mBahku di Jepun and friends,
salah satu cara untuk menghindarkan konflik-elit-tidak-turun-ke massa adalah
diskusi-saling kritik yang membangun dalam keadaan pintu-tertutup (behind
closed doors). Kecuali masalah membrantas KKN dan sejenisnya, harus selalu
terbuka!
Ini tidak mengurangi makna demokrasi; lebih-lebih di Indonesia yang
sesungguhnya massa rakyatnya adalah "woordloosdenken" dan para elite
pemimpinlah yang "woordvol denken". Bicara dalam pintu tertutup itu, tentu
ada batasnya, jika tidak juga tercapai persetujuan dalam jangka waktu
tertentu; langsung dibicarakan di depan publik dengan cara yang tidak
emosional.
Mungkin ada yang akan mengatakan bahwa dengan cara demikian tidak mendidik
rakyat dalam pengembangan demokrasi. Tetapi memang, pada saat ini, belum
dapat seluruh aspek demokrasi universal, yang dapat dilaksanakan secara
simultaan. Sebabnya karena mental rakyat kita (kebanyakan, karena faktor
pendidikan, kebudayaan-selalu-meng"ya"kan pemimpinnya sendiri, dll yang
dapat anda tambahkan sendiri).
Dengan kata lain, pengembangan demokrasi kita, lebih banyak dipengaruhi
emosi ketimbang rasio; sehingga makna kebebasan seringkali bermuara menjadi
ajang pengluapan emosi, bahkan massa ikut menjadi emosional dengan segala
akibatnya yang lebih banyak negatifnya, sekalipun ada yang sangat positif
juga.
Janto
"The only freedom which deserves the name is that pursuing our own good, in
our own way, so long as we do not attempt to deprive others of theirs, or
impede their efforts to obtain it".
John Stuart Mill 1806-1873
----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, May 14, 2000 4:38 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: [Indonesians' Mailing List] Ini dia Rezim
Bangsat/ BADUT
> cuplik-menyuplik:
> ----------------
> Jika Gus Dur KKN Akan Hancur Sendiri
> JAKARTA-Cendekiawan muslim Prof Dr Nurcholish Madjid (Cak Nur)
> mengingatkan Presiden Abdurrahman Wahid dalam kaitan KKN yang
> dituduhkan kepada dirinya akhir-akhir ini. Jika benar, dia bakal
> hancur dengan sendirinya.
> ''Kalau sampai benar KKN, Gus Dur bisa hancur. Dia dipilih itu untuk
> memberantas KKN,'' katanya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh
> harian umum Pelita di Hotel Le-Meridien Jakarta kemarin.
> Dengan demikian, menurut Cak Nur, tak perlu berupaya menjatuhkan
> posisinya sebagai presiden. Kalau dia melawan misi reformasi, untuk
> memberantas KKN, dan penegakan supremasi hukum, sementara dirinya
> melakukan hal sama, maka dia akan jatuh sendiri dari kursi
> kepresidenan.
> ''Kita harus kritis dan tak putus-putus mengkritik Gus Dur , karena
> itu tema dasar dari reformasi yang menjadikan dia terpilih menjadi
> Presiden RI.''
> ----------------
>
> yth. pak hasan,
>
> mohon maaf kalau pemilihan kata-kata saya sulit dipahami.
> mbulet mungkin. apa ini karena ciri budaya saya, entahlah..
> yang jelas saya sedang tidak bermaksud membela-mbela
> atau menyayang-nyayang "GD sak andhahanne". nggak
> perlu bagi saya. lha saya ini apa? anggota PKB, bukan,
> NU pun lain.. apalagi banser? nggak punya nyali saya mas
> buat mengancam-ancam pakai seragam pegang penthungan.
> lha nyembeleh ayam saja pilih minta tolong "pak modin" je.
>
> posting saya kemarin sedang menyoroti sikap pengkritik
> GD (termasuk kita semua), juga dunia media massa.
> coba pak hasan ikuti dengan hati-hati cuplikan berita SM
> di atas. sepele memang yang saya cuplik. tetapi intinya
> kan "nylenthak" atau mbedhal (kalau istilah main dom itu
> NGULO). apakah benar CAK NUR melakukan kritik langsung
> kepada GD atau kepada kelembagaan pemerintah-nya?
> kan tidak. itu contoh cendekiawan yang termasuk ber-citra manteb,
> yang kita miliki. dari kalangan muslim lagi. bukankah CN hanya
> bicara dalam pertemuan umum? bukankah kemudian sang
> wartawan atau editor SM-lah yang menyebutkan CN mengkritik GD.
>
> ini contoh yang relatif halus, pak hasan. contoh yang lebih "keras"
> dan "bergema" telah pak hasan sebutkan. takperlu lagi ditunjukkan,
> bukan? lebih payah-nya lagi kritik-kritik (kalau boleh disebut kritik)
> yang
> lebih keras itu munculnya dari pimpinan-2 lembaga yang notabene
> berhak "menangani" anomali tingkah GD secara kelembagaan.
> dan di sinilah yang saya maksudkan dari posting saya kemarin.
> mungkin GD akan terpaksa paling tidak "mikir pindho" bila sering
> mendapat kritikan yang padu dan solid dari "lembaga-lembaga negara"
> yang mencerminkan suasana rakyat yang diwakilinya. dan jangan salahkan
> GD kalau semakin aneh bila sering di-jewer dimuka UMUM.
> (nggak tahu kalau memang bakat budaya kita memang kepengin ribut-
> ributnya.... seperti peristiwa GLODOK kemarin)
>
> makanya di akhir posting saya sebutkan "bukankah kita punya
> wakil (partai atau golongan) setidaknya kolega, agar usulan membangun
> atau menekan (kalau ada) dapat sampai kepada yang perlu "di-usuli"
> itu"
> dengan dasar tetap yang sederhana, lebih memikirkan keberlangsungan
> bangsa, lalu negara, baru yang lain-lain. gitu saja kok. ya harus
> repot ya?
> hahahaa...
>
> dan rupanya keramaian yang ditimbulkan oleh kalangan-2 terhormat itu
> digemakan oleh "anak buah" masing-masing. melanda pula di milist-2
> gitu lho. lanjutnya, saya menyoroti segi potensi dunia maya yang
> didukung
> oleh "para electro-politicians dan cyber-intellectualists" ini demi
> bangsa,
> lalu negara, baru yang lain-lain. bayangkan kalau dapat rapi dalam
> membentuk pemikiran, usulan, kritikan dsb. akan besar sekali daya
> manfaatnya
> bukan? dibandingkan sekedar engkel-engkelan unjuk kepandaian dan
> pengutuban perbedaan kurang bermakna?
>
> ning ya itu... aku kan sering "waton soeloyo" yang sering ngelamun dan
> ngelantur nggak ukuran. jadi apa bisa terujud lamunan saya... yaaaa
> kaya cak gigih saja lah: "sukses durung karuwan, ngelamun didisikno"
>
> hanya saya yakin maksud baik dengan cara yang baik akan lebih
> mungkin tercapai dibandingkan cara-cara "yang kurang baik" gitu saja
> lho kok ikutan repot se?
>
> soeloyo
> -----------
>
>
> - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!