At 03:49 AM 5/27/00 -0700, 

Agar kapalnya tidak tenggelam...makanya kita perlu seorang Nahkoda yang
sehat,yang mengerti apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan negeri
ini..................

you wrote:
>Ada yang jauh lebih penting dari sekedar ngubek-ubek
>Soeharto, yaitu merapatkan barisan untuk mengatasi
>negara yang sudah babak belur hari-hari ini. Soeharto
>adalah salah satu lubang di perahu negeri ini. Banyak,
>bahkan ratusan atau ribuan lubang lain, yang
>potensinya juga tak kalah nggegirisi, bagi
>tenggelamnya Titanic RI ini.
>
>Pemusatan tenaga dalam satu fokus saja, dalam hal ini
>cuma mengubek-ubek Soeharto, adalah sebuah strategi
>yang salah, karena di lini lain, kasus-kasus bobrok
>lain, tak tersedia cukup enersi. Pemusatan enersi yang
>begitu besar hanya ke sebuah sasaran, pada akhirnya,
>hanya menjadi sebuah tombak dengan ujung meruncing
>pada sebuah titik. Ini gampang sekali menangkalnya,
>dan bukan main sulitnya untuk menembusnya. Lebih-lebih
>lagi, rakyat yang sedemikian besar, yang
>tertegun-tegun melihat indikator ekonomi yang
>tampaknya cuma satu-satunya sebagai haluan, dollar,
>seperti begitu mudah ngambek. Bukan pujian karena
>begitu kukuhnya niat untuk menghukum Soeharto, tetapi
>malah elusan dada, mengapa jadi (makin) kacau begini.
>
>Mengapa kita tidak membagi tugas, untuk berada di
>tempat dan waktu yang benar, guna menunggui semua
>peluang kebocoran di perahu kita ini, agar bangsa ini
>terlihat cukup terpelajar dan terdidik untuk memahami
>masalah yang sebenarnya, bukan yang tampak lebih gagah
>saja.
>
>Tiba-tiba kita dikejutkan begitu gampangnya 50-ribuan
>dibuat kopinya. Tiba-tiba begitu gampang peredaran
>narkoba meruyak di setiap anak negeri. Tiba-tiba kita
>terkejut oleh begitu gampangnya kereta api tabrakan.
>Tiba-tiba kita heran, begitu gampangnya orang merampas
>sepeda motor, dan lain sebagainya. Tiba-tiba pula, hak
>DPR yang lebih 30 tahun tak terpakai, interpelasi,
>sudah hendak dipakai, tetapi kita tahu, membela siapa
>interpelasi itu nantinya. Rakyatkah ? Tidak. Cuma Laks
>dan Kalla saja. Sementara kegagahan penggunaan
>interpelasi itu justru membuat cibiran saja, dan
>dollar pun sudah ancang-ancang untuk naik lagi.
>
>Apakah mahasiswa tidak terpanggil untuk mendatangi
>DPR, dan mengingatkan mereka agar tak gegabah, ketika
>negeri ini sedang jadi sorotan dan bulan-bulanan? Tak
>kah sebaiknya mereka justru menjadi peredam-kejut,
>agar membuat laju kendaraan ini lebih nyaman? 62
>persen anggota DPR setuju interpelasi. Tetapi mari
>kita tanya penduduk negeri ini, relakah peluru
>interpelasi, yang beresiko membuat kredibilitas
>pemerintah melorot, lalu rupiah tiarap, begitu saja
>dilepas?
>
>Apakah mahasiswa tidak melihat dan mendengar,
>bagaimana elit politik dengan dalil-dalil asal comot
>membuat hangat suhu bangsa yang sedang ke penyakit
>berat? Tak kah sebaiknya mahasiswa memberikan
>peringatan kepada mereka para elit ini agar
>berhati-hati melepas kata?
>
>Itu memang isu-isu kecil. Tetapi kelengahan kita
>karena hanya tertarik pada isu besar, yang pasti
>mendapat publisitas besar, lalu anasir-anasir bobrok
>lain enak-enakan menggerogoti urat nadi rakyat sampai
>nyaris putus.
>
>Barangkali kita terbiasa dengan isu-isu besar, yang
>mesti tak pernah selesai selalu membuat bangga dan
>cerita-cerita, bahwa 'aku pernah terlibat isu besar',

>namun tak pernah terselesaikan. Seperti dongeng
>pelipur lara seorang pejuang tua, yang masih
>membangga-banggakan kisah-kisah heroisme versinya
>semata, ketika anak dan cucunya lebih suka melihat
>kenyataan, lowongan pekerjaan yang semakin langka.
>
>Kecuali kalau demo itu sendiri adalah lapangan
>pekerjaan. Jika tidak, mari kita tengok lubang-lubang
>lain di kapal kita, yang meski kecil, jumlahnya banyak
>sekali. Jangan lupa, di level-level birokratis, yang
>namanya korupsi, masih ramai main.
>
>Salam
>
>
>
>
>=====
>Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Kick off your party with Yahoo! Invites.
>http://invites.yahoo.com/
>
>- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke