lho, menarik nih.
di milist lain, negara dipersamakan dengan mobil.
sehingga supir-nye sekarang dinggap banyak ngawurnya.
lha di sini kok jadi kapal?
yang tahu kapal ya tanyakan ke bekas nahkoda yang dulu..
kan belum out?


----Original Message Follows----
From: Sukaton _ <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: Re: [Kuli Tinta] Fw: [economist] Segera Selesaikan Kasus 
Soeharto: How?
Date: Mon, 29 May 2000 22:00:30 -0400 (EDT)

Punten,
Mas ac, mungkin bisa tanyakan jawabannya ke Pak Amin Rais. Beliau pernah
ngomong kalau dalam SU nanti mau mengevaluasi kinerja Presiden seperti
layaknya seorang guru yang menilai muridnya. Kalau guru menilai muridnya kan
berarti guru itu tahu bagaimana cara yang benar-benar betul (betul-betul
benar) dalam menyelesaikan masalah, dan guru itu pasti lebih tahu dari
muridnya (padahal si guru ini tadinya adalah calon siswa yang tidak
terpilih, nah loe jadi binun kan?).


------Original Message------
From: =?iso-8859-1?B?5ec=?= <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: May 29, 2000 10:45:49 AM GMT
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [economist] Segera Selesaikan Kasus Soeharto:
How?



Wah ni menarik.....

Bagaimana kita mengetahi seorang Nachoda yang sehat dan
mengetahui cara untuk menyelamatkan negeri
ini..................?

salam

----- Original Message -----
From: Farhan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, May 29, 2000 10:43 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [economist] Segera
Selesaikan Kasus Soeharto: How?


At 03:49 AM 5/27/00 -0700,

Agar kapalnya tidak tenggelam...makanya kita perlu
seorang Nahkoda yang
sehat,yang mengerti apa yang harus dilakukan untuk
menyelamatkan negeri
ini..................

you wrote:
 >Ada yang jauh lebih penting dari sekedar ngubek-ubek
 >Soeharto, yaitu merapatkan barisan untuk mengatasi
 >negara yang sudah babak belur hari-hari ini. Soeharto
 >adalah salah satu lubang di perahu negeri ini. Banyak,
 >bahkan ratusan atau ribuan lubang lain, yang
 >potensinya juga tak kalah nggegirisi, bagi
 >tenggelamnya Titanic RI ini.
 >
 >Pemusatan tenaga dalam satu fokus saja, dalam hal ini
 >cuma mengubek-ubek Soeharto, adalah sebuah strategi
 >yang salah, karena di lini lain, kasus-kasus bobrok
 >lain, tak tersedia cukup enersi. Pemusatan enersi yang
 >begitu besar hanya ke sebuah sasaran, pada akhirnya,
 >hanya menjadi sebuah tombak dengan ujung meruncing
 >pada sebuah titik. Ini gampang sekali menangkalnya,
 >dan bukan main sulitnya untuk menembusnya. Lebih-lebih
 >lagi, rakyat yang sedemikian besar, yang
 >tertegun-tegun melihat indikator ekonomi yang
 >tampaknya cuma satu-satunya sebagai haluan, dollar,
 >seperti begitu mudah ngambek. Bukan pujian karena
 >begitu kukuhnya niat untuk menghukum Soeharto, tetapi
 >malah elusan dada, mengapa jadi (makin) kacau begini.
 >
 >Mengapa kita tidak membagi tugas, untuk berada di
 >tempat dan waktu yang benar, guna menunggui semua
 >peluang kebocoran di perahu kita ini, agar bangsa ini
 >terlihat cukup terpelajar dan terdidik untuk memahami
 >masalah yang sebenarnya, bukan yang tampak lebih gagah
 >saja.
 >
 >Tiba-tiba kita dikejutkan begitu gampangnya 50-ribuan
 >dibuat kopinya. Tiba-tiba begitu gampang peredaran
 >narkoba meruyak di setiap anak negeri. Tiba-tiba kita
 >terkejut oleh begitu gampangnya kereta api tabrakan.
 >Tiba-tiba kita heran, begitu gampangnya orang merampas
 >sepeda motor, dan lain sebagainya. Tiba-tiba pula, hak
 >DPR yang lebih 30 tahun tak terpakai, interpelasi,
 >sudah hendak dipakai, tetapi kita tahu, membela siapa
 >interpelasi itu nantinya. Rakyatkah ? Tidak. Cuma Laks
 >dan Kalla saja. Sementara kegagahan penggunaan
 >interpelasi itu justru membuat cibiran saja, dan
 >dollar pun sudah ancang-ancang untuk naik lagi.
 >
 >Apakah mahasiswa tidak terpanggil untuk mendatangi
 >DPR, dan mengingatkan mereka agar tak gegabah, ketika
 >negeri ini sedang jadi sorotan dan bulan-bulanan? Tak
 >kah sebaiknya mereka justru menjadi peredam-kejut,
 >agar membuat laju kendaraan ini lebih nyaman? 62
 >persen anggota DPR setuju interpelasi. Tetapi mari
 >kita tanya penduduk negeri ini, relakah peluru
 >interpelasi, yang beresiko membuat kredibilitas
 >pemerintah melorot, lalu rupiah tiarap, begitu saja
 >dilepas?
 >
 >Apakah mahasiswa tidak melihat dan mendengar,
 >bagaimana elit politik dengan dalil-dalil asal comot
 >membuat hangat suhu bangsa yang sedang ke penyakit
 >berat? Tak kah sebaiknya mahasiswa memberikan
 >peringatan kepada mereka para elit ini agar
 >berhati-hati melepas kata?
 >
 >Itu memang isu-isu kecil. Tetapi kelengahan kita
 >karena hanya tertarik pada isu besar, yang pasti
 >mendapat publisitas besar, lalu anasir-anasir bobrok
 >lain enak-enakan menggerogoti urat nadi rakyat sampai
 >nyaris putus.
 >
 >Barangkali kita terbiasa dengan isu-isu besar, yang
 >mesti tak pernah selesai selalu membuat bangga dan
 >cerita-cerita, bahwa 'aku pernah terlibat isu besar',

 >namun tak pernah terselesaikan. Seperti dongeng
 >pelipur lara seorang pejuang tua, yang masih
 >membangga-banggakan kisah-kisah heroisme versinya
 >semata, ketika anak dan cucunya lebih suka melihat
 >kenyataan, lowongan pekerjaan yang semakin langka.
 >
 >Kecuali kalau demo itu sendiri adalah lapangan
 >pekerjaan. Jika tidak, mari kita tengok lubang-lubang
 >lain di kapal kita, yang meski kecil, jumlahnya banyak
 >sekali. Jangan lupa, di level-level birokratis, yang
 >namanya korupsi, masih ramai main.
 >
 >Salam
 >
 >
 >
 >
 >=====
 >Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
 >
 >__________________________________________________
 >Do You Yahoo!?
 >Kick off your party with Yahoo! Invites.
 >http://invites.yahoo.com/
 >
 >- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta
www.indokado.com
 >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
LAKUKAN SENDIRI
 >Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
 >Keluar: [EMAIL PROTECTED]
 >
 >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
 >

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta
www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

-----------------------------------------------
FREE! The World's Best Email Address @email.com
Reserve your name now at http://www.email.com



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke