ah, posting pemerintahan badut yang aku tarik paksa dari indomailings
justru ramainya di sini. di milist asalnya hanya mendapat sambutan:
"mBah..., komunikasi sama badut yang gede aja susah, apalagi sama
badut-badut yang masih TK, kerjaannya bobo mulu. :-D"
yang berarti mentertawakan saja. entah tertawa untuk siapa, kurang
jelas. bisa tertawa kepada pemosting awalnya (mBah), bisa kepada
badut-2 gede (yang kedap komunikasi), bisa pula pada diri sendiri.
lepas dari itu, membaca posting tanggapan koh yap untuk pak hasan,
aku malah jadi ingat ketika masih jadi mahasiswa (bener-bener
takut demonstrasi, lha sudah ngumpul di lapangan... eee ada yang
tereak... "hooooooy... man teman... besok ujian KEWIRAAN...."
lho kerumunan calon pendemo buyar... sibuk mencari diktat kewiraan).
pada mata kuliah "arsitektura lansekap" kami mendapat dosen
proffesional dan berkwalitas di bidangnya. kesohorannya telah diakui,
dengan rumusan yang dia cetuskan menjadi semacam slogan dan
kitab-suci mata ajaran itu, berupa sebuah diktat dan hand-out berjudul
"POLA BERFIKIR LENGKAP, MERENCANA DAN MEMELIHARA"
pak dosen-ku ini benar-benar menjadi panutan bawahannya. bahkan
mahasiswa-2 pun tak sedikit yang ingin meniru sukses-nya. sayang
bahwa para yuniornya hanya ingin seperti beliau ketika telah sukses
dan jaya, tanpa mengenali "SEJARAH PERJUANGANNYA" yang
sampai menderita tidak pernah naik jenjang akademiknya... hingga
pensiun (pangkat sama dengan guru besar) tetap saja Ir. nggak
bisa profesor.
hanya karena ke-soeloyoan-ku saja yang mencoba melihat pak dosen
ini di sisi yang lain, maksudnya di luar kampus. ternyata beliau
adalah proyektor besar. salah satu hasilnya adalah sebuah taman
rekreasi modern di bogor. yang saking modernnya, unsur lansekap
vegetasinya banyak yang sekedar tiruan, pohon dari semen dan berdaun
plastik. padahal dalam diktatnya PBLMM di atas, beliau mensyaratkan
bahwa bangunan lansekap untuk umum (termasuk taman) minimum
punya area vegetasi (paru-paru lingkungan istilahnya) 25% dari total
area dan sebaiknya tersebar merata.
ketika ada mahasiswa yang berpraktek di proyek itu, kebetulan
aku menjadi pengujinya. dan mati kutulah si mahasiswa ketika
aku tanya: "lho kok tamannya tidak memenuhi rumusan PBLMM
yang anda kutip sebagai pendahuluan laporan? katanya minimum
25%, taman itu kok hampir 0%?" (alih-alih mahasiswa yang kelabakan,
kolega segera berbisik... "tahuk tuh... kok teori yang dibikin sendiri
dilanggar sendiri pula.... dah aja lah... yang penting dia tidak
salah, sebagai mahasiswa, justru akan menjadi masukan tersendiri
buat pencetus PBLMM itu.... mumpung masih aktif.. nanti tak
sampaikan deh... hehehee.. aah kamu ini!")
walaupun demikian, aku sangat berkesan dengan PBLMM ini.
kalau benar-benar diterapkan, betapa indah, mantab dan apiknya
proyek pembangunan "arsitektura lansekap" ini. hanya sayang
kadang terlalu lengkap berfikir, sehingga lupa merencana... atau
buru-buru merencana tanpa berfikir memeliharanya. lebih sial
lagi, tanpa berfikir dan merencana langsung membangun...
lantas bila ditanya konsep pemeliharaannya berdalih:
"lho yang memelihara kan pemilik bangunannya, bukan saya dong.
saya kan pemborong... doang yang kebetulan menang tender...."
(biar aja lah nggak begitu berhubungan dengan pemerintahan badut.
yang penting perlu aku bertanya apakah PBLMM ini juga pantas
diterapkan di perpolitikan negara? sebagai nafas berjalannya
suatu negara dan bangsa)
salam,
soeloyo
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!