cuplik-menyuplik:
----------------
Jika Gus Dur KKN Akan Hancur Sendiri
JAKARTA-Cendekiawan muslim Prof Dr Nurcholish Madjid (Cak Nur)
mengingatkan Presiden Abdurrahman Wahid dalam kaitan KKN yang
dituduhkan kepada dirinya akhir-akhir ini. Jika benar, dia bakal
hancur dengan sendirinya.
''Kalau sampai benar KKN, Gus Dur bisa hancur. Dia dipilih itu untuk
memberantas KKN,'' katanya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh
harian umum Pelita di Hotel Le-Meridien Jakarta kemarin.
Dengan demikian, menurut Cak Nur, tak perlu berupaya menjatuhkan
posisinya sebagai presiden. Kalau dia melawan misi reformasi, untuk
memberantas KKN, dan penegakan supremasi hukum, sementara dirinya
melakukan hal sama, maka dia akan jatuh sendiri dari kursi
kepresidenan.
''Kita harus kritis dan tak putus-putus mengkritik Gus Dur , karena
itu tema dasar dari reformasi yang menjadikan dia terpilih menjadi
Presiden RI.''
----------------

yth. pak hasan,

mohon maaf kalau pemilihan kata-kata saya sulit dipahami.
mbulet mungkin. apa ini karena ciri budaya saya, entahlah..
yang jelas saya sedang tidak bermaksud membela-mbela
atau menyayang-nyayang "GD sak andhahanne". nggak
perlu bagi saya. lha saya ini apa? anggota PKB, bukan,
NU pun lain.. apalagi banser? nggak punya nyali saya mas
buat mengancam-ancam pakai seragam pegang penthungan.
lha nyembeleh ayam saja pilih minta tolong "pak modin" je.

posting saya kemarin sedang menyoroti sikap pengkritik
GD (termasuk kita semua), juga dunia media massa.
coba pak hasan ikuti dengan hati-hati cuplikan berita SM
di atas. sepele memang yang saya cuplik. tetapi intinya
kan "nylenthak" atau mbedhal (kalau istilah main dom itu
NGULO). apakah benar CAK NUR melakukan kritik langsung
kepada GD atau kepada kelembagaan pemerintah-nya?
kan tidak. itu contoh cendekiawan yang termasuk ber-citra manteb,
yang kita miliki. dari kalangan muslim lagi. bukankah CN hanya
bicara dalam pertemuan umum? bukankah kemudian sang
wartawan atau editor SM-lah yang menyebutkan CN mengkritik GD.

ini contoh yang relatif halus, pak hasan. contoh yang lebih "keras"
dan "bergema" telah pak hasan sebutkan. takperlu lagi ditunjukkan,
bukan? lebih payah-nya lagi kritik-kritik (kalau boleh disebut kritik)
yang
lebih keras itu munculnya dari pimpinan-2 lembaga yang notabene
berhak "menangani" anomali tingkah GD secara kelembagaan.
dan di sinilah yang saya maksudkan dari posting saya kemarin.
mungkin GD akan terpaksa paling tidak "mikir pindho" bila sering
mendapat kritikan yang padu dan solid dari "lembaga-lembaga negara"
yang mencerminkan suasana rakyat yang diwakilinya. dan jangan salahkan
GD kalau semakin aneh bila sering di-jewer dimuka UMUM.
(nggak tahu kalau memang bakat budaya kita memang kepengin ribut-
ributnya.... seperti peristiwa GLODOK kemarin)

makanya di akhir posting saya sebutkan "bukankah kita punya
wakil (partai atau golongan) setidaknya kolega, agar usulan membangun
atau menekan (kalau ada) dapat sampai kepada yang perlu "di-usuli"
itu"
dengan dasar tetap yang sederhana, lebih memikirkan keberlangsungan
bangsa, lalu negara, baru yang lain-lain. gitu saja kok. ya harus
repot ya?
hahahaa...

dan rupanya keramaian yang ditimbulkan oleh kalangan-2 terhormat itu
digemakan oleh "anak buah" masing-masing. melanda pula di milist-2
gitu lho. lanjutnya, saya menyoroti segi potensi dunia maya yang
didukung
oleh "para electro-politicians dan cyber-intellectualists" ini demi
bangsa,
lalu negara, baru yang lain-lain. bayangkan kalau dapat rapi dalam
membentuk pemikiran, usulan, kritikan dsb. akan besar sekali daya
manfaatnya
bukan? dibandingkan sekedar engkel-engkelan unjuk kepandaian dan
pengutuban perbedaan kurang bermakna?

ning ya itu... aku kan sering "waton soeloyo" yang sering ngelamun dan
ngelantur nggak ukuran. jadi apa bisa terujud lamunan saya... yaaaa
kaya cak gigih saja lah: "sukses durung karuwan, ngelamun didisikno"

hanya saya yakin maksud baik dengan cara yang baik akan lebih
mungkin tercapai dibandingkan cara-cara "yang kurang baik" gitu saja
lho kok ikutan repot se?

soeloyo
-----------


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke