Dear Harry,
this is just for your eyes only
gue mau sedikit klarifikasi
gue emang lagi sibuk banget sehingga ngga sempat bacain
email atu2, tapi juga sistem email kita di WWF (terutama
antar post office dan dalam post office di denpasar) lagi sering
ngadat, sampai gue ngga bisa terima/kirim email selama
seminggu lebih. itu sebabnya gue ngga bisa begitu mengikuti
diskusi soal dna penyu. padahal di denpasar (wwf wallacea)
cuma gue sendiri yang ikutan milis lingkungan. itu pula
sebabnya diskusi soal dna penyu ini agak terlepas dari
pantauan kami. tapi kan kemarin ketut sudah memberikan
penjelasan? nah, berhubung hari ini (rabu) sampai jumat gue
ada di jkt., gue juga belum lihat perkembangan diskusi ini lebih
lanjut. selain itu, di antara kita di wwf kita sudah sepakat
memang hanya ada satu gate keeper untuk korespondensi
soal kampanye tertentu. maka kalau ngomong yang "berat2"
soal penyu, itu memang tugas ketut. begicuu ...
satu lagi, FYI, veda udah ngga di wwf lagi sejak 1 juli 2000
karena mengundurkan diri setelah kontraknya habis. ngga
jelas juga terus dia mau apa.
eh, loe sendiri apa kabar? gue ditugasin wwf untuk ikut
memantau/melobby SU MPR nanti. bisa kita diskusi soal ini,
at least about sort of "NGO consolidation" towards this event?

>>> [EMAIL PROTECTED] 07/18/00 03:06pm >>>


Rasanya tidak fair kalau teman-teman dari IPB dan WWF
belum memberikan
tanggapan. Berdasarkan catatan saya ada beberapa teman
dari IPB alamat
emailnya terdaftar di milis ini. Pak D Murdiyarso (dari FMIPA
IPB) yang
sekarang jadi Asmennya MenLH. Mudah-mudahan ikut
membaca diskusi ini dan
bisa mendorong teman dari IPB untuk ikutan mengirimkan
pesan. Dari WWF ada
WWF Bali (Ketut, Nina, Veda).  Dari LIPI ada alamat umum
Museum Zoologi
Bogor, mungkin bisa membuka akses untuk teman dari LIPI
lainnya.
Saya akan coba memforwardkan diskusi ini ke teman-teman
IPB (dan dari
lainnya) yang saya punya alamat emailnya. Saya kira
semangatnya adalah
berdiskusi, bukan pengadilan. Bagaimana kita mencari titik
lemah demi
kebaikan bersama.
Silahkan teman-teman yang berminat melanjutkan, terutama
dari IPB dan LIPI. 
Salam,
Harry Surjadi (Moderator)
NB: Mas Wicak mana "suaranya"

Teman-teman,

Rasanya diskusi kita makin bergulir soal DNA penyu ini.

Terima kasih Bambang Riyadi yang sudah mengkontak teman
dari LIPI. Tinggal
kita tunggu responnya.
Terima kasih juga kepada Dwi R. Muhtamman yang
mengupdate data tentang
Diversa. Saya tidak mengenal orang dari FMIPA IPB tapi kenal
beberapa orang
IPB. Misalnya, mungkin bisa ditanyakan ke Mas Hariadi yang
dari Fahutan
apakah ada kontak. Damayanti Buchori mungkin bisa
membantu karena beliau
berkecimpung dalam urusan hama (walaupun serangga).
Selain itu, mungkin
moderator kita Mas Harry (yang eks KOMPAS yang banyak
orang IPBnya) mungkin
kenal beberapa orang. Tapi prinsipnya, Mas Dwi sudah berjanji
memantau dan
rasanya kita tetap perjuangan untuk mendapatkan akses
informasi ke IPB.
Kalau perlu kita semua tulis surat resmi ke dekannya
langsung dan minta
informasi. Kalau satu surat mungkin tidak digubris tapi kalau
sepuluh
surat, dia pasti mikir kan.

Kemudian, daftar pelaku potensi bioprospeksi jadi bertambah,
yaitu
perguruan tinggi. Dalam sebuah rapat tentang biosafety (yang
dilaporkan
oleh Riza lewat milis ini juga), Pak Effendy mengatakan bahwa
para doktor
di universitas daerah juga banyak berperan sebagai agen
pembawa material
hayati ke luar negeri. Situasi ini bisa jadi akan lebih parah
dalam era
desentralisasi bila tidak ada panduan hukum nasional dan
kesadaran aparat
di daerah. Nah, PR kita jadi bertambah lagi. Mungkin kita
mulai dari
menyadarkan orang-orang IPB dulu lah.

Terakhir buat Tony Whitten, tentang inventarisasi biodiversity.
SAya
sepakat bahwa kegiatan itu penting dan perlu didanai.
Persoalannya kemudian
adalah akses publik perlu diadakan. Beberapa tahun yang lalu
seingat saya
LIPI pernah mengadakan pertemuan membahas penyusunan
data base biodiversity
yang user friendly  (mungkin sebagian dari program
inventarisasi ini) tapi
terus tidak pernah terdengar lagi. Apakah benar bahwa proyek
ini masih 'on
paper'? Bukankah beberapa ekspedisi sudah dimulai? dan
itulah yang kita
pertanyakan.

Kita masih menunggu respon WWF. Mudah-mudahan LSM
lingkungan internasional
ini tidak sama pelitnya dengan LIPI dan PKA. Kita juga masih
menunggu
respon dari PKA.

Apakah teman-teman punya gagasan untuk menggulirkan
kampanye ini lebih
jauh?

Terima kasih dan salam

Hira



--
To unsubscribe, e-mail:
[EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail:
[EMAIL PROTECTED]
Archive:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/







--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke