Satu lagi katalisator GD makan korban. Kini kita bisa menilai
bagaimana orang yang cenderung reaktif da tidak berhati-hati
menyikapi keputusan GD akan terpeleset.
----- Original Message -----
From: My Populis <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 05, 2001 3:12 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] kapolri
Hebat, seharusnya kulitinta pindah ke milis FID; FID pindah ke
kuli tinta
benar-benar jitu jawaban bung yang satu ini.
MYP
----- Original Message -----
From: odink kusumahsubrata <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 04 Juni 2001 9:23
Subject: Re: [Kuli Tinta] kapolri
> Kembali kepada Moral
> Kalau Kapolri tidak tidak punya moral ya bagaimana
> bawahannya.
> Seharusnya sejak kasus gagalnya penangkapan Tommy dan
> kasus peledakan Bom juga kasus Laskar Jihad, Bimantoro
> tidak usah macam2 langsung minta berhenti sesuai
> dengan janji beliau sendiri.
>
> Salam
> --- My Populis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Sebenarnya saya tidak akan bicara soal prinsip
> > undang-undang sekarang atau
> > sebelummnya prinsipnya sederhana saja. Saya hanya
> > pakai ilmu yang umum saja
> > atau UUD45 saja.
> >
> > 1. Polisi sebagai penengak Hukum adalah memang
> > pembantu pemerintah yang
> > jelas dia harus tunduk terhadapa pemerintah. Apalagi
> > model pemerintah kita
> > yang setralistis/presidentil.
> >
> > 2. Polisi benar tidak boleh masuk dalam jalur
> > politik; karena memang tidak
> > ada jalan untuk menuju kesana. Polisi hanya tunduk
> > pada hukum normatif
> > kuhapp, kalau sudah dalam masalah politik sulit.
> > Begitu pula dalam beberapa
> > masalah politik; seperti demostrasi dll yang sudah
> > menyakut politik sulit
> > jika tidak masuk campur tangan pemerintah. Saya dan
> > beberapa teman sudah
> > seringkali mengali hal tersebut dimasa ORBA;
> > biasanya polisi hanya
> > mengenakan hukum Tipiring (tindak pidana ringan).
> > Jika sampai kepenjara
> > biasanya ada campur tangan TNI. Dari dulu dan
> > sekarang memang begitu dan
> > polisi harus mau menindaknya dan membawanya kejalur
> > hukum formal. Jadi
> > sebagai pembatu dia memang harus dibawah
> > bayang-banyang politik
> > pemerintah/kekuasaan (otomatis) karena sifatnya yang
> > pembantu itu. Jadi
> > kalaupun dia dipakai sebagai alat politik itu
> > sah-sah saja, pembuktiannya
> > nantinya di pengadilan yang diadili oleh hakim yang
> > netral. Jadi polisi dan
> > TNI tak lepas kekuasaan selama tidak memakai
> > kekerasan senjata kepada sipil
> > masih dianggap wajar-wajar saja. Semua rakyat
> > Indonesia boleh ditangkap
> > dengan dasar hukum dan dikuatkan lewat pengadilan.
> > Sekali lagi tindakan KAPOLRI-lah sebenarnya yang
> > berpolitik ini masalah
> > besar untuk pemerintahan GD harus ditindak. Jika
> > KAPOLRI tidak suka bisa
> > saja menuntut balik. Hal ini biasa seperti cerita
> > seorang karyawan yang
> > bekerja dalam sebuah perusahaan; karyawan punya hak
> > menuntut keperusahaan
> > tersebut. Bukan dengan cara cari perlindungan ke DPR
> > (diketawai sama TNI
> > masih bego berpolitik) karena DPR sendiri tidak bisa
> > melindungi. KAPOLRI
> > seharusnya ke MAHKAMAH AGUNG. Apalagi DPR kan masih
> > punya berpolitik di MPR
> > masih punya Fraksi POLRI tuntut saja ke Mahkamah
> > Agung. Biangnya memang
> > Polri saja yang berpolitik kok.
> >
> > Kesimpulannya sederhana;
> > 1. Keputasan pengantian adalah hak pemerintah tidak
> > ada yang boleh
> > menghalangi karena polisi adalah bagian dari
> > pemerintah. Pimpinan tertinggi
> > mereka adalah presiden dalam bidang hukum normatif
> > Perdata dan pidana itu
> > substansi wilayah kerja polisi.
> >
> > 2. Kalau masalah hukum yang sudah menyangkut politik
> > biasaya itu kerjaan
> > Intelijen Negara. Kalau di Amerika namanya FBI atau
> > CIA.
> >
> > 3. Jadi sebenarnya yang benar adalah pernyataan
> > pemerintah GD kalau kacamata
> > yang diambil adalah kacamata hukum Tatanegara secara
> > umum yang mengatakan
> > bahwa polisi pembantu pemerintah sudah benar. Adakah
> > bentuk pembangkangan
> > ada? jawabannya YA. Pembangkannya dimana, ketika ia
> > menolak dan memobilisir
> > bawahannya untuk mendukung dirinya dia sudah
> > melakukan penyalahan hukum
> > (politik). Karena memang GD tidak akan bisa memakai
> > Polisi untuk digunakan
> > sebagai sarana politik karena perangkat hukum sipil
> > kita ada empat Polisi,
> > Pengacara, Jaksa dan hakim. Jadi jelas-jelas itu
> > bentuk pembangkanngan dan
> > pemerintah gd harus menindaknya. Didukung atau tidak
> > didukung oleh DPR;
> > sifatnya dpr hanya jalur konsultasi tidak bisa juga
> > membantu kapolri. Nah;
> > yang akan membuktikan pendapat kapolri atau presiden
> > adalah hukum itu
> > sendiri. maka seharusnya GD mengadukan gugatan
> > penangkapan kepada kapolri
> > dan bawahannya dan diajukan di meja hijau di setujui
> > atau tidak oleh DPR.
> > Kalau GD berani? kalau benar-benar menegakan hukum.
> > Kalau tidak pernyataan
> > kapolri (lama) ada kemungkinannya dibenarkan
> > (president) secara umum oleh
> > rakyat bahwa tindakan presiden itu salah?
> >
> > 4. Jadi secara hukum tata negara Polisi itu hak
> > presiden untuk mengantinya
> > secara prosedural. Dibeberapa negara malah bukan
> > presiden langsung yang
> > mengatur, tetapi dibawah menteri dalam negeri
> > (seperti waktu jaman
> > Soekarno), karena sifatnya ia mengatur sipil.
> > Sulitnya kita ini masih
> > transisi jadi masih banyak yang balelo dan DPR
> > mengamini ini masalah besar
> > harus ada ketegasan mengenai polisi ini agar tidak
> > besar kepala; bahaya
> > negara diatas negara pembangkangan yang dilakukan
> > kapolri tersebut; kalau
> > benar dia menolak instruksi presiden sebagai
> > pimpinan tertingginya ini harus
> > jelas menolak atau ada alasan lain. Sekali lagi DPR
> > tidak bisa menolong.
> > Karena peraturan dpr itu menendang peraturan
> > diatasnya UUD45 (memakai
> > istilah penasehat hukum GD).
> >
> > 5. Kalau Mahkamah agung atau kejaksaan memerintahkan
> > penangkapan apakah bisa
> > ? jawabnya mungkin? pertama polisi langsung
> > (bawahannya yang menangkap),
> > kedua rakyat langsung menyeret tetapi resikonya bisa
> > terjadi pemberontakan
> > besar, atau rakyat bersama TNI juga bisa menyeret.
> > Sekali lagi pertanyaannya
> > apakah GD berani.
> >
> > MYP
> >
> >
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Ridwan <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: 03 Juni 2001 14:22
> > Subject: [Kuli Tinta] kapolri
> >
> >
> > >
> > > mungkin ada yang tahu jawabannya.
> > > rusdiharjo diberhentikan dan bimantoro di angkat
> > berdasarkan uu yang lama.
> > > karena tap mpr yang mengatur pengangkatan dan
> > pemberhentian kapolri
> > > pelaksanaanya menurut tap tsb dilakukan dengan uu.
> > berhubung uu nya belum
> > > dibuat oleh dpr, maka pemerintah memamakai uu yang
> > lama. menurut dpr
> > tidak
> > > perlu ada uu nya karena tap mpr kedudukannya lebih
> > tinggi dari uu.
> > >
> > > tidak ada protes dari bimantoro sendiri ketika dia
> > diangkat berdasarkan uu
> > > yang lama yang tidak memerlukan persetujuan dpr.
> > tetapi sewaktu dia di
> > non
> > > aktifkan, dia berpegang pada tap mpr bahwa
> > pemberhentian kapolri harus
> > > seiijin dpr. sampai sekarang uu belum dibuat,
> > mungkin dpr lagi sibuk.
> > > ini yang membingungkan ? ada yang bisa bantu
> > menjelaskan.
> > >
> > > ridwan
> > >
> > >
> > > ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
> > Berkeadilan............
> > > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> > anda lakukan sendiri
> > > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > > ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
> > http://www.indokado.com<--
> > >
> >
> >
> > ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
> > Berkeadilan............
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda
> > lakukan sendiri
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
> > http://www.indokado.com<--
> >
> === message truncated ===
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35
> a year! http://personal.mail.yahoo.com/
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
>
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--