli"?
wassalam,
soeloyo
-----------
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!