saya teringat oktober 99 yang lalu, ketika terberitakan bahwa
indonesia berhasil memilih presidennya lewat sidang umum
mpr yang katanya merupakan mpr hasil pemilu paling "sip"
setelah pemilu 55.
ingat betul. karena pembimbing (professor) saya yang sebelum
nya meledek "gimana negaramu itu pemilu sudah 3 bulan ber-
langsung kok belum berhasil memilih apa-apa. lihat jepang.
kemarin pemilih, hari ini sudah punya PM". yang menyebalkan
bahwa ketika itu (pagi-pagi sedang sibuk kerja di lab),
beliau kembali menyapa dengan ejekan: "gimana lagi parlemen
indonesia itu (baca mpr), orang cacat penglihatan kok dijadikan
presiden.... hehehee... gimana mikirnya coba? any comment?"
saya hanya mampu menjawab, kan presiden saya itu telah
berpengalaman memimpin organisasi massa yang besar,
prof. apalagi wakilnya kan tokoh partai yang terbesar saat ini.
belum nanti menteri-menteri yang dipilihnya, tentunya orang-
orang pilihan untuk menopang kekurangan pada diri presiden
dan wakilnya (profesor saya juga tahu penilaian khalayak
terhadap megawati, terutama segi gender-nya....).
saya berani berkata begitu, karena menyaksikan di tv dan
membaca berita baik e-mail maupun koran gratisan, terpilihnya
GD dan MW banyak disyukuri. bahkan beberapa netters yang
sebelumnya membuat lelucon bahwa indonesia punya 3 calon
presiden yang BTB (Buta, Tuli dan Bisu) pun ada yang bersyukur.
dan ini menjadi rame di beberapa milist lokal jepang-barat. sampai
ada yang mengusulkan agar pernyataan guyon itu diralat dan
pencetusnya minta maaf!
sekarang,
presiden dan pemerintahannya bukan lagi disyukuri, tetapi
diSUKURIN. di sini saya heran lagi. lantas dulu itu bagaimana?
salah siapa sampai seorang yang cacat penglihatan dan
pernah STROKE 2 kali dipilih jadi presiden? (sementara
ini menjadi bahan guyonan saya untuk membedakan antara
mantan presiden dan presiden sekarang. kalau mantan presiden
untuk mencapai stroke dua kali perlu berkuasa 32 tahun, sebaliknya
presiden sekarang untuk naik tahta perlu stroke 2 kali... hahahaha)
sayang lelucon saya ini kurang populer. tenggelam oleh semakin
gecarnya "olok-olok" dan "sukurin actions" kepada pemerintah.
sedih memang, dengan begitu semakin banyak waktu
terbuang sia-sia. alasannya sederhana. sebagai orang yang sempat
mengoperasikan dan berkomunikasi lewat jaringan internet, sudah
dapat dipastikan bukan orang sembarangan, utamanya dalam
untelektualitas. tetapi mengapa potensi dan pemikirannya justru
terbuang boros dalam berbagai perdebatan yang kurang bermakna?
apakah tidak mungkin para netters di segala milist tentang indonesia
ini melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat, demi kelangsungan
bangsa dan negaranya? yaaa setidaknya berdoa-lah untuk bangsa
dan negara. apakah sudah dilakukan... kegiatan BERDOA bagi
negara itu?
kalau toh memiliki pemikiran baik dan membangun, apa salahnya
dikomunikasikan secara baik-baik kepada sesama netters,
kemudian diusahak di-daratkan ke indonesia. bukankah kita
memiliki "wakil" (partai atau golongan) setidaknya kolega
di indonesia sana agar usulan-usulan membangun dan menekan
(kalau ada) bisa sampai kepada yang perlu di-"usuli"?
wassalam,
soeloyo
-----------
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!